
Semua orang Tercengang. Bukankah hal ini terlalu berlebihan dalam berkata kata !. Apa sekuat itu Hua Xia.
Seorang Tetua bernama Jiayung berkata,
"Tuan, jujur kami tidak mengenal anda sepenuhnya". Akan tetapi dari kata kata Tuan, Hua Xia sangat kuat. Apakah tidak terlalu berlebihan.
Gen Rong menyipitkan matanya. Apa kamu sudah pernah melihat kekuatan mereka ? Di dunia Sekuler Hua Xia seorang Alam Grandmaster Puncak mampu mengalahkan Alam Yusen Tahap Menengah. Apalagi petarung di daerah daerah tersembunyi mereka.
Kultivasi mereka sangat tinggi. Kekuatannya sulit untuk di tebak. Itupun mereka belum menggunakan jurus rahasia yang dapat meningkatkan kekuatannya 2 Alam di atasnya.
Apaaa,,,
Tetua Giong berkata, Apakah ada Kekuatan Seperti itu ? Apakah sebegitu mengerikan kekuatan mereka.
Semua Petinggi Sangyang tercengang. Mereka saling berbisik-bisik. Apa hal itu betul ? ataukah mengada ada.
Orang orang Hua Xia sangat mengerikan. Mereka bukan manusia biasa.
Mengapa seorang Alam rendah mampu mengalahkan Satu Alam di atasnya ? Sangat tidak mungkin terjadi. Bahkan mereka mampu meningkatkan kekuatannya dua Alam di atasnya.
Lai Jungye berkata,"
Paman Gen Rong. Orang orang di Negeri ini sudah banyak yang mati di bunuh oleh orang orang Hua Xia.
Sudah saatnya kami di dunia Sekuler harus membalas dendam atas apa yang terjadi di dunia Sekuler.
Gen Rong terdiam sejenak. Jika itu yang ingin kalian tempuh. Maka bertanggung jawablah kelak di hadapan orang orang Beladiri Kuno.
Jika telah terjadi perang antara Negeri Sangyang dengan Hua Xia kalian jangan pernah menyesalinya. Kekuatan lawan bukan hal mudah untuk di taklukkan.
Kita akan meminta bantuan dari Negeri Jiuzang. Kekuatan mereka juga sangat menakutkan. Jika kita meminta negara lain selain negeri Jiuzang maka akan percuma. Mulailah mengatur rencana untuk berkunjung ke Negara Jiuzang.
Jangan meminta bantuan ke Negara lain.
Kalaupun Negeri Sangyang di bantu oleh beberapa negara belum tentu mendapatkan kemenangan.
Apa kalian lupa beberapa waktu yang lalu, begitu banyak kekuatan besar di dunia mengeroyok Hua Xia, tapi hasilnya mereka di pukul mundur. Hua Xia tidak mengalami kehancuran, malah sebaliknya memenangkan pertempuran.
Mereka menang sebab memiliki petarung sangat di takutkan. Bahkan sekutu Negeri Sangyang memiliki kekuatan Alam Yitian Tahap Puncak tidak mampu menahan serangan mereka.
Kalian perlu ketahui.
__ADS_1
Menurut informasi dari Klan kuno Negeri Sangyang. Sewaktu peperangan terjadi. Pasukan Tersembunyi Hua Xia utusan Klan Kuno di Alam Sain Tahap Puncak mereka berada di antara barisan tentara tersebut. Itulah sebabnya mengapa Hua Xia mampu dengan mengalahkan gabungan 27 Negara.
Gen Rong melanjutkan bercerita. 35 tahun yang lalu. Aku di utus Ketua Klan untuk membunuh seseorang di Hua Xia. Dari informasi yang kuterima dari Ketua Klan. Pihak target hanya berada di Alam Yusen Tahap Menengah. Sedangkan aku berada di Alam Qingdong Tahap Puncak.
Setelah melakukan pertarungan. pihak lawan yang berusia 41 tahun dapat membuatku cedera serius.
Semua yang mendengar perkataan Gen Rong. Semuanya terkejut. Mereka tidak menyangka sebegitu mengerikan kekuatan lawan.
Lai Jungye berkata, " Paman Gen Rong!, Apa yang harus kami lakukan untuk membalas kematian saudara saudara kami ?".
