Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 39 Kemunculan Dexter


__ADS_3

Tanpa banyak berbicara. Xin Chen kembali menyerang Pasukan Bayangan.


Pasukan bayangan merasa tekanan semakin terasa dari Xin Chen.


Dengan kecepatan tinggi Xin Chen menuju salah seorang dari Pasukan Bayangan bernama Zhou Wei yang berada di Alam Beladiri Yusen Tahap Puncak.


Xin Chen telah berdiri di depannya sedang mengayunkan pukulan kepada Zhou Wei. Zhou Wei menyilangkan kedua tangannya menahan pukulan dari Xin Chen. Tubuh Zhou mundur 11 langkah.


Kedua tangan Zhou Wei terasa keram, mati rasa menjalar naik ke pundaknya.


Dirinya merasa sangat takut. Pukulan ini sangat mematikan bagi Alam Yusen. Aura Xin Chen sangat mendominasi keadaan. Seorang pria Paruh Baya bernama Jinliung yang berada di Alam Beladiri Yitian Tahap Awal.


Segera tubuh Jinliung mengarah ke Xin Chen dengan kekuatan sangat mengerikan. Tanah dan bebatuan beterbangan.


Pukulan Jinliung mengarah ke wajah Xin Chen.


Buk, bak, buk, bak.


Pukulan demi pukulan di arahkan ke Xin Chen. Xin Chen menangkis dengan pukulan.


Bang,, bang,, bang,,


Terjadi ledakan di sekitar mereka. Aura Jinliung sangat kuat, Angin semakin kuat memutari tubuhnya.


Melihat Xin Chen tidak mengalami luka sedikitpun, bahkan bajunya tidak ada yang robek, hanya debu debu yang menempel di baju Xin Chen.


Jinliung menyadari kekuatan lawan. Dia terlalu kuat bagiku, gumam Jinliung dalam hati.


Aku akan meningkatkan kekuatanku. Jinliung membuat formasi di jari jemarinya, Jurus rahasia Jinliung di gunakan.


Dirinya memaksakan meningkatkan kekuatannya ke Tahap Puncak.


Haaaa,,,


Teriak Jinliung merasakan tubuhnya akan terkoyak.


Xin Chen memicingkan mata menatap perubahan Jinliung.


Senyum mengejek terlihat di wajah Xin Chen.


Melihat ekspresi Xin Chen yang tampak acuh tak acuh. Lai Yuntian sedikit cemas.


Sepertinya pemuda itu meremehkan kekuatan Jinliung. Dari awal pemuda itu mengeluarkan Aura sangat mengerikan.


Mampukah Jinliung menghadapi Pemuda itu ? Gumam Lai Yuntian.


Cepat bantu Jinliung. Perintah Lai Yuntian kepada Duo Maia.


Baik ketua,"


Jawab Duo Maia.


Seketika Duo Maia menghilang di tempatnya, Tubuhnya mengarah ke Jinliung. Duo Maia muncul di samping Jinliung, lalu berkata," Kita serang secara bersamaan.


Kekuatan tempur Duo Maia berada di Alam Beladiri Yusen Tahap Puncak. Duo Maia menyilang nyilangkan kedua jarinya, meningkatkan kekuatannya dengan jurus Rahasia.


Banggg,,


Tanah di bawahnya hancur berhamburan


Urat uratnya terlihat, otot ototnya membesar.


Duo Maia meningkatkan kekuatannya, samar samar memasuki Alam Duyun Tahap Awal. Mata Duo Maia memerah menatap Xin Chen.


Pandang Xin Chen terlihat tajam, senyuman di wajah Xin Chen mencekung. seakan ada perasaan menghina.


Xin Chen mencibir,"


Apa Negeri Sangyang tidak memiliki Beladiri yang terbaik ?


Hanya mengirim sekumpulan semut.

__ADS_1


Apa seperti ini kemampuan yang kalian miliki ?


Sebaiknya kalian semua bekerja sama.


