
Gu Zou mencibir, orang orang ini harusnya tidak di berikan kehidupan selanjutnya. Akan tetapi Panglima Tertinggi Dewa Perang sangat bermurah hati menghadapi orang orang lemah di bawahnya.
Selama seseorang tidak menyentuh batasan Panglima Tertinggi Dewa Perang, maka orang itu tidak akan menemui Kematiannya.
Panglima Tertinggi Dewa Perang Utara sangat berhati-hati menghilangkan nyawa seseorang. Selama hal itu masih bisa di toleransi oleh Panglima Tertinggi Dewa Perang Utara, maka akan di berikan pengampunan.
Gu Zou lanjut berkata, " Sepertinya orang yang memakai baju Tang memiliki Kultivasi yang cukup tinggi. Aura yang terlihat di tubuhnya seorang Grandmaster.
Seorang Tetua yang rambutnya sudah banyak yang memutih bertanya, " Apa benar ini alamat orang yang menganiaya kamu ?
Iya Kakek.
Jawab Huang Lu
Di sini alamat orang itu. Huang Lu berkata kepada salah seorang pengawal. Kung Pao, Mari ke sini.
Dengan tergesa gesa, Kung Pao berlari ke hadapan Huang Lu.
Apa benar alamat yang kamu selidiki tepat di sini ? Tanya Huang Lu.
Iya Tuan Muda.
Jawab Kung Pao sambil membungkuk. Kung Pao lanjut berkata, " Villa ini sudah 3 kali aku selidiki kalau orang yang menyakiti Tuan Muda Huang tinggal di sini.
Pria Tua itu mengangguk kecil mendengar perkataan Kung Pao. Sudah, kembalilah ke tempatmu.
Segera salah seorang Pria Tua di sampingnya Huang Lu melepaskan Aura sangat kuat mengelilingi Villa.
Orang orang lemah langsung merasakan beban yang sangat berat di tubuhnya. Tekanannya sangat kuat. Seketika Pasukan Khusus dan Pasukan Kilat mengeluarkan Aura untuk melindungi orang orang yang berada di dalam Villa.
Melihat ada sekelompok orang yang melepaskan Aura kuat untuk melawan tekanan. Mata Pria Tua itu terlihat tajam.
Dia pun bergumam. Ternyata di kediaman ini memiliki orang orang yang sangat kuat. Aku harus berhati hati sebelum bertindak.
Seorang Pria Tua memakai baju Tang bernama Fanjiang berkata, " aku akan bertanya lebih dahulu kepada penjaga gerbang.
Siapa pemilik Villa ini ?
Tanya Fanjiang
Anda siapa ? Mengapa ingin mengetahui pemilik gerbang ini ?
Penjaga gerbang balik bertanya.
Fanjiang menjawab. Kenalkan aku Tuan. Namaku Fanjiang. Aku di utus dari keluarga Huang untuk bertemu dengan pemilik Villa ini.
Xin Chen mampu mendengar percakapan orang orang di luar gerbang. Xin Chen mengerutkan keningnya.
Kekuatan orang ini sangat tidak asing. Tekanan Aura cukup familiar kurasakan. Aku harus segera menemuinya.
Gu Zou berkata, " Aku akan menemui orang itu. Seketika Gu Zou menghilang di tempatnya, di ikuti ke tiga Pasukan Khusus lainnya.
Gu Zou telah muncul di hadapan penjaga gerbang. Di susul Pasukan Khusus lainnya bermunculan.
Semua mata yang melihat adegan ini tercengang. Pengawal Huang Lu tidak dapat berkata kata. Matanya melotot melihat adegan itu.
__ADS_1
Salah seorang Tetua Young Kwang memicingkan matanya melihat kedatangan Gu Zou dan beberapa orang.
Kemunculan Gu Zou tidaklah biasa. Membuat orang orang di sekitarnya terkejut.
Gu Zou berkata, " Tuan, Ada apa mengunjungi kediaman ini ? Apa perlu anda datang kemari ?
Hei,, apa kamu ingin menyembunyikan orang yang telah menyakitiku. Cepat suruh orang itu keluar. Kalau tidak. Jangan salahkan kami jika tidak sungkan mengobrak abrik Villa ini.
Plakkk,,,
Tubuh Huang Lu mundur 3 langkah kebelakang. Wajahnya bengkak dapat tamparan dari Tetua Fanjiang Kwang. Jika kamu tidak tutup mulutmu, maka aku akan membunuhmu.
Rasa sakit membuat Huang Lu menjadi ketakutan. Dirinya tahu kalau Tetua Fanjiang pasti akan melakukannya jika dirinya melanggar
Tetua Young Kwang berkata, "Maaf Tuan ketidaksopanan anak ini".
Gu Zou melihat anak itu tertunduk patuh.
Ada apa kalian mencariku ?
Terdengar suara yang begitu berwibawa. Semua orang menoleh ke sumber suara.
Xin Chen melangkah ke depan Tetua Young Kwang. Semua orang melihat Xin Chen berdiri di depan seorang Pria Tua yang begitu berwibawa.
Banggg,,,
Tetua Young Kwang dan Tetua Fanjiang terkejut melihat Xin Chen.
Serentak mereka berdua membungkuk memberikan hormat kepada Xin Chen.
Hormat kepada Panglima Tertinggi Dewa Perang Utara.
