
Albert menyilang kedua tangannya menahan pukulan Liu Yan. Pukulan Liu Yan menghantam kedua tangan Albert yang menahan pukulannya. "Duarrr" pukulan yang sangat kuat. Albert terdorong 7 langkah.
Merasakan pukulan Liu Yan, wajah Albert sedikit pucat. Dalam hati berbisik, "Kekuatannya sangat luar biasa. Jika aku lengah sedikit, aku pasti mati". Wajah kusam Albert sangat nampak setelah menahan pukulan dari Liu Yan.
Dengan penuh amarah, Albert balik menyerang. Lantai di bawahnya langsung berlubang membentuk jaring laba laba. Dirinya menghilang seketika.
Orang orang yang melihat kejadian itu, tidak dapat berkata kata.
Dari awal kejadian mereka hanya terdiam membisu melihat pertarungan dari kedua belah pihak.
Seketika Albert berada di samping kiri Liu Yan, kaki Albert di ayunkan ke arah kepala
Liu Yan. Dengan persiapan matang. Liu Yan mundur 5 langkah.
Albert tidak menyangka pihak lawan dapat menghindari serangannya.
Sebelum Liu Yan sadar sepenuhnya dari serangan Albert. Albert menyerang kembali Liu Yan. Kekuatan full Albert langsung mengarah perut Liu Yan.
Melihat pukulan Albert mengarah ke dirinya. Liu Yan melompat ke atas setinggi 2 meter. Tanpa ragu Liu Yan menggunakan kakinya untuk menendang dada Albert.
"Bukkkk". Tubuh Albert melayang jauh akibat menerima tendangan dari Liu Yan. Albert jatuh dan menabrak dinding kaca gedung.
Tubuh Albert penuh luka akibat beberapa pecahan kaca yang mengirisnya. Bukan hal itu yang membuat Albert kesakitan. Tetapi tendangan Liu Yan yang mengenai dadanya.
Sakit yang luar biasa Albert rasakan. Ada rasa manis di tenggorokannya. Albert
memuntahkan seteguk darah. Saat ini Albert melihat secara seksama Liu Yan lalu berkata. "Aku sangat senang mendapat lawan yang kuat".
Albert tersenyum mengejek Liu Yan sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya. Albert menutup mata sejenak, lalu berkata "Sudah berakhir, kamu akan mati mengenaskan". Albert meningkatkan kekuatannya.
Terlihat kerikil dan dedaunan di sekitar Albert, terangkat pelan ke udara, seperti sedang diterjang angin yang begitu kencang, orang orang yang ada disekeliling mereka menepi sedikit melihat kejadian itu.
Melihat perubahan kekuatan Albert, Xin Chen mengerutkan keningnya. "Ternyata orang itu masih memiliki kemampuan yang lain". Gumam Xin Chen.
Liu Yan tetap tenang dan santai. Matanya tertuju ke arah Albert. "Jangan sungkan untuk mengeluarkan seluruh kekuatanmu ?"
Mendengar ejekan Liu Yan. Albert langsung menyerang Liu Yan.
Kecepatannya sangat cepat. Master master tidak dapat melihat Albert. Salah seorang dari pembunuh berkata kepada Xin Chen.
"Tuan Chen, orang itu sangat cepat".
Xin Chen mengangguk kecil. Dirinya sedikit cemas kepada Liu Yan.
"Semoga saja komandan Liu Yan bisa menghadapi orang itu" Bisik Xin Chen dalam hatinya.
Kedua Grandmaster tersenyum bangga melihat serangan Albert. "Akhirnya Albert mengeluarkan kekuatannya". Ucap Black Jack.
Mendengar perkataan Black Jack, Tianus mengangguk dan berkata "Albert pasti akan membunuh orang itu". Terlihat tatapan tajam di wajah Black Jack.
__ADS_1
"Duarrr" Liu Yan menahan pukulan Albert dengan kedua telapak tangannya.
Akan tetapi Liu Yan merasa berat menerima pukulan Albert.Tubuhnya mundur 7 langkah. Wajah Liu Yan terlihat sangat terkejut.
Liu Yan merasakan kedua tangannya keram menahan pukulan Albert.
"Ternyata orang ini sangat kuat, apakah itu kekuatan aslinya?" Gumam dalam hati Liu Yan, wajah yang sangat serius nampak dari Liu Yan, ia dengan seksama kembali menatap Albert dengan keseriusan.
Kini Albert menghilang lagi di tempatnya, batu di sekitarnya hancur, lubang terlihat di tempat Albert berdiri, membentuk jaring laba laba.
Aura yang di keluarkan Albert sangat kuat, orang orang yang melihatnya langsung bertekuk lutut. mereka tidak mampu menahan Aura Albert. "Ini, ini, kekuatan macam apa ? kenapa seperti ini ? Tekanannya sangat kuat !" Ucap seseorang yang sedang menyaksikan pertarungan tersebut.
Hanya Xin Chen dan kedua Grandmaster yang biasa biasa saja merasakan aura Albert. Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh aura yang dipancarkan Albert, hal ini sudah biasa untuk Xin Chen dan kedua grandmaster
Para pembunuh yang di tahap master sangat
merasakan tekanan kuat dari Aura Albert. Wajahnya sangat serius. Mereka melepaskan kekuatannya untuk mengimbangi aura Albert.
Seberkas cahaya nampak di depan Liu Yan, melihat hal itu, Liu Yan langsung menghadang dengan pukulan kuat.