Jika hanya ini yang kalian tunjukkan kepadaku.


Sebaiknya kalian pulang ke Negeri kalian. Aku berikan waktu 5 menit untuk meninggalkan Puncak Lingfung.


Kembalilah ke Negeri Sangyang sekarang juga.


Wajah mereka memerah mendengar penghinaan Xin Chen.


Anak muda,!


Sehebat apa dirimu, sampai sebegitu sombongnya di hadapan kami ?


Ucap seorang dari Pasukan Bayangan bernama Shunyuan.


Bunggg,,,


Seketika batu di bawahnya pecah dan beterbangan. Shunyuan mengeluarkan kekuatannya di Alam Yitian.


Semua merasakan tekanan sangat kuat, serasa gunung besar di atas pundak mereka.


Jinliung berteriak,"


Bajingan. Kamu tidak layak melawan petarung hebat Negeri Sangyang.


Husss,,,


Jinliung menghilang di tempatnya menyerang Xin Chen. Melihat Jinliung mengarah ke Xin Chen. Duo Maia tidak ingin berdiam diri, dirinya ikut menerjang Xin Chen.


Mereka berdua berada di Alam Yusen Tahap Puncak. Mereka mengeluarkan Aura mengerikan. Pukulan mereka mengarah ke Xin Chen.


Xin Chen berkata," Tidak tahu diri. Kemampuan kalian masih sangat lemah. Pukulan kedua Pasukan Bayangan berjarak 2 meter dari Xin Chen.


Bang, bang, bang,


Seseorang berdiri, terlihat samar samar menahan pukulan kedua Pasukan Bayangan Jinliung dan Duo Maia.


Kedua pukulan Jinliung dan Duo Maia menghantam sesuatu yang sangat keras. Mereka berdua sedikit terkejut, melihat seorang yang menahan pukulannya.


Sosok Pria berdiri di hadapan Xin Chen. Seorang Pria gagah, putih dan berotot sedang berdiri membelakangi Xin Chen.


Xin Chen mengerutkan keningnya. Ternyata Pria itu yang menahan pukulan Pasukan Bayangan.


Merasakan momentum kuat dari seorang Pria itu. Jinliung dan Duo Maia mundur beberapa langkah.


Pasukan Bayangan terkejut. Mengapa ada pria Asing membantu seorang Pemuda di Hua Xia !.


Siapa sebenarnya Pemuda itu ?


Dexter berbalik badan menatap Xin Chen, Lalu membungkuk.


Tuan Muda," Sapa Dexter


Xin Chen mengernyit melihat perubahan Dexter begitu cepat. Xin Chen tidak menyangka Dexter ingin membantunya. Walaupun Xin Chen mampu mengalah Pasukan Bayangan, tapi tidak di sangka Dexter ingin membantu Xin Chen secepat itu.


Dexter belum bangkit dari hormatnya. Dirinya masih membungkuk.


Bangunlah ucap Xin Chen.


Dexter bangkit lalu berkata. Terima kasih Tuan Muda.


Lalu Dexter lanjut berkata,"


Tuan Muda,, Maafkan aku terlambat datang.


Tidak apa apa,, Ucap Xin Chen.


Tak, tak, tak.

__ADS_1


Suara langkah Dexter.


Dexter yang tadinya di kirim oleh negara di Eropa untuk membunuh Xin Chen. Ternyata di kalahkan oleh Xin Chen, dan di berikan pengampunan. Dan kini Dexter berbalik ingin mendekatkan diri ke Xin Chen.


Siapa di antara kalian yang ingin cepat menemui Raja Neraka Azura ?


Ucap Dexter.


Seluruh Pasukan Bayangan menatap Dexter dengan lekat. Lai Yuntian berbisik kecil, Siapa pria asing itu ?


Mengapa dia begitu hormat kepada Dewa Perang Utara ?


Identitas Xin Chen telah di ketahui Lai Yuntian dan sekelompok Pasukan Bayangan.


