Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 8 Harus kemana ya?


__ADS_3

Xin Chen berpikir sejenak


"Nona ini harus ke mana ya ?"


Seumur hidup Xin Chen selama jadi seorang Tentara, dirinya tidak pernah berhubungan dengan wanita.


Kali ini dia di hadapkan dengan wanita yang sangat cantik.


Xin Chen berkata,"


Nona ikut saja ke Desa San San. Nanti aku carikan Hotel untuk menginap"


Mendengar perkataan Xin Chen, Nona Long'er sedikit bingung dan takut. Di Desa San San tidak ada yang dia kenal.


Apalagi belum pernah pergi ke sana, jadi hatinya penuh rasa takut.


Melihat ekspresi Nona Long'er, Xin Chen berkata,"


Nona jangan takut.


Nanti ada seorang wanita yang menemanimu selama kamu tinggal di hotel.


.Hati Nona Long'er sedikit lega dan tenang setelah mendengar penjelasan Xin Chen.


Mobil telah berhenti di depan hotel Greenpark. Salah satu hotel terbaik di desa San San.


Walaupun tidak seperti hotel di kota kota besar, akan tetapi hotel Greenpark salah satu hotel terbaik di Desa San San.


Ruangan besar dan bersih, penuh dengan taman taman yang sangat indah.


Bunga bunga yang di tanam salah satu tanaman langka.


Menginap semalam ruangan VIP harga sewanya seharga 350 RMB.


Xin Chen berkata dengan sopan "Nona, berapa lama kamu akan menginap di hotel ini ?"


Nona Long'er menggigit bibir bawahnya, "Ummm, aku tidak tahu tuan.


Aku tidak tahu harus kemana setelah


dari sini".


Mendengar perkataan Nona Long'er


Xin Chen jadi semakin bingung.


"Begini saja, tinggallah beberapa malam di sini, setelah itu kita pikirkan lagi"


Seorang wanita berusia 21 tahun datang menghampiri Xin Chen, wajah yang imut dan cantik, rambut pendek, tersenyum menatap Xin Chen.


"Halo Tuan Muda Chen, aku di utus tuan Liu untuk menemani Nona Long'er.


Melihat perawakan Shiao Yu. Xin Chen sudah mengerti situasinya.


Dia menunjuk ke arah Shiao Yu, Xin Chen berkata "Apa kamu Shiao Yu ?"


Shiao Yu menjawab, "Iya Tuan Muda Chen, Tuan Liu yang menyuruhku menemuimu"


Xin Chen mengangguk pelan.


Nona Long'er menjulurkan tangannya ke Shao Yu untuk berjabat tangan.


"Halo Nona, aku Long'er" Shao Yu melihat tangan tangan Nona Long'er, Shao Yu menjabat tangan Nona Long'er


"Halo Nona Long'er, aku Shiao Yu, senang bertemu dengan Nona Long'er.


Nona sangat cantik!"


Mendengar pujian Shiao Yu, Nona Long'er tersenyum "Nona Shiao Yu juga sangat cantik"

__ADS_1


Melihat kedua wanita cantik di depannya.


Xin Chen tampak canggung. Xin Chen dari tadi bersama Nona Long'er tapi belum tahu namanya.


Setelah kemunculan Xiao Ning barulah Xin Chen mengetahui nama Nona Long'er "Dasar brengsek" bisik hati Xin Chen menghujat dirinya sendiri.


"Nona Long'er" Xin Chen mengeluarkan


kartu gold.


"Kamu pakai kartuku ini, pakailah dan belilah semua keperluan Nona.


Nona Shiao Yu akan menemani Nona selama di Desa San San.


Long'er ragu mengambil kartu Xin Chen, melihat jenis kartunya, Long'er sudah tahu jumlah di dalam kartu tersebut.


Sangat sedikit orang memakai kartu seperti itu. Sebab pemiliknya pasti seorang miliarder.


Melihat ekspresi Nona Long'er, Xin Chen berkata,"


"Nona jangan merasa sungkan.


Pakailah, kamu sangat membutuhkannya. Nanti aku ke sini mengunjungi Nona, aku permisi dulu".


Segera Xin Chen meninggalkan Nona Long'er dan Nona Shiao Yu di hotel Greenpark.


Di rumah yang sangat mewah, bergaya Eropa. Tepatnya di daerah Barat Hua Xia.


Seorang pemuda berkata di ujung telepon, "Ayah, kamu harus cepat memberikan tekanan kepada keluarga Long.


Wanita ****** itu telah mempermalukanku di depan orang-orang. Ayah harus membalas sakit hatiku" Duan Fu penuh kemarahan menatap keluar jendela sambil memegang telepon.


