
Fei Hung tidak menyangka kalau Xin Chen memberikan sebuah hadiah yang sangat mahal dan begitu mewah.
Jika wanita Kaya Raya dari ibu kota yang memakai kalung itu mungkin hal yang biasa. Akan tetapi wanita miskin dari sebuah Desa, hal ini membuat Fei Hung dan istrinya tidak dapat berkata kata.
Wajah Bibi Lie Lian terlihat sangat bahagia. Bibi Lie Lian dan Paman Fei Jung sangat menginginkan Xin Chen dan Fei Yun segera menikah. Kelak Xin Chen dapat menjaga
Fei Yun.
Xin Chen, Tegur Fei Hung. Mengapa kamu berikan hadiah yang begitu mahal. Ini kan pemborosan. Uang sebesar itu bisa kamu buat modal untuk perusahaanmu.
Hati Xin Chen menghangat mendengar perkataan Fei Hung.
Xin Chen berkata, "Paman Hung, ini bukanlah apa apa. Lagi pula Fei Yun akan menjadi istriku kelak". Masalah dana untuk perusahaan sudah aku persiapkan.
Kelak Fei Yin akan menjadi Kepala Dirut di perusahaan.
Kakak Hung, tegur Lie Lian. Hal ini jangan di permasalahkan lagi. lagi pula Xin Chen memberikan dengan tulus.
Sudah, sudah,
Ucap Fei Jung. Sebentar lagi kita akan segera satu rumah.
Mulai sekarang, kakak Hung tinggal di Villa ini. Villa ini terlalu besar untuk kami. Dengan adanya kakak dan kakak ipar di sini. kami merasa terhibur.
"Ayah," Ucap Fei Qian.
Apa yang di katakan Paman Fei Jung adalah benar. Sebentar lagi kita akan bersatu. Jadi tidak mengapa mulai dari sekarang kita tinggal bersama untuk selamanya. Lagi pula rumah kita sudah rusak. Biarlah jadi kenangan.
Fei Hung berkata, "Baiklah jika seperti itu". Aku tidak akan sungkan sungkan lagi. Sebaiknya acara pertunangan kalian di tiadakan".
Fei Hung lanjut berkata, "Sebaiknya acara pernikahan Xin Chen dan Fei Yun secepatnya".
Ide yang sangat bagus dari kakak. Ucap Lie Lian.Pernikahan kalian akan Bibi buat semeriah mungkin. Aku akan mengundang beberapa orang orang di 7 Desa terdekat. Lie Lian lanjut berkata, Aku akan mengundang semua kerabat.
Acara pernikahan Xin Chen dan Fei Yun pasti sangat meriah.
Mendengar ayah dan bibinya mengungkit përnikahan di percepat. Wajah Fei Yun memerah. Dirinya merasa malu.
Kring, kring, kring,
Suara telefon berbunyi. Xin Chen melirik handphonenya, terlihat Liu Yan menelfon.
Xin Chen segera meninggalkan ruangan, lalu mencari tempat untuk berbicara dengan Liu Yan
Segera Xin Chen menjawab panggilan
Liu Yan.
haloo,,
Panglima Muda,
tegur Liu Yan di ujung telefon.
__ADS_1
Ada apa ?
Balas Xin Chen.
Panglima Muda, beberapa musuh telah berada di perbatasan wilayah Utara dengan jumlah 30.000 orang, di pimpin 11 jendral bintang 1 dan Seorang Jendral Bintang 2.
Dari informasi intelejen mengatakan ada sekitar 20 orang petarung. Salah seorang di antaranya bernama Brandan Lee yang sangat mematikan.
25 Tahun yang lalu, Brandan Lee seorang petarung Alam Yitian Tahap Puncak. Kemungkinan besar Brandan Lee berada di Alam Beladiri Sain
Menurut informasi yang di dapatkan. Bukan cuma Brandan Lee yang memiliki kekuatan di Alam Yitian Tahap Puncak. Masih ada 7 Orang lainnya dan sisanya berada di bawah Alam Yitian.
Xin Chen mengerutkan keningnya memikirkan Petarung yang berada di perbatasan. Pasukan Serigala tidak akan mampu menghadapi orang orang itu.
Aku harus ke Medan pertempuran secepatnya. Bisik hati Xin Chen
Apakah peralatan tempur mereka telah di siapkan ? Tanya Xin Chen.
Iya Panglima Muda. Jawab Liu Yan
Apa kamu sudah mempersiapkan pasukan Serigala dan peralatan tempur di perbatasan ?
Tanya Xin Chen kembali.
