
Dengan kecepatan tinggi Tianus melancarkan pukulan ke arah Xin Chen akan tetapi siapa sangka pukulannya dengan mudah ditahan olyeh Xin Chen. Tianus tercengang
"Ke,, kenapa bisa seperti ini?" Gumam Tianus menatap Xin Chen yang sedang menahan pukulannya".
Xin Chen tersenyum mengejek. Dengan ketenangan, Xin Chen meremas jari jari Tianus. Merasakan tekanan dari tangan Xin Chen, Tianus menahan sakit yang perih. Sebelum Xin Chen meningkatkan kekuatannya. Tianus berusaha melepaskan tangannya. Akan tetapi dirinya tidak mampu melepaskannya. Dengan segala upaya terlepas dari cengkraman Xin Chen. Tianus menendang kepala Xin Chen.
Jarak kaki dan kepala Xin Chen 20 cm. Tangan kiri Xin Chen menahan kaki kanan Tianus. Lagi lagi Tianus tercengang. "Bu,, bukankah kecepatanku tidak mampu di tahan oleh Grandmaster. Mengapa ?"
Melihat ketakutan Tianus.
Xin Chen menendang perut Tianus. Tubuhnya melayang 11 langkah. Sebelum menyentuh lantai, Tianus menyemburkan darah segar.
Orang orang di sekitar kejadian tercengang melihat kekuatan Xin Chen.
"Siapa sebenarnya pemuda itu ? Mengapa kekuatan dia sangat mengerikan". Banyak di antara mereka belum mengetahui identitas Xin Chen. Hanya Liu Yan dan pasukan Serigala yang mengetahui identitas Xin Chen.
"Keadaan semakin buruk". Bisik hati Felix, dirinya tidak dapat berfikir jernih.
Akan tetapi Felix telah membuat rencana lain jika ketiga Grandmaster di kalahkan.
Melihat Xin Chen, Felix menggertakkan giginya. Penuh rasa kebencian.
Tianus perlahan berdiri, mengusap darah di bibirnya, lalu berkata. "Aku tidak menyangka seni beladiri Hua Xia cukup berbakat".
Tianus menutup matanya, lalu kedua tangannya di silangkan. Teknik ini terkadang di pakai oleh beladiri ninja Jepang untuk meningkatkan kekuatan. Mata tianus berwarna merah darah. Otot yang keras terlihat. Tubuh Tianus mengeluarkan Aura yang sangat mengerikan.
Kekuatannya mendominasi di sekitar gedung. Orang orang ketakutan melihat perubahan dalam tubuh Tianus. Seorang yang melihat keadaan Tianus berkata " Apa dia berubah menjadi monster yang mengerikan ?"
Albert sedikit tenang melihat kekuatan Tianus. "Bagus ! Bunuh dia,,,"
Xin Chen mengernyit melihat perubahan Tianus. Senyum mengejek terlihat dari wajah Xin Chen. " Apapun bentukmu, kamu akan mati ". Xin Chen langsung menyerang Tianus.
Orang orang tercengang. " Mengapa ? Mengapa ?. Dirinya bisa terbang begitu cepat ke hadapan Tianus". Xin Chen melancarkan pukulan mematikan. Melihat pukulan Xin Chen mengarah ke kepalanya. Tianus memblok pukulan Xin Chen dengan kedua telapak tangannya.
" Heeaaatttt...."
Terdengar raungan Tianus mengeluarkan kekuatannya. Tubuhnya mundur 5 langka menahan pukulan Xin Chen. Matanya menatap tajam Xin Chen, terlihat senyum menghina. Tanpa banyak berpikir, Tubuhnya menghilang dari tempatnya, lubang besar berdiameter 3 meter langsung terlihat di tempatnya menghilang.
" Ini,,, ini kekuatan seperti apa ? Pasukan langit pun tidak akan mampu mengalahkan" Ucap Wu Dong, salah seorang yang melihat pertarungan Xin Chen dan Tianus.
