Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 21 Hotel Greenpark


__ADS_3

Xin Chen dan Paman Fei sedang menikmati secangkir teh. Rasa tehnya sangat harum. Bau teh sangat lembut. Teh yang berusia 100 tahun lebih di simpan oleh leluhur Bibi Lie Lian.


Paman Fei berkata kepada Xin Chen. "Ponakanku Xin Chen. Sebenarnya apa yang telah kamu sembunyikan dari kami berdua? Mengapa uang yang kamu miliki sangat banyak dan selama beberapa tahun ini kamu kemana saja ?"


Xin Chen bersikap tenang mendengar pertanyaan demi pertanyaan dari Paman Fei. Bibi Lie Lian menatap Xin Chen dengan penuh kasih sayang dan penasaran. Xin Chen berpikir dalam diamnya. Statusnya sangat sensitif dan dampaknya sangat mengerikan kepada mereka.


Dirinya menarik nafas panjang, lalu menjawab "Paman, Bibi ! Aku seorang tentara aktif dan memiliki bisnis properti selama ini. Uang yang ada padaku, seorang pengusaha kaya raya telah memberikan sejumlah uang yang sangat banyak kepadaku. Uang itu sebagai tanda terima kasih telah kuselamatkan seluruh keluarganya dari kematian".


Mendengar penjelasan Xin Chen, Paman Fei dan Bibi Lie Lian merasa tenang. Karena ada sesuatu yang ingin Xin Chen selesaikan.


Xin Chen pamit kepada Paman Fei dan Bibi Lie Lian.


Xin Chen berkata, "Paman, Bibi!. Aku ada urusan yang ingin kuselesaikan.


Paman dan Bibi bisa memanggil pelayan rumah bila memerlukan sesuatu.


Aku tinggal sebentar yah!".


Melihat Xin Chen ingin pergi, Bibi Lie Lian berkata, "Xin Chen, besok kita akan berkunjung ke rumah saudara pamanmu. kamu jangan lupa"


"Baik Bibi".


Jawab Xin Chen.


Di tengah perjalanan Xin Chen menghubungi Liu Yan.


"Kring,,, kring,,, kring"


Xin Chen menelpon Komandan Liu Yan.


"Haloo Panglima Muda !"


Terdengar suara Liu Yan di ujung telepon menjawab.


Xin Chen berkata, "Komandan Liu, selidiki siapa dalang seseorang yang telah menyerang Paman dan Bibiku !".


"Banggg"


Mendengar ucapan Xin Chen, Liu Yan tercengang.


Berbisik di dalam hati.


"Bajingan mana yang begitu berani mengusik keluarga Panglima Muda ?".


Liu Yan menjawab.


"Baik Panglima Muda". Segera kuselidiki.


Mendengar jawaban Liu Yan.


Xin Chen lanjut berkata, "Pelakunya telah di tangkap oleh pasukan Khusus yang menjaga Paman dan Bibiku.


Interogasi dia dan informasikan kepadaku!".


"Baik Panglima Muda. Segera aku selediki".


Xin Chen mematikan telepon.


Mobil Xin Chen melaju ke hotel Greenpark. tempat Long'er menginap.


Xin Chen memarkirkan mobilnya di halaman hotel. Xin Chen dapat mendengar keributan di ruang tunggu tamu hotel.


Segera Xin Chen melangkah untuk melihatnya.


"Bunuh dia !".


Terdengar suara pria memerintahkan untuk membunuh seseorang.


"Baik Tuan Muda".


Xin Chen telah berada tidak jauh dari sekelompok orang yang membawa senjata tajam dan tongkat sekitar 7 langkah.


Sekelompok orang orang itu tidak menyadari Xin Chen melihat mereka.


Mereka menganggap Xin Chen seperti tamu yang lain, datang melihat pertengkaran.


"Tuan!" Ucap seorang Manager hotel bernama Feng Liang, lalu melanjutkan perkataannya.


"Maaf Tuan.

