
Xin Chen memerintahkan Liu Yan untuk mengajak ke 7 Pasukan Tersembunyi masuk ke ruangan.
Liu Yan segera menemui Pasukan Tersembunyi. Kekuatan Pasukan tersembunyi sangat menakutkan. Aura yang kuat menekan di sekitarnya.
Liu Yan dapat merasakan tekanan kuat dari tubuh Pasukan Tersembunyi.
"Ini, ini, sangat kuat". Selama ini Liu Yan belum pernah merasakan tekanan yang begitu mengerikan.
Liu Yan mempersilahkan Pasukan Tersembunyi untuk masuk menemui Xin Chen. Liu Yan berkata, "Tuan tuan, silahkan masuk!". Dengan segera Pasukan Tersembunyi masuk sesuai arahan Liu Yan.
Ketujuh Pasukan Tersembunyi memasuki ruangan Xin Chen. Semua mata yang melihat Pasukan Tersembunyi merasakan tekanan hebat, "Kekuatan Alam Beladiri mereka sudah di mana ?". Ucap salah seorang tentara yang sedang berjaga jaga.
Ketika Pasukan Tersembunyi membuka kain yang menutupi seluruh tubuh mereka. Liu Yan dan Beberapa Jenderal terperangah. Tubuh Pasukan Tersembunyi mengeluarkan sebuah cahaya.
Yang mengejutkan lagi, ketujuh Pasukan Tersembunyi, 2 di antaranya wanita cantik. sisanya mereka adalah pria.
Kekuatan Pasukan Tersembunyi sangat mengerikan. Aura yang dapat menekan ruangan di sekitarnya.
Tekanan semakin besar dari sebelumnya.
Liu Yan dan para Jenderal serta petinggi Hua Xia merasa tertekan. Seakan akan ada Gunung menindih pundaknya. Lutut mereka terasa berat.
Xia Li yang berada di Alam Beladiri Yitian Tahap Akhir dapat merasakan tekanan kuat. Xia Li berkata, " Panglima siapa mereka ? Mengapa begitu besar Auranya ? Tekanan sangat kuat dari mereka".
Salah seorang Pasukan Tersembunyi menyapa Xin Chen, "Adik Xin Chen! Lama tak jump, bagaimana kabar adik Xin Chen selama ini? Ketua sangat mencemaskanmu sampai sampai kami di kirim untuk melindungimu".
Pria itu bernama Rantauk Yung. Seorang pimpinan Rombongan untuk membantu Xin Chen menghadapi musuh musuhnya.
Rantauk Yung berada di Alam Beladiri Sain Tahap Puncak. Samar samar memasuki Alam Beladiri Saiya Tahap Awal. Usianya sudah 45 tahun.
Melihat ke tujuh Pasukan Tersembunyi. Xin Chen segera memeluk satu persatu Pasukan Tersembunyi.
Xin Chen berkata sambil memberi hormat, " Kakak! Maaf sudah merepotkan kalian semua".Semua para Jenderal dan Petinggi Hua Xia tercengang.
"Siapa ketujuh orang itu? Mengapa seorang panglima tertinggi begitu menghormati mereka. Bahkan Liu Yan tidak menyangka Xin Chen begitu segan terhadap ketujuh orang itu".
"Sejak kapan panglima tertinggi memiliki hubungan baik dengan orang orang itu ?".
Para Jenderal dan Petinggi Negara serta orang orang di sekitar Xin Chen kebingungan dan penasaran dengan 7 Pasukan Tersembunyi.
Seorang Jenderal Bintang 1 bernama
Shao Long berbisik kecil kepada para Jenderal di sekitarnya.
"Mereka berasal dari wilayah mana ? Mengapa Negara tidak mengetahui keberadaan mereka ? Di usia sangat muda memiliki kekuatan yang sangat mengerikan".
Seorang wanita cantik, wajah yang imut, Auranya sangat kuat. Sedikit lemah dari Rantauk Yung. Nama wanita imut itu
__ADS_1
Chang Yi.
Dengan wajah yang cantik lagi imut, Para Jenderal dan Petinggi Hua Xia terpesona melihatnya. Chang Yi melangkah ke hadapan Xin Chen lalu berkata, " Kak Xin, Lama tidak berjumpa. Mengapa kak Xin tidak pernah kembali untuk menemui guru ?".
Mendengar perkataan Chang Yi. Rantauk Yung mengejek Chang Yi, "Bukan menemui guru, lebih tepatnya lagi menemuimu". Semua orang yang mendengarnya tertawa.
Chang Yi sedikit malu mendengar olokan Rantauk Yung. Seorang tentara berpangkat mayor bernama Shao Long segera masuk menemui Xin Chen.
"Panglima tertinggi!", Tegur Shao Long. Ada sekitar 300 orang mendekat. Xin Chen mengerutkan keningnya lalu berkata, "Sepertinya lawan kita bukan hanya tentara biasa akan tetapi seorang Petarung Beladiri".
Seorang pria yang memakai baju zirah berwarna merah melangkah ke hadapan Xin Chen. Pria itu bernama Kiang Zhao. Kultivasinya sangat tinggi. Bahkan Kekuatan tempurnya di atas Rantauk Yung.
Kiang Zhao berkata, " Urusan mereka serahkan padaku. Aku ingin musuh musuh Hua Xia tidak akan datang kedua kalinya. Keturunan mereka akan mengenang kematian mereka".
*Banggg*
Semua orang di dalam ruangan terkejut. Para Jenderal dan petinggi Hua Xia tercengang mendengar perkataan Kiang Zhao.