Di ujung telepon Duan Wenchang, Ayah dari Duan Fu, berkata "Anakku tunggu sampai Ayah pulang ke Hua Xia nanti Ayah membalas sakit hatimu, ini benar-benar suatu penghinaan"


"Terima kasih Ayah". Aku akan menunggu kepulanganmu.


Duan Wenchang berkata,"


Jaga dirimu baik baik, jangan gegabah bersikap.


Duan Wenchang langsung mematikan telepon.


"Ttuuut, ttuuut"


Suara telepon terputus.


Duan Fu berbisik kecil, "Anak Muda, kamu pasti akan ku balas".


Setelah semua telah siap, kamu akan merasakan penderitaan yang tidak berujung"


Duan Fu tersenyum kecil sambil memicingkan matanya.


"Tok tok tok"


Terdengar ketukan dari arah pintu. Duan Fu memicingkan matanya.


"Masuklah"


Tegur Duan Fu.


Kepala pelayan masuk ke ruangan Duan Fu.


Ruangan itu ukurannya lumayan besar, 150 meter persegi.


Duan Fu biasa beristirahat dan sekaligus menjadikan ruang kerjanya di rumah.


Kepala pelayan berkata,"


Tuan Muda,,

__ADS_1


Pengawal anda ingin bertemu !"


"Suruh dia masuk menemuiku"


Jawab Duan Fu.


"Baik tuan muda"


Kepala pelayan menjawab.


Segera kepala pelayan keluar dari ruangan menemui pengawal Tuan Muda lalu berkata," "Anda di izinkan masuk.


Tuan Muda menunggu di dalam, Silahkan masuk".


Pengawal mengangguk, lalu melangkah masuk menemui Duan Fu


"Salam Tuan Muda" pengawal membungkuk dan memberikan salam.


Duan Fu mengangguk kecil, lalu bertanya.


"Informasi apa yang telah kamu dapatkan dari pemuda itu dan Keberadaan Nona Long'er di mana sekarang ?"


Mendengar pertanyaan Duan Fu, pengawal berkata,"


Maaf Tuan Muda, pemuda itu hanya keluarga biasa. Dia seorang pembisnis kecil kecilan.


Latar belakangnya hanya rakyat biasa dan Nona Long'er, sekarang mengikutinya ke Desa San San.


Dia menginap di sebuah hotel"


Mendengar penjelasan pengawal, Duan Fu terdiam sambil berpikir. Selang beberapa detik, Duan Fu berkata,"


Kamu kumpulkan beberapa master dan orang orang terkuat kita.


Tunggu sampai Ayahku pulang baru kita akan memberikan pelajaran besar kepada pemuda itu".


"Baik Tuan Muda"


Jawab pengawal


Di sisi lain Xin Chen telah sampai di kediaman Pamannya. Xin Chen berdiri tepat di sebuah rumah kayu bercorak Tiongkok Kuno, halaman yang tampak sangat indah, di penuhi bunga bunga langka.


Rumput halus yang di tanam secara rapi, udara sangat segar memenuhi pernafasan Xin Chen.


Kenangan silam akan Ibunya kembali teringat, pertama kali dirinya menginjak Desa San San, mereka di terima tinggal rumah sepasang suami-isteri yang sangat baik, berbudi luhur.


Sikap emosional Xin Chen sedikit naik akan kenangan bersama Ibunya.


Tidak terasa air matanya berkaca kaca merindukan Ibunya.


Dengan suara lirih, Xin Chen berkata "Ibu,, Ibu,, aku sangat merindukanmu.


Maafkan anakmu ini yang belum mampu melindungimu waktu itu"


Xin Chen melangkah masuk ke halaman rumah Paman Fei dan Bibi Lie Lian.


Terdengar suara tawa seorang wanita, terdengar sedikit menggoda, suaranya terdengar seperti wanita muda.


Xin Chen mengerutkan keningnya berhenti melangkah.


Dengan kemampuan Xin Chen dapat mendengar percakapan seseorang dari jauh, Xin Chen merasa ada seorang wanita yang masih sangat muda sedang berbicara dengan Bibi Lie Lian.


Xin Chen melangkah masuk ke dalam rumah.


"Tok tok tok" Xin Chen mengetuk pintu rumah, lalu berkata ,"


Paman Jung, Bibi lie, aku Xin Chen telah pulang.


Xin Chen mendorong pintu rumah yang terbuat dari kayu pilihan, terlihat ukiran naga mengelilingi bulan.

__ADS_1


Dengan perlahan Xin Chen membuka pintu, terlihat 3 orang yang sedang menatapnya. Paman Fei Jung dan Bibi Lie Lian serta sepasang mata yang sangat cantik sedang melihatnya.


__ADS_2