"Duarrrr", pukulan Liu Yan bertemu dengan pukulan Albert.
Orang orang tercengang. "Kenapa bisa seperti itu ? Bu, bukankah itu hanya sebuah cahaya menyilaukan ? Kenapa bisa berubah menjadi orang itu ?" Kata seorang pria yang melihat kejadian itu. Yang lain melihat keadaan seperti itu, seakan akan mereka mau pingsan akibat terkejut.
Ledakan kuat terdengar dari kedua petarung. Debu debu berhamburan, tahap master ke bawah dan orang orang lemah. sangat berat menahan ledakan itu. Ada beberapa orang pingsan di tempat, sebagian lagi memuntahkan darah, akibat ledakan itu.
"Ini, ini sangat mengerikan, apakah mereka semua para Dewa ? kekuatannya sangat mengerikan. Aku seperti sedang menonton sebuah film saja, sulit rasanya untuk dipercaya" Ucap seorang wanita.
Darah keluar dari sudat mulutnya. Felix merasakan ketakutan.
Dirinya bergumam kecil, "Kenapa kekuatan mereka sama sama kuat, apakah mereka masih manusia biasa ?"
Dengan penuh emosional. Felix berkata kepada kedua grandmaster master "Apakah Albert akan menang ?"
Mendengar pertanyaan Felix. Tianus tersenyum sinis kepada Felix,
lalu berkata. "Apakah kamu meragukan Albert ?" Tianus mengeluarkan aura untuk menekan Felix akibat keraguannya terhadap Albert.
Liu Yan tidak ingin berlama lama. Dirinya kembali menyerang Albert dengan tendangan. Albert menahan dengan menyilangkan kedua tangan menahan tendangan Liu Yan.
Tubuhnya mundur 3 langkah.
Albert tercengang melihat kemampuan
Liu Yan. Dirinya sudah mengerahkan 90 persen kekuatannya tapi pihak lawan masih dapat menahan serangan.
Liu Yan mencibir, "Apa sudah habis kemampuan kamu? Aku akui kekuatanmu juga sedikit hebat, namun kamu tidak layak melawanku"
Mendengar perkataan Liu Yan. Tianus memicingkan matanya.
__ADS_1
Dengan segera Tianus menjentikkan jarum beracun ke arah Liu Yan.
"Ting, Ting" Terdengar suara benturan besi. Albert dan Liu Yan tercengang. "Apa yang terjadi ? Mengapa ada suara benturan besi ?"
Semua orang ikut kebingungan.
Mereka mendengar benturan keras, akan tetapi benturan keras itu tidak terlihat.
Wajah Tianus merah, jarum beracun yang di arahkan ke Liu Yan dapat di patahkan.
Tianus melihat ke arah Xin Chen, Xin Chen tersenyum menghina.
Xin Chen dapat mengetahui Liu Yan akan mendapatkan masalah besar. Sejak dari tadi dirinya waspada, diam diam melindungi Liu Yan dari serangan pihak lawan.
Setelah serangannya di patahkan oleh
Xin Chen. Tatapan Tianus menjadi dingin, pandangannya sangat dalam
melihat Xin Chen.
Liu Yan menatap Xin Chen, Xin Chen mengangguk kecil, Liu Yan kini memahami sesuatu baru saja terjadi. Liu Yan menatap Albert, lalu menghilang. Debu debu berhamburan. Tanah yang berada di bawah kakinya berlubang.
Liu Yan meningkatkan kekuatannya.
"Wush, wush". terdengar suara. Liu Yan sudah berada di depan Albert. Pukulan di lancarkan. Albert menahan pukulan Liu Yan dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Duarrrr". Suara benturan dua kekuatan sangat menakutkan, kerikil-kerikil beterbangan ke mana mana.
Walaupun sudah menahan pukulan Liu Yan dengan kedua tangannya, akan tetapi kekuatan Liu Yan sangat kuat.
Tubuh Albert melayang.
"Krakkkk". Terdengar suara patah tulang, kedua tangan Albert patah, tulang2nya saling menyilang. sebagian tulangnya remuk. Seteguk darah di muntahkan untuk kedua kalinya. Tubuhnya sangat lemah.
Albert tidak menyangka dirinya di kalahkan seseorang dari negara Hua Xia.
Black Jack dan Tianus tercengang melihat Albert di kalahkan oleh Liu Yan. Mereka menahan kemarahannya. Albert menahan rasa sakit yang luar biasa. Demi menjaga marwahnya sebagai grandmaster. Albert tidak ingin berteriak dan memilih untuk diam menahan rasa sakit.
Melihat Albert di kalahkan, tubuhnya terluka parah. Felix ketakutan. Dirinya mematung melihat Albert memuntahkan seteguk darah. Kedua tangannya telah di patahkan.
Black Jack yang tingkatan beladirinya di atas Albert, langsung menyerang Liu Yan tanpa ampun.
Pisau pisau beterbangan menuju Liu Yan dengan kecepatan tidak dapat di lihat oleh grandmaster biasa.
Pisau pisau itu berjarak 2 meter dari Liu Yan. Liu Yan tidak dapat menghindari pisau pisau yang mengarah kepadanya.
Pisau itu di rancang dengan Kultivasi tinggi, sehingga tidak mampu di hindari.
"Ting ting"
__ADS_1
Terdengar benturan sangat keras.
Pisau pisau itu jatuh ke lantai.