__ADS_1


Bukannya aku tidak membolehkan Keluarga Luo menyewa hotel Greenpark untuk beberapa hari.


Akan tetapi hotel ini telah penuh dan sebagian besar tamu hotel telah membayar biaya menginap untuk beberapa hari kedepannya".


"Aku tidak peduli !" Seorang lelaki setengah baya terlihat marah bernama Dunglong.


"Sebutkan angkanya! Aku akan menggantikan kerugian mereka". Ucap Dunglong.


Dia seorang utusan dari Keluarga Luo untuk menyewa hotel Greenpark selama 3 hari.


"Tuan Dunglong, sangat di sayangkan. Sungguh aku mohon maaf. Ini bukan masalah ganti rugi, akan tetapi para tamu hotel di sini tujuannya untuk menikmati


alam Desa San San.


Mereka turis dari luar Provinsi. Mereka tidak menginginkan ganti rugi, lagipula merekalah yang lebih dulu menyewa hotel".


Manager Hotel Feng Liang tidak berani mengusir tamu Hotel.


Apabila terjadi hal tidak di inginkan oleh salah satu tamu hotel, maka reputasi hotel Greenpark akan rusak.


Tamu hotel kebanyakan turis dari luar Provinsi. Mereka orang orang pemerintahan.


Memikirkan hal ini. Manager Hotel tidak berani mengusir mereka.


Dunglong semakin tidak senang mendengar penjelasan manager hotel.


"Aku berikan waktu setengah jam untuk kalian mengusir mereka, jika tidak jangan salahkan aku tidak sungkan padamu, kamu akan merasakan kematian yang mengerikan".


Tubuh Manager Feng Liang penuh dengan aura ketakutan. Dirinya dilema keadaan seperti itu. "Baik Tuan, Baik Tuan".


Ucap Manager Feng Liang. Dengan rasa berat dan khawatir.


Manager Feng Liang memberanikan diri untuk mengusir tamu hotel, akan tetapi mendapati perlawanan.


Mendengar perkataan Manager Feng Liang.


Long'er dan beberapa tamu hotel merasa keberatan. Alasannya mereka masih status tamu hotel dan telah membayar sewa hotel untuk beberapa hari kedepannya.


Manager Feng Liang sangat frustasi menghadapi hal ini. Dirinya sampai memohon agar tamu Hotel meninggalkan Hotel Greenpark.


Manager menceritakan bahaya yang di hadapi kalau hotel Greenpark tidak di kosongkan segera.


Semua Hotel di Desa San San dan Desa lainnya sudah penuh dan jaraknya cukup jauh untuk destinasi wisata.


Hotel Greenpark sangat strategis untuk menikmati alam Desa San San.


Memikirkan hal ini Long'er berkata "Tuan Manager, biarkan aku yang berbicara dengan orang itu".


Long'er melangkah menemui Tuan Dunglong. "Maaf Tuan. Kami para tamu Hotel tidak akan meninggalkan Hotel ini.


Bisakah Tuan tidak menyakiti Manager Hotel ?


Kami akan sangat berterima kasih kepada Tuan jika kami tetap di Hotel Greenpark".


Dunglong memicingkan matanya setelah mendengar penjelasan Nona Long'er.


Dunglong berkata acuh tak acuh.


"Kalian segera tinggalkan Hotel ini dan aku akan menggantikan kompensasi kepada kalian".


Manager berkata, "Tuan Dunglong. Tuan telah mendengar perkataan tamu bukan ?


Maafkan aku Tuan.


Hotel ini tidak dapat aku sewakan kepada Keluarga Luo".


Manager Feng Liang membungkukkan tubuhnya sebagai permohonan maafnya.


Dunglong semakin marah melihat tamu Hotel yang tidak ingin pergi.


Dunglong memerintahkan pengawal untuk mengusir semua tamu Hotel.


Segera semua pengawal memaksa tamu meninggalkan Hotel.