Pria ini terlalu arogan. Jumlah musuh Hua Xia sangat banyak dan kuat, dirinya sendiri ingin menangani orang orang itu.
"Jangan !"
Terdengar teriakan seseorang menimpali perkataan Kiang Zhao sambil menatap Kiang Zhao.
"Kamu sebaiknya berjaga di sini. Biarkan aku yang menjadi lawan mereka. Aku ingin menguji kemampuanku".
Auranya tidak dapat di ketahui orang lain. Bahkan Kiang Zhao tidak mengetahui batas kekuatan Yang Poujun yang sesungguhnya.
"Sepertinya aku sudah terlalu lama tertidur. Sampai lupa ada sekelompok manusia sampah".
Para Jenderal dan Petinggi Negara semakin Tercengang melihat orang orang itu. Mereka masih terbilang muda tapi memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
Para Jenderal dan Petinggi Negara
Berkata, "Tuan! Kami sangat berterima kasih atas kunjungan kalian ingin membantu negara untuk menghancurkan musuh musuh negara. Sebagai utusan negara kami berterimakasih. Semua Petinggi Negara memberikan hormat kepada Pasukan Tersembunyi".
Para Jenderal dan Petinggi Negara membungkuk memberikan hormat kepada Panglima Tertinggi dan Pasukan Tersembunyi.
Di pihak Pasukan Negara gabungan. Begitu banyak pesawat melintas di wilayah perbatasan musuh.
Beberapa puluh ribu penerjun payung telah mendarat di kamp tentara Negara gabungan. Terlihat beberapa bendera Benua Amerika.
Terdengar suara mobil jeep berdatangan dan mobil tempur yang telah di modifikasi untuk segala medan perang.
Seorang pria paruh baya turun dari mobil jeep. Tubuh kekar dan berotot, mengeluarkan Aura Kuat. Kultivasi pria itu sangat tinggi, di dampingi seorang wanita cantik yang juga memiliki kekuatan yang sangat kuat. Tampak Aura membunuh dari tubuhnya.
Beberapa penjaga di sampingnya memiliki kekuatan tempur yang kuat. Pria itu bernama Jenderal Azack bintang 2, Azack di tunjuk sebagai seorang pemimpin dari Negara gabungan Benua Amerika.
__ADS_1
Jenderal Azack memimpin 45 ribu Pasukan dan 7 Jenderal Bintang 1, serta 15 Petarung kuat untuk membantu Jenderal Bair Dain menghadapi Pasukan Negara Hua Xia.
Azack melangkah ke hadapan Bair Dain, lalu berkata, "Apa kabar Jenderal bair ?" Ucap Azack dengan serius.
"Aku baik saja Jenderal Azack" Balas Bair Dain. Azack menimpali perkataan Bair Dain, "Sepertinya lawan kali ini sangat kuat Jenderal".
"Hmmm,,,"
Bair Dain bergumam kecil lalu berkata, " Ada 300 Pasukan dan 20 Petarung ke Markaz Dewa Perang Utara".
"Apaaa,"
Ucap Azack penuh keterkejutan mendengar penjelasan Bair Dain.
Azack berkata dalam hatinya, "Apa mereka mampu menghadapi orang orang Hua Xia dengan jumlah sedikit itu ?".
Pasukan Hua Xia sangat misterius. Kekuatan mereka tidak dapat di bayangkan wajah Azack penuh keraguan. Mereka menuju ke lubang kematian.
Sementara di perbatasan Utara Hua Xia, Pasukan yang berjumlah 300 orang semakin dekat dengan benteng pertahanan Hua Xia.
20 Petarung yang ikut menyerang Benteng pertahanan tentara Hua Xia. Seketika 20 Petarung telah menghilang di tempatnya. Mereka langsung memasuki zona merah
Hua Xia.
Salah seorang Petarung yang berjaga bernama Fang Lee melihat kedatangan 20 Petarung dengan sangat cepat.
Terdengar suara sirene peringatan di markas Pasukan Hua Xia. Seseorang telah bergegas masuk ke ruangan pertemuan Xin Chen dengan para Jenderal.
"Lapor Panglima! Pasukan musuh sudah sangat dekat. Liang Tao dan Petarung lainnya menghadang Petarung musuh yang sudah memasuki zona merah".
Xin Chen memerintahkan Liu Yan dan Pasukan Serigala menghadapi mereka secara langsung. Segera Liu Yan menuju tempat akan terjadinya pertempuran.
"Pasukan,,,"
Ucap Liu Yan. Bersiap melakukan tembakan penuh, semua senapan mesin di arahkan ke musuh. Pasukan Serigala tertawa kecil melihat musuh mendekat.
"Bersiaaaap! Tembakkk,,,!"
Teriakan lantang Liu Yan
*Dor, dor, dor, dor, dor*
Suara dentuman meriam menghantam barisan musuh. Pihak musuh membalas tembakan Pasukan Hua Xia akan tetapi peluru yang menghujam kesegala arah dan Artileri yang menghantam tidak dapat di hindari.
Begitu banyak yang mati dalam hitungan detik. Dengan bakat Beladiri 20 Petarung musuh, sebagian besar mampu melewati terjangan peluru.
Liu Yan berkata, " Berhenti menembak. Kita akan bertarung secara terbuka tanpa senjata".
__ADS_1
Terlihat 2 wanita sangat cantik melangkah ke samping Liu Yan lalu berkata, " Serahkan kepada kami! Mereka hanya sekumpulan semut".