Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
Bab 26 Raja Eropa


__ADS_3

Mendengar penjelasan pria tua. Xin Chen berkata, "Terima kasih sudah mengunjungi lokasi pembangunanku". Lalu lanjut berkata


"Aku berencana membangun perusahaan di Desa San San dan secepatnya akan di kenal di dunia".


Wajah pria tua itu tersenyum lembut mendengar perkataan Xin Chen.


" Ide yang sangat bagus ". Pria tua itu menimpali perkataan Xin Chen. Lalu melanjutkan perkataannya. Sebaiknya kamu harus berhati hati kedepannya.


"Anak muda ! Aku akan mendukungmu selama kamu berniat tulus melakukan hal baik untuk Desa San San".


Kamu jangan khawatir. Jika kamu benar benar ingin mengembangkan Desa San San, Aku akan membantumu menjaga pembangunan perusahaanmu".


Segera pria tua itu mengeluarkan ponsel, lalu menghubungi seseorang untuk membantu menjaga wilayah lokasi pembangunan


Xin Chen. "Masa depan Desa San San akan cerah. Kini tugasku akan selesai. Sebelumnya aku berterima kasih kepadamu karena ingin menjaga Desa ini". Ucap pria tua itu.


Xin Chen mengerutkan keningnya mendengar perkataan pria tua itu. Xin Chen sedikit bingung dengan sikap pria tua itu. Mengapa pria tua itu mau membantunya.


"Tuan! Aku juga berterima kasih sudah mendukungku". Ucap Xin Chen.


Pria tua itu berkata, "Panggil aku dengan Kakek Xiang Ding. 15 tahun yang lalu, Aku menjabat sebagai kepala desa San San. Karena usiaku semakin tua, maka aku menyerahkan kepada yang lebih muda, sebagai pendidikan buat mereka".


Xin Chen mengangguk pelan lalu berbisik dalam hati "Oh ternyata dia mantan kepala Desa San San". Xin Chen bertanya.


"Mengapa anda bisa mengetahui ada pembangunan di sini ?".


"Ha,, ha,, ha,,"


Pria tua itu tertawa lalu berkata "Kebetulan aku berjalan sekitar sini. Lalu aku mendengar suara bising, ternyata ada beberapa alat berat sedang di mainkan oleh operator, jadi aku singgah melihat lihat.


Desa San San adalah tempat leluhurku di lahirkan. Desa San San adalah rumahku. Aku sangat melindunginya dari kerusakan".


Xin Chen dapat memahami maksudnya, Xin Chen dapat merasakan kekuatan besar di tubuh Kakek Xiang Ding. Dengan Aura sekuat ini, sangat mudah kakek Xiang Ding membunuh seorang Grandmaster.


Melihat tatapan tajam Xin Chen. Kakek Xiang Ding tersenyum, lalu berkata.


"Tubuhmu sangat kuat. Aura yang mengalir di pembuluh darah terkadang tidak normal. Apalagi usiamu sangat muda.


Biarkan Aliran Yin dan Yan keluar sepenuhnya, agar kekuatanmu dapat lebih baik lagi.


Dengan meningkatnya aliran Yin dan Yan di tubuhmu. Kultivasimu akan meningkat lebih baik tanpa menggunakan metode khusus".


Ucap pria tua itu lalu lanjut berbicara.


"Darah garis keturunanmu tidak biasa. Kamu harus mengendalikan dengan sempurna. Musuhmu ke depan sangat banyak".


Xin Chen tercengang. "Mengapa pria tua itu mengetahui sebagian rahasiaku. Apalagi hal terpenting di ketahui. Sebesar apa kekuatannya ?". Bisik Xin Chen dalam hati.


"Percakapan selesai. Kita akan sering bertemu nanti". Kakek Xiang Ding melangkah meninggalkan wilayah pembangunan perusahaan.


Perlahan lahan tubuh Kakek Xiang Ding menghilang. Xin Chen sedikit penasaran. "Hm siapa pria tua itu ? Mengapa dia begitu peduli dengan orang lain dan mengapa dia bisa mengetahui sebagian tentang diriku?".


Bertemu dengan Xin Chen, sikapnya sangat perhatian. Xin Chen mengerutkan keningnya memikirkan hal itu.

__ADS_1


Sebuah pesawat komersial mendarat di Bandara Internasional Ibu Kota Provinsi. Terlihat 7 pria kekar, memancarkan Aura sangat mengerikan.


Semua pengunjung Bandara yang melihatnya ada yang terkejut, ada juga merasa takut. Aura mereka menyelimuti Bandara.


sangat mengintimidasi suasana di sekitar Bandara.


Salah seorang dari mereka bernama Lutox Berkata "Aku terbang ke Hua Xia seperti bermain main. Hal ini tidak lebih dari suasana Piknik".


"Raja Eropa menunjuk kita untuk menyelesaikan misi membunuh Xin Chen dengan imbalan yang sangat menggiurkan.


Bukankah banyak dari kita yang bisa menangani pemuda itu. Status anak itu pasti tidak biasa ! Dari imbalannya sangat besar dan menguntungkan".


Pria yang sedang melihat suasana di sekitar dengan wajah rusak sebelah kanan berkata "Sebaiknya kita cepat cepat menyelesaikan tugas ini lalu kembali ke Eropa".


Segera mereka menuju ke Sebuah hotel untuk menginap.


"Kring,,, kring,,, kring"


Xin Chen melihat telponnya berdering. Dia melihat no panggilan dari Liu Yan.


segera Xin Chen mengangkatnya. " Halo"


"Panglima Muda". Suara Liu Yan di ujung telefon memanggil.


"Komandan Liu Yan. Ada apa menghubungiku ?" Jawab Xin Chen.