Seumur hidup tidak akan pernah melihat pertarungan seperti ini. Wu Dong serasa tidak percaya dengan apa yang telah di lihatnya.
Terlihat seberkas cahaya di hadapan Xin Chen. Pukulan Tianus mengarah ke Xin Chen. Sasaran langsung ke arah jantung Xin Chen. Melihat pukulan Tianus mengarah ke dadanya, Xin Chen mengarahkan pukulan ke Tianus secara bersamaan. Pukulan mereka bertabrakan.
__ADS_1
" Booom,, Booom,, Booom ".
Terjadi ledakan akibat pukulan yang mengeluarkan energi kuat saling bertabrakan. Debu debu berterbangan menutupi keduanya.
Begitu tebal debu yang berterbangan,, sehingga menutupi tubuh Xin Chen dan Tianus. Orang orang semakin tercengang di buatnya. "Apakah ini kekuatan seorang beladiri sejati ?" Gumam ke 5 para pembunuh.
"Aku tidak pernah menyangka kekuatan Tuan Muda Chen sehabat itu !" Detik berikutnya Tianus mundur 7 langkah, terus melancarkan serangan berikutnya. Dengan kekuatan yang di tingkatkan. Tianus menyerang Xin Chen dengan tendangan. Aura membunuh terasa di sekitar gedung. Para karyawan yang melihat pertarungan itu, tubuh mereka terasa bergetar.
Ada perasaan takut yang mendalam melihat keadaan tersebut. Banyak orang orang pergi menjauh demi terhindar dari tekanan Aura tersebut. Xin Chen mencibir. "Tidak tahu kapasitas. Saatnya kamu binasa".
" Bangggg "
Xin Chen meningkatkan kekuatannya secepat kilat. Lubang sangat dalam di bawah Xin Chen. Angin di kelilingnya sangat kencang berputar. Baju Xin Chen berkibar kibar.
Tendangan Tianus semakin dekat. Dengan keras, Xin Chen menghilang di tempatnya. Tianus kembali tercengang.
" Ke,,, kemana dia ? "
Xin Chen muncul di belakang Tianus. tubuh Tianus sedikit merinding, merasakan Aura membunuh Xin Chen. " Mengapa ?"
Wajah Tianus seakan-akan tidak menerima fakta kalau Xin Chen bisa lebih cepat darinya.
Xin Chen memukul punggung Tianus. Tubuh Tianus melayang 15 langkah. Rasa tidak percaya dengan kekuatan Xin Chen.
Batuk darah di alami oleh Tianus. Tubuhnya tidak dapat di gerakkan. Pukulan di punggungnya menembus arah jantung.
Jantung Tianus remuk, seakan akan di remas. matanya menghitam, darah keluar dari mata dan telinganya. Rasa sakitnya membuat dirinya tidak sadarkan diri. Tianus mati mengenaskan oleh pukulan Xin Chen.
Kedua Grandmaster ketakutan. Albert dan Black Jack pucat. Mereka tidak dapat berkata kata. Tubuh Felix bergetar hebat. Wajahnya pucat. Kini tidak ada yang dapat melindunginya. Dirinya akan habis.
Pukul 12 malam lewat. Kerumunan orang di sekitar kejadian masih banyak.
Mereka tercengang dan penuh rasa takjub akan kekuatan Xin Chen. Mereka saling bertanya tanya. Salah seorang dari mereka bertanya.
" Siapa pemuda itu. Di usia sangat muda, memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Masa depan pemuda itu pasti sangat cerah".
Liu Yan sangat senang melihat Xin Chen membunuh salah satu dari ketiga Grandmaster. Xin Chen melangkah ke depan Felix. Ketakutan terlihat dari wajahnya. "Tu,, Tuan Chen. Ini hanya salah paham".
Mendengar perkataan Felix, Xin Chen mengerutkan keningnya. Tanpa berkata, Xin Chen menginjak tubuh Felix.