Para pengawal mendapati penolakan keras dari beberapa tamu Hotel.


Melihat tamu Hotel tidak ingin pergi. Manager Feng Liang berkata, "Tuan,, tuan tolong jangan berbuat kasar mereka semua adalah tamu di hotel kami".


Melihat sifat Manager Feng Liang memiliki sifat moral dan baik. akan tetapi Dunglong memaksanya untuk mengusir tamu.

__ADS_1


Xin Chen tidak senang dengan utusan keluarga Luo.


Salah seorang dari pengawal dengan kecepatan tinggi, melancarkan pukulan mengarah ke wajah Manager Feng Liang


"Bak,,buk,,"


Terdengar suara pukulan. Tubuh Manager Feng Liang itu tetap berdiri penuh ketakutan. Orang orang yang melihat kejadian itu tercengang.


"Banggg"


"Bukankah kecepatanku sangat tinggi


Me,,, Mengapa,,,,? Dia mampu memblokir pukulanku dengan mudah ?".


Tidak satupun dari mereka melihat Xin Chen yang melakukan hal itu.


Detik berikutnya sosok Xin Chen berdiri di belakang para pengawal Dunglong.


Orang orang yang melihat Xin Chen merasa bingung.


Dunglong melihat keberadaan Xin Chen bertanya dalam hati.


"Sejak kapan pemuda itu ada disana ?".


Long'er menatap Xin Chen dari jarak 11 langkah. Penuh keterkejutan berkata, "Sejak kapan Tuan Chen berada di belakang orang orang itu ?"


Wajah Long'er sedikit tampak bingung dan memerah.


Dunglong berkata dengan suara keras. "Hei Anak muda apa yang kamu lakukan di belakang kami ?".


Wajah Xin Chen datar memandang Dunglong.


Dunglong memerintahkan semua pengawal yang berjumlah 23 orang untuk menyakiti para tamu agar mereka segera meninggalkan Hotel.


Semua pengawal bergerak menggunakan senjata tajam untuk menyakitil tamu.


Long'er sangat ketakutan. Shiao Yu yang sedari tadi terdiam menatap tajam pengawal yang menuju ke arah Long'er.


Sekitar 4 orang pengawal memegang golok, siap mengancam Long'er.


Shiao Yu yang merupakan Master tingkat 2 tiba tiba bergerak ke hadapan Long'er.


Melihat pergerakan Shiao Yu.


Xin Chen tersenyum melihatnya.


Xin Chen tidak ada niat membantu Shiao Yu, semua itu bertujuan untuk melatih kemampuan Shiao Yu dalam menghadapi pengawal itu.


Melihat seorang wanita menghadang mereka. Keempat pengawal mengarahkan pukulan tongkat ke tubuh Shiao Yu secara bersamaan.


"Bak, buk, bak, buk"


Tubuh keempat pengawal melayang


5 langkah.


Terlihat kaki yang ramping dari Shiao Yu masih di atas menendang pengawal tersebut.


Long'er tercengang.


Dirinya tidak menyangka kalau Shiao Yu pandai beladiri.


Selama ini Shiao Yu hanya terlihat wanita cantik yang sangat sopan, tampak dari tubuhnya tidak terlihat seorang wanita yang bisa beladiri.


Dunglong semakin marah.


"Bunuh !" Melihat keempat pengawal di jatuhkan.


Pengawal yang lain segera menyerang Shiao Yu secara bersamaan.


Ada 7 pengawal menyerang Shiao Yu. Dengan tatapan membunuh, mereka mengarahkan pedang ke kepala Shiao Yu.


"Bak, buk, bak, buk"


Satu demi satu pengawal mundur 5 langkah, pukulan dan tendangan Shiao Yu mendarat di tubuh mereka.


Mereka memuntahkan seteguk darah. Melihat perkelahian Shiao Yu, Long'er sangat ketakutan.


Jika terjadi sesuatu terhadap Shiao Yu, Long'er tidak dapat melindungi dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2