"Panglima Muda! Orang orang yang menyerang Paman dan Bibi Panglima Muda suruhan keluarga Duan".


Xin Chen memicingkan matanya.


Liu Yan melanjutkan perkataannya.


"Panglima Muda. Petarung beladiri dari Eropa telah tiba di Ibu Kota Provinsi. Mereka menginap di sebuah hotel saat ini".


Xin Chen tersenyum mengejek mendengar perkataan Komandan Liu Yan. Lalu berkata,


"Orang orang Eropa sudah sangat jauh melangkah. Biarkan mereka bersenang-senang dahulu".


Xin Chen segera meninggalkan lokasi pembangunan menuju ke Puncak Lingfung.


Terlihat orang orang yang memiliki harta lebih atau di kenal konglomerat membeli sebuah Villa di Puncak Lingfung.


Di tengah perjalanan, sekelompok anak muda menghadang mobil. Mereka memaksa pengguna jalan untuk memberikan sejumlah uang. Melihat pemandangan seperti itu,


Xin Chen merasa kasihan.


Seharusnya mereka mengecap pendidikan agar memiliki masa depan. Satu persatu mobil di tahan sekelompok pemuda itu.


Pengemudi terpaksa memberikan sejumlah uang agar mereka bisa di beri jalan.


Xin Chen menelpon Liu Yan.


"Halo Panglima Muda" Jawab Liu Yan.

__ADS_1


Xin Chen berkata. "Cari tahu siapa kepala polisi yang bertugas di desa San San. Aku sedang di jalan menuju ke Puncak Lingfung dan sekelompok pemuda menahan mobil. Suruh segera ke lokasi kejadian.


Aku akan mengirim lokasinya".


Terlihat 3 kendaraan mewah melaju ke arah sekelompok pemuda tersebut. Pengemudi tidak peduli dengan sekelompok pemuda itu.


Salah seorang pemuda tertabrak. Kondisinya belum di ketahui.


Melihat kejadian tersebut dari jauh. Xin Chen segera melangkah ke lokasi kejadian. "Bajingan! Kamu telah menabrak temanku, apa kamu masih punya mata ?" Seorang pemuda yang berusia 22 tahun berteriak keras kepada pengemudi yang menabrak teman temannya.


Pemuda itu bernama Fei Qian, keponakan dari Paman Fei. Sebenarnya Paman Fei 5 bersaudara. Paman Fei anak ke 4. Sedangkan Fei Qian anak dari Kakak ke 2 Fei Jiang saudara tua Paman Fei.


Dengan penuh amarah dia memukul mobil itu dengan sebuah besi tumpul yang panjang.


Besi itu mengenai kaca mobil bagian depan.


akan tetapi kaca itu tahan akan sebuah pukulan.


Melihat suasana di depan mata. Xin Chen memicingkan matanya melihat hal itu. Pengawal turun dari dua mobil mewah Rolls-Royce berjumlah 9 orang dan di ikuti sebuah mobil Bugatti.


Seorang pria berumur 36 tahun turun.


Dia dari keluarga Huang. Salah satu 5 keluarga terkaya di Provinsi di Barat Hua Xia.


Pemuda itu namanya Huang Lu. Anak dari Huang Yunglai.


Pengawal berkata "Tuan Muda!". Huang Lu mengangguk kecil. Lalu berkata, "Siapa yang begitu arogan memukul mobilku".


Mata Fei Qian merah menahan amarah. Dengan penuh kebencian Fei Qian berkata.


"Kamu bajingan yang tidak memiliki mata". Seorang pemuda lain berkata, "Fei Qian! Jangan berurusan dengan mereka. Biarkan mereka lewat!".


Mendengar perkataan pemuda itu menyebut Fei Qian. Xin Chen menyipitkan matanya. Xin Chen mengenal baik Fei Qian. Sewaktu kecil, mereka sering bermain bersama. Akan tetapi sewaktu kecil Fei Qian lebih muda dari Xin Chen. Mereka terpisah sebab Xin Chen di bawa pergi untuk berlatih dengan seorang Pria paruh baya di Utara.


Hubungan Xin Chen dan Fei Qian baik. Orang tua Fei Qian sangat baik. Saudara paman Fei semua sangat santun, penuh budi pekerti.


Xin Chen melihat dari jarak 15 langkah memerhatikan sekelompok orang yang turun dari mobil. Beberapa dari mereka memiliki Kultivasi beladiri. Salah satu dari mereka ke tingkat Alam Dojo, satu tingkat di bawah Alam Master. Sisanya di Alam Wiyun.


Xin Chen melihat Fei Qian hanya pemuda yang berani tapi tidak memiliki beladiri sama sekali. Begitu pula dengan teman temannya. Mereka segerombolan pemuda nakal.


Meski kondisi seperti itu. Xin Chen tetap melindungi Fei Qian secara diam diam dari jauh. "Apa kalian tidak tahu siapa aku ?"


Dengan penuh kesombongan Huang Lu berjalan ke depan Fei Qian. Huang Lu melayangkan tangannya ke wajah Fei Qian.


Melihat Huang Lu melayangkan tangannya ke mukanya. Fei Qian langsung menendang dada Huang Lu.


" Brukkkk,,"


Huang Lu terjatuh menambrak mobil.


"Uhuk, uhuk, uhuk"


Huang Lu terbatuk batuk akibat tendangan Fei Qian sambil memegang dadanya. Teman temannya Fei Qian tercengang. Fei Qian sangat berani menendang tuan muda Huang Lu. Konsekuensinya sangat mengerikan. Akan tetapi rasa persahabatan sangat kental. Mereka bersiap-siap ikut membantu Fei Qian.

__ADS_1


__ADS_2