Bruukkk,,,
Lutut Huang Lu menyentuh tanah. Melihat Huang Lu berlutut, Para pengawalnya ikut berlutut secara bersamaan.
Melihat kondisi mereka yang begitu ketakutan. Penjaga gerbang ikut ketakutan. Kini mereka menyadari siapa pemilik Villa sebenarnya. Selama ini mereka tidak menyangka Xin Chen seorang Panglima Tertinggi Dewa Perang Utara.
Semua orang penuh rasa takut kecuali Pasukan Khusus tetap bersikap tenang.
Xin Chen melangkah ke arah Young Kwang lalu berkata, " Tuan Young lama tidak berjumpa.
Young Kwang salah satu yang ikut ketika ada pertemuan besar pemerintah di Utara untuk menyambut kemenangan.
Young Kwang dan Fanjiang berempat ke Utara pada saat itu.
Maaf Panglima. Kami datang dengan cara seperti ini. Jika bukan karena sikap arogan anak ini. Kami tentunya tidak akan menyinggung Panglima.
Sudahlah.
Ucap Xin Chen, ini hanya sebuah kesalahpahaman.
Panglima. Terima kasih banyak atas kebaikannya. Ucap Tetua Fanjiang.
Mulai sekarang kalian jangan memanggilku Panglima di depan orang orang. aku ingin identitasku tidak di ketahui orang lain, Terutama di depan Keluargaku.
__ADS_1
Baik Panglima
Kembalilah kalian. Temui Tuan Besar Huang. Sampaikan kepadanya untuk memberikan hukuman kepada anaknya sendiri dan jangan menyebarkan identitasku.
Kami permisi Panglima Muda. Segera Young Kwang dan lainnya meninggalkan Puncak Lingfung.
Xin Chen tersenyum dan berkata, " Kalian berjaga jaga di Villa selama aku ke Utara. Baik, Panglima Muda.
Xin Chen mengeluarkan beberapa ramuan tradisional untuk mereka konsumsi agar Kultivasi mereka cepat meningkat.
Sebuah minibus melaju kencang memasuki Puncak Lingfung. Di dalam mobil itu ada 7 orang Para Pembunuh menuju ke Villa Xin Chen. Beberapa menit kemudian mobil itu berhenti tepat di depan gerbang Villa.
Seseorang turun dari mobil minibus dengan Aura sangat kuat.
Melihat sekelompok orang turun dari mobil. Xin Chen tersenyum melihat mereka. Ketua Pembunuh berkata, " Tuan Chen, kami telah tiba". Maaf kami sedikit terlambat.
Terima kasih banyak atas kedatangan kalian. Aku harap setelah kepergianku ke Utara kali ini. Kalian bisa menjaga orang orang terdekatku.
Baik Tuan Chen. Tuan jangan khawatir. Jika ada musuh kami akan mati lebih dahulu sebelum musuh menyentuh Keluarga Tuan.
Xin Chen tersenyum puas mendengar perkataan mereka.
Xin Chen berkata," baiklah Tuan Tuan". Aku segera berangkat ke perbatasan Utara. Mohon kalian menjaga Keluargaku dengan baik.
Xin Chen mengepalkan kedua tangannya menghadap ke Pasukan Kilat, Pasukan Khusus dan ke tujuh Para Pembunuh.
Xin Chen masuk ke mobil menuju ke pangkalan militer terdekat untuk menaiki helikopter menuju Utara.
Di dalam Villa, Fei Yun bertanya, Ibu, Ayah. Kapan kak Xin Chen pulang ?
Mendengar pertanyaan Fei Yun. Fei Hung dan istrinya tertawa kecil melihat kecemasan
Fei Yun.
Xin Chen pergi hanya sebentar menangani sebuah urusan perusahaan. Dia pasti segera kembali setelah urusannya selesai.
Hati Fei Yun sedikit membaik setelah mendengar penjelasan orang tuanya.
Perasaanku mengapa begitu khawatir terhadap Xin Chen. Bisik hati Fei Yun. Wajahnya memerah memikirkan Xin Chen.
Fei Hung berkata, " Bulan depan kalian akan kami nikahkan.
Setelah Xin Chen selesaikan urusannya, Paman Jung, Bibi Lie Lian dan Ayah sepakat menikahkan kalian bulan depan. Kami sudah melihat waktu yang baik buat pernikahan kalian.
Wajah Fei Yun semakin berseri seri. wajahnya semakin memerah. Perasaan malu terlihat dari wajahnya.
Xin Chen telah berada di dalam sebuah helikopter canggih di kawal 3 Pesawat tempur yang mengelilingi helikopter.
Di dalam helikopter terdapat 4 orang petrung menuju Utara.
Panglima Muda.
Tegur seorang pria berumur 40 tahun. terlihat garis wajahnya yang kuat. Tubuhnya mengeluarkan Aura Kuat.
Xin Chen dapat melihat tingkat Kultivasi dalam tubuhnya.
__ADS_1
Jan Bao, tegur Xin Chen. Kini Kultivasimu semakin tinggi. Kamu ternyata tidak mengecewakanku.
Kultivasi Jan Bao sudah berada di Alam Beladiri Qindong Tahap Puncak dan salah seorang bawahan lainnya memiliki kekuatan yang sama dengan Jan Bao.