Wu Cian menatap Dexter dengan Aura yang mengerikan. Segera Wu Cian pancarkan Aura untuk mengunci Dexter.


Merasakan tekanan kuat dari seseorang yang sangat kuat. Dexter tidak akan gegabah.


Dexter mengeluarkan Aura Alam Beladiri Duyun Tahap Puncak. Beban berat di pundak segera lebih ringan. Perbedaan tingkatan beladirinya sangat jauh. Selisih 2 Alam. Walaupun masih merasakan tekanan kuat. Dexter tatap bisa bergerak.


Melihat Wu Cian sedikit tidak nyaman menekan Dexter, Reng Ding membantu menekan Dexter. Bahu Dexter seperti ada gunung yang berusaha menekan dirinya. Dua Alam Beladiri Yitian Tahap Akhir menekan Dexter.


Lutut Dexter hampir menyentuh tanah. Xin Chen memancarkan Aura lebih kuat untuk menahan tekanan Aura Wu Cian dan


Reng Ding. Aura Xin Chen melindungi Dexter. Dexter merasa sedikit nyaman.


Mata Dexter penuh kebencian. Tubuhnya menghilang. Tanah di bawahnya hancur berantakan.


Debu debu beterbangan, tanah di bawahnya berlubang membentuk cekung. Dexter melayang menuju Reng Ding dengan sangat cepat.


Mati kau,"


Ucap Dexter dengan penuh amarah. Aura di tubuhnya membuat angin berwarna kuning.


Dexter menyerang Reng Ding. Melihat situasi Dexter.


Dexter sedikit agresif, Xin Chen tersenyum dan membiarkan Dexter bertempur dengan Pasukan Bayangan. Semua itu demi mengasah kekuatannya yang tersembunyi.


Tidak tahu diri sangat lemah. memaksakan diri untuk bertarung, Ucap Reng Ding


Reng Ding ikut Memaksakan diri meningkatkan kekuatannya. Reng Ding berusaha menaikkan kekuatannya di Alam Beladiri Yitian Tahap Puncak.


Jarak Dexter sangat dekat. Pukulan di arahkan ke dada Reng Ding.


Banggg,,,


Pukulan Reng Ding di arahkan untuk menghalau serangan Dexter. Pukulan saling bertemu.


Bang, bang, bang,


Suara ledakan sangat menyakiti telinga.


Dexter mundur 7 langkah. Wajahnya terlihat pucat. Reng Ding tetap berdiri di tempatnya. Kekuatan mereka selisih 2 Alam. Dexter memuntahkan darah segar. Rasa sakit dari kekuatan penghancur Reng Ding


Melihat Dexter terluka. Reng Ding mencibir," Kamu cepat berlutut. Maka masalah hari ini kuanggap selesai. Ternyata orang orang Negeri Sangyang hanya biasa biasa saja. Reputasinya sangat buruk.


Dengan penuh kebencian. Aura Wu Cian keluar, penuh dengan tekanan berat. Wu Cian menghilang di tempatnya. Pukulan di arahkan ke Dada Dexter.


Sebuah bayangan menghadang pukulan Wu Cian. Xin Chen berdiri tepat di depannya. Dexter tercengang. Sejak kapan Pemuda itu berada di hadapan pria itu ?


Ucap Wu Cian.


Wu Cian segera menyerang Dexter untuk kedua kalinya. Tubuhnya menghilang, terlihat bayangan menuju ke Dexter. Kekuatannya di tingkatkan lebih kuat lagi.


Wu Cian menaikkan kekuatannya ke Alam Tahap Puncak. Tendangan di arah ke kepala Dexter.


Pukulan Xin Chen di arahkan ke dada Wu Cian.


Bang, Bang, Bang,


Ledakan hebat terjadi.

__ADS_1


Pukulan Xin Chen dan tendangan Wu Cian bertabrakan hebat.


__ADS_2