Xin Chen mengarahkan kakinya ke Kiki Felix.
" Krakkk, Akhhh" Sakit menjalar di kaki Felix
__ADS_1
Kesakitan menjalar di tubuhnya.
"Tu,, Tuan Semua bisa aku jelaskan".
"krakkk" Terdengar suara patah tulang di kaki yang satunya.
"Ahkkkk... Tuan, ampuni aku. Aku akan memberikan semua informasi yang Tuan tanyakan". Mendengar tawaran Felix, Xin Chen memicingkan matanya. " Bukkk ".
Tubuh Felix melayang 5 langkah.
Felix memuntahkan seteguk darah segar. matanya sedikit rabun, dan langsung pingsan di tempat. Orang orang melihat tampak
ngeri ketakutan. Dengan Aura membunuh.
Xin Chen menghilang di tempat lalu muncul di hadapan Albert dan Black Jack. Keduanya terlihat ketakutan.
" Tuan, tuan. Maafkan kami yang telah buta. Jangan bunuh kami ". Wajah Xin Chen tetap datar. "Kalian sudah mengganggu ketenanganku". Dengan kekuatan di jari Xin Chen. Jarinya di jentikkan, terlihat sebuah jarum jarum melayang ke titik vital Albert dan Black Jack.
" Ahkkk,,, " Dengan penuh kesakitan. Mereka mati di tempat. Orang orang merasa takut kepada Xin Chen. Banyak dari mereka merasa kagum dan cemas melihat sosok Xin Chen.
Xin Chen berkata, Komandan Liu, Singkirkan mayat-mayat mereka! ". Xin Chen menatap Felix yang sedang terbaring pingsan. "Akuisisi semua perusahaannya dan kirim juga ke Utara".
"Komandan Liu", tegur Xin Chen. "Iya Tuan Muda ! Jawab Liu Yan".
"Segera utus pasukan Serigala bantu menyelamatkan keluarga mereka. Temukan secepatnya !" Xin Chen menatap ke lima para pembunuh yang telah di peralat Untuk membunuh. Mendengar perintah dari Panglima Muda, Liu Yan berkata, "Baik Tuan Muda ".
Jam sudah pukul 2 dini hari.
Xin Chen segera kembali ke Kabupaten King'Bao. Segera Xin Chen terbang kembali ke kota King'Bao. Perjalanan ke Desa San San lumayan jauh. Harus di tempuh 2 jam perjalanan. Melihat malam semakin mendekat pagi, Xin Chen menggunakan helikopter dari Bandara ke Desa San San.
Xin Chen menggunakan Helikopter pemerintah. Helikopter mendarat di sebuah markas angkatan darat di pegunungan yang berjarak 3 kilometer. Xin Chen memilih rute ini agar tidak menggangu masyarakat sekitar
Desa San San. Waktu sudah pukul 4 pagi. Xin Chen berdiri di depan rumah Paman Fei. Sejenak Xin Chen memikirkan sesuatu.
"Sudah saatnya Paman Fei dan Bibi Lie Lian terlindungi". Bisik hati Xin Chen. Kini kondisinya telah di ketahui oleh musuh musuhnya. Xin Chen takut terjadi hal tidak di inginkan terjadi kepada Paman Fei dan Bibi Lie Lian. Xin Chen menatap di sekelilingnya, lalu berkata.
"Keluarlah kalian !"
" sruuuttt... " Tubuh kekar dengan Aura membunuh menyelimuti sekitar rumah Paman Fei. Penampilan sangat menakutkan.
Ke empat pasukan Khusus yang diam diam melindungi Xin Chen muncul.
"Salam Panglima Muda".
__ADS_1
Ucap pasukan Khusus. Xin Chen mengangguk kecil. Salah seorang dari mereka bertanya, "Panglima Muda ! Apa ada perintah ?" Xin Chen menjawab " Iya"