
Mereka tidak menyangka kalau target mereka memiliki beladiri sangat tinggi.
Satu persatu muncul di hadapan Xin Chen, dan membentuk formasi untuk mengepung Xin Chen. Melihat para pembunuh mengepungnya, wajah Xin Chen datar dan tersenyum mengejek.
Xin Chen bertanya, "siapa yang menyuruh kalian ? Kalau kalian memberi tahuku, kalian akan kulepaskan"
Para pembunuh mengepung Xin Chen, dengan menggunakan senjata tradisional.
Salah seorang dari mereka berkata, "anak muda ! Jangan membual. Apa kamu buta ? Kami telah mengepungmu dan jumlah kami sangat banyak. Kami berjumlah ada 9 orang, sedangkan kamu hanya seorang diri" Wajah pembunuh sangat mengerikan, penuh dengan aura kematian.
"Dengan jarak sedekat ini, apa kamu mampu menghindari serangan kami ?" Dengan aura yang mengintimidasi, sangat tampak di tubuh mereka. Xin Chen tersenyum kecil, lalu mencibir. "Apa kalian menganggap diri kalian dewa ? Hanya sekelompok cacing tanah berani mengusikku !"
Mendengar penghinaan Xin Chen mereka sangat marah, Xin Chen mengeluarkan aura yang sangat mengerikan. Suasana di sekelilingnya langsung semakin hitam pekat, aura membunuh begitu tajam.
Para pembunuh tercengang melihat reaksi Xin Chen. Mereka ingin mengurungkan niatnya tapi sudah terlambat, salah seorang dari mereka berkata, "kita serang secara bersamaan". "Baik, kita serang bersama sama".
Dengan kekuatan yang mereka miliki, mereka menyerang Xin Chen dengan kekuatan full,,, "Husss,, Husss,, Husss". Terdengar suara gerakan mereka menyerang Xin Chen.
Pada saat itu juga Xin Chen menghilang di tempatnya, sontak mereka kaget, keberadaan Xin Chen mereka tidak ketahui, salah seorang berkata, "apa kekuatan anak ini sangat mengerikan ?"
Terlihat garis putih menghampiri mereka dengan kecepatan yang tidak dapat mereka lari darinya.
"Bukkk, krakkk, plakkk". Terdengar suara pukulan, patah tulang, satu persatu tubuh para pembunuh melayang jauh 11 meter.
Sebelum tubuh mereka jatuh menyentuh tanah, beberapa dari mereka telah mati. Yang lain ada yang pingsan dan memuntahkan darah.
Mereka tercengang melihat kekuatan Xin Chen. Melihat sosok Xin Chen, mereka ketakutan, seakan akan melihat Dewa Kematian. Penuh rasa takut dengan beladiri Xin Chen.
Melihat sebagian dari mereka mati hanya satu serangan, apa ini perbuatan manusia ? Salah seorang dari mereka berkata, "Kenapa kekuatan pemuda itu sangat kuat.
__ADS_1
Usianya masih sangat muda tapi kemampuannya sangat menakutkan"
Ada yang masih sadar, di bawah telapak kaki Xin Chen, tubuhnya di tekan hebat, sampai memuntahkan darah. Matanya melotot ketakutan lalu berkata, "kamu siapa ? izinkan aku mengetahui siapa kamu sebenarnya. Biar aku mati dalam keadaan tenang siapa yang telah membunuhku"
Xin Chen mengurangi tekanan dari kakinya, lalu tersenyum menatap pembunuh tersebut, lalu mendekat membisikan sesuatu, Pembunuh itu kaget penuh rasa takut.
Jika dia tahu lebih awal, meskipun dirinya di berikan seribu nyawa, dirinya tidak akan berani mengusik Xin Chen.
Pembunuh itu berkata, "Dewa perang Utara, aaa,,, aaa apa benar itu?" lalu pandangannya redup dan mati.
Melihat Kematiannya, Xin Chen menarik nafas dalam, penuh rasa cemas. Xin Chen takut Paman Fei dan Bibi Lie Lian menjadi sasaran orang yang ingin membunuhnya.
Segera Xin Chen bertanya yang masih hidup. "Siapa yang menyuruh kalian menyerang kediaman pamanku ?" Melihat para pembunuh terdiam, dengan kekuatannya Xin Chen berpindah tempat dalam sekejap, lalu mencengkram leher seorang pria paruh baya.
Pria itu merasakan sakit yang luar biasa. Tekanan jari tangan Xin Chen seperti besi yang menghimpit. "Tu, Tuan. Maaf, aku tidak bisa mengatakan. Jika aku memberitahumu, keluargaku akan di bunuh". Xin Chen mengerutkan keningnya mendengar perkataan pembunuh.
Jika kami tidak mengerjakan tugas ini, anak istriku akan di bunuh". Mendengar perkataan pria itu, Xin Chen melonggarkan tekanan jari tangannya. Xin Chen berkata, "jika kamu memberi tahu siapa memerintahkan kalian, maka aku akan menjaga keluargamu".