Sudah Panglima Muda. Pasukan khusus Artileri dan beberapa peluncur roket telah di arahkan ke barisan musuh. Jawab Liu Yan dari ujung telefon.
Kami tinggal menunggu perintah dari Panglima Muda.
Pasukan Serigala jangan maju ke barisan depan sebelum petarung dari lawan mendekat.
Persiapkan 200 pasukan Serigala menghadapi ke 25 Petarung itu. Jika pihak musuh menyerang. Usahakan pertarungan pasukan Serigala 10 berbanding 1 pihak lawan.
Siap Panglima Muda, "jawab Liu Yan dengan tegas".
Xin Chen mematikan telefon lalu menghubungi Petarung Tersembunyi dari Pedalaman Kuno.
Kring, kring, kring,
Suara telefon Xin Chen memanggil.
Haloo,,,
Jawab seseorang di ujung telefon.
Xin Chen berkata, "Apa aku berbicara dengan Tetua Yiang Lu ?".
Pihak lawan terdiam beberapa saat. Pihak lawan bicara berkata, " Iya, aku sendiri". Apa kamu Adik Chen? Ada apa menghubungiku?.
Tetua Yiang Lu. Ada hal penting dan mendesak. Tanpa berbasa basi Xin Chen menjelaskan semuanya.
Tetua Yiang Lu berkata, " Apakah kamu mampu mengatasi mereka seorang diri ?
Xin Chen menjawab, " Jika aku hanya seorang diri, aku bisa mengalahkan mereka. Akan tetapi sangat banyak orang orang yang kusayangi berada di sekitarku. Mereka menjadi ketakutan bagiku.
__ADS_1
Musuh musuhku memanfaatkan orang orang di sekitarqku untuk menekan diriku. Aku tidak ingin mereka terbunuh.
Tetua Yiang Lu apa nasehat anda ?
Tanya Xin Chen.
Tetua Yiang Lu berkata, "Mengingat dirimu salah seorang murid terbaik dari Ketua Klan Ruhingfu Kuno, aku akan membantumu.
Ruhingfu merupakan salah satu Klan tertua di dunia Beladiri Kuno. Banyak ketua Klan Kuno tidak berani mengusik Orang orang dari Ruhingfu.
Segeralah berangkat ke Utara. Jangan menundanya. Aku akan mengirim 7 Petarung Tersembunyi Pedalaman Kuno. Mereka akan membantumu mengatasi pertempuran di Utara.
Tetua Yiang Lu menambahkan perkataannya, "Jangan sekali kali Petarung Tersembunyi di ketahui oleh orang lain". Kekuatan mereka sudah cukup membantumu.
Sebaiknya kamu memanfaatkan sebaik mungkin hal ini. Sebab kuasaku sangat terbatas di Pedalaman Kuno. Aku tidak ingin berselisih dengan Ketua Pedalaman Kuno.
Terima kasih sudah membantuku. Aku telah merepotkan Tetua Yiang Lu. Aku berjanji akan berusaha untuk yang terbaik. Ucap Xin Chen.
Segera Xin Chen mematikan telefon dan bersiap siap berangkat ke perbatasan.
Terdengar beberapa suara mobil sedang menggaung ngaung di depan gerbang pintu.
Penjaga gerbang Villa terlihat sangat marah, mereka memarahi pengendara mobil yang arogan.
Dua Pria Tua dan seorang anak muda telah turun dari mobil serta di ikuti 11 pengawal keluar dari mobil.
Pengawal itu terlihat membawa beberapa barang tajam, membuat Penjaga gerbang Villa ketakutan.
Ka, kalian mau apa datang ke sini ? Salah seorang penjaga gerbang menghubungi
Xin Chen.
Halo Tuan.
Tegur penjaga gerbang
Iya, ada apa ? Xin Chen balik bertanya
Penjaga gerbang berkata, Ada sekelompok orang orang membuat keributan di depan gerbang dan membawa beberapa barang tajam.
Xin Chen memerintahkan penjaga gerbang untuk tetap di tempat, tidak membuat keributan.
Tunggu aku di gerbang. Aku segera ke sana.
Ucap Xin Chen.
Beberapa penjaga gerbang sedang menatap Dua Pria Tua memakai baju tang melangkah ke hadapan penjaga gerbang.
Seorang pemuda melangkah maju ke hadapan penjaga. Dengan wajah merah penuh kemarahan berkata, " Suruh Tuan kalian keluar.
Hari ini aku akan membalas perbuatannya terhadapku beberapa waktu yang lalu. Aku berikan waktu kepada kalian 10 menit.
Pasukan Khusus dan Pasukan Kilat melihat adegan ini dari kejauhan.
__ADS_1