Yang masih hidup sekitar 5 orang. Mereka saling menatap memikirkan tawaran Xin Chen.
Salah seorang berkata dari mereka, "Tuan ! Keluarga kami di tawan oleh mereka. Bagaimana cara anda menjaga keluarga kami ?" Dengan sikap tenang Xin Chen berkata, "beritahu aku lokasi yang memerintahkan kalian. Aku akan menyelamatkan anak istri kalian. Selama kalian bekerja sama dengan baik. Aku jamin kalian akan selamat."
Jung'an, salah satu pembunuh, berkata "apa jaminan tuan akan menapati janji?" Xin Chen berkata, "aku akan memberikan kalian kompensasi".
Xin Chen menyerahkan sebuah kartu berwarna Emas. "Di dalam kartu ini ada sejumlah uang yang cukup menghidupi keluarga kalian". Para pembunuh tercengang melihat Xin Chen yang tidak peduli dengan uang. Mereka tidak tahu, kalau Xin Chen memiliki beladiri sangat tinggi dan memiliki sejumlah uang.
Satu persatu muncul di hadapan Xin Chen. Melihat para pembunuh berdiri di hadapannya, Xin Chen bertanya, "beri aku sebuah penjelasan".
Salah seorang dari mereka bernama Bai Changkwang berkata, "Tuan ! lokasinya berada di daerah Utara Qingdao".
__ADS_1
Xin Chen menyipitkan matanya, daerah itu berdekatan dengan pelabuhan. Kemungkinan mereka telah mengatur strategi di daerah Qingdao.
Xin Chen menelpon komandan Liu Yan, "halo Panglima Muda" jawab Liu Yan di ujung telepon. Xin Chen berkata, "periksa semua kapal yang keluar masuk di Qingdao". "baik Panglima Muda, apa ada sesuatu ?" Liu Yan bertanya di ujung telefon ?
Mendengar pertanyaan Liu Yan, Xin Chen menjawab, "baru saja ada beberapa pembunuh menyerangku". Xin Chen menceritakan semuanya kepada Liu Yan.
Xin Chen bertanya, "siapa target kalian ?" para pembunuh saling memandang. Bai Changkwang berkata, "Tuan Muda! target kami adalah anda". "aku melihat beberapa dari mereka orang orang asing. kemungkinan mereka dari Eropa"
Xin Chen menyipitkan matanya, lalu berbisik kecil, "orang orang ini tidak akan berhenti sampai mereka benar benar di hancurkan"
"Kring,, kring,, kring,," terdengar suara bunyi telepon. Xin Chen mengangkat telepon, "halo ! Panglima Muda" tegur Liu Yan di ujung telepon. "inteligent kita menemukan ada beberapa kapal asing yang sedang bersandar di pelabuhan Qingdao. dari pantauan kamera mereka memasuki sebuah perusahaan mewah"
Mendengar Liu Yan, Xin Chen berkata, "kirim beberapa pasukan Serigala ke sana. tunggu instruksi dariku. Malam ini aku akan Qingdao".
Melihat Xin Chen sibuk menelpon seseorang, para pembunuh berkata, "Tuan ! apa yang harus kami lakukan ?" Xin Chen meliriknya lalu menjawab, "kalian ikut denganku ke Qingdao".
"Baik tuan", secara serentak para pembunuh membungkuk memberi hormat kepada Xin Chen.
Xin Chen berkata, "Baiklah, kalian bersiap untuk berangkat bersamaku". Xin Chen melangkah masuk ke rumah, lalu berkata kepada Paman Fei dan Bibi Lie Lian. "Aku akan keluar malam ini, Paman, Bibi, kalian tidak usah khawatir, segeralah istirahat. Aku akan secepatnya pulang"
Mendengar Xin Chen berbicara, Paman Fei dan Bibi Lie Lian menatap Xin Chen dengan penuh kecemasan. Melihat ekspresi wajah Paman Fei dan Bibi Lie Lian, Xin Chen berkata, "besok kita akan berjalan jalan di Desa ini untuk mencari lokasi pembangunan perusahaanku"
Xin Chen tersenyum manis kepada Bibi Lie Lian, dirinya tahu kalau Bibi Lie Lian yang paling khawatir akan keselamatannya. Bibi Lie Lian berkata, "kamu segera pulang. jangan larut malam pulang". "Baik Bibi", jawab Xin Chen.
Xin Chen berpamitan dan melangkah keluar rumah. Dengan segera Xin Chen dan 5 pembunuh yang tersisa meninggalkan kediaman Paman Fei.
Qingdao, kota kecil , ramai dengan penduduknya, banyak bangunan bangunan mewah di wilayah tersebut. waktu pukul 11 malam lewat, aktivitas di kota itu masih sangat ramai.
Di ruang yang mewah bergaya modern, seseorang bergegas masuk ke dalam ruangan itu, Tuan Felix, seorang bawahan berbicara dengan seorang pria berumur 40 tahunan. badan tinggi dan kekar sedang duduk di kursi, terlihat beberapa bawahan berdiri di sekitar ruangan.
__ADS_1