Mendengar pertanyaan Lai Jungye. Gen Rong berkata, " Kalian harus memiliki kekuatan Alam Yitian. Hal itu baru mampu mengimbangi Aura kekuatan mereka.
Aku akan meminta beberapa Klan kuno untuk mengirim Petarung mereka membantu kalian.
Aku tidak akan membujuk lagi kepada kalian agar menghindari peperangan dengan
Hua Xia.
Lai Jungye membungkuk memohon maaf lalu bertanya kembali, " Apa ada jalan lain agar mampu mengalahkan Petarung Hua Xia ?
Paman Gen Rong !. Apakah ada petunjuk agar lebih mudah memenangkan peperangan ?
Mendengar pertanyaan Lai Jungye, Ren Rong menghela nafas panjang. Untuk hal itu aku sendiri tidak berani berkata kata selain kalian meningkatkan kekuatan kalian.
Mendengar perkataan Gen Rong. Semua orang saling bertanya tanya. Mereka menunggu penjelasan Gen Rong selanjutnya.
Cara apa yang harus kami tempuh Paman Gen Rong ?
Ucap Lai Jungye.
Gen Rong terdiam beberapa saat. Terasa mulutnya berat untuk berkata. Semua Petinggi Sangyang menunggu penjelasan dari Gen Rong.
Apa kalian siap menanggung segala konsekuensinya ?
Sahut Gen Rong.
Semua Petinggi Sangyang saling bertatapan. Salah seorang dari mereka berbicara, Sepertinya yang di maksud Paman Gen Rong hal yang tidak biasa. Jika tidak, hal itu tidak mungkin memiliki konsekuensi yang berat di tanggung.
Suasana sangat hening. Mereka tidak berani berkata sedikitpun.
Di ruangan tersebut banyak orang orang yang berpengaruh. Terutama Ada Penguasa Sangyang Lai Jungsu dan Ayahnya Lai Jungye seorang mantan Penguasa. Kekuatannya sangatlah menakutkan. Di tambah lagi di hadapannya seseorang utusan dari Klan Kuno yang memperingatkan mereka.
__ADS_1
Lai Jungye berkata kepada Lai Jungsu, " Anakku, Sebagai penguasa Negeri Sangyang, apakah kamu siap menerima konsekuensi hal itu ?"
Lai Jungsu terdiam sejenak, dirinya berfikir dalam memikirkan hal ini. Dirinya bertanya dalam hati. Konsekwensinya pasti sangat berat. Jika menyangkut keselamatan rakyat Negeri Sangyang aku tidak bisa menerimanya. jika sebaliknya mungkin aku bisa mempertimbangkannya.
Lai Jungsu melihat ke petinggi Sangyang, lalu berkata, " Tuan tuan ". Kalian telah mendengarkan perkataan Kakek Gen Rong tentang semuanya. Pilihan ada di tangan kita semua. Sebagai Penguasa Sangyang sangat berat untuk hal ini. Di sisi satu aku inginkan kemenangan dan ketenangan Negeri Sangyang, di sisi lain aku takut konsekuensinya memberatkan kita semua.
Salah seorang Tetua bernama Kiang Wung berdiri lalu berkata, " Jika memang hal itu membuat Negeri Sangyang memenangkan peperangan dan memberikan kemakmuran rakyat Negeri Sangyang. Tidak masalah jika kita mencobanya. Akan tetapi, apabila sebaliknya terjadi. Maka sebaiknya kita memilih jalan lain saja.
Setelah mendengar perkataan Tetua Kiang Wung. semua mengangguk setuju.
Melihat pembicaraan sangat ramai. Lai Jungye berkata kepada Gen Rong.
Paman Gen Rong. Bisakah paman menjelaskan konsekuensinya !.
Gen Rong menarik nafas dalam. Matanya tajam menatap sekumpulan petinggi Sangyang.
Kalian harus meminta bantuan kepada utusan para Dewa di Gunung Yingkao.
Banggg,,,
Mereka tercengang hebat. mulut mereka ada yang menganga kaget mendengar perkataan Gen Rong.
Seorang Pejabat Negara pria paruh baya Jiayung berkata, Kakek Gen Rong !. Bukankah di Gunung Yingkao tempatnya sangat keramat dan berada di belahan timur bumi.
Menurut rumor yang beredar. Begitu banyak Petarung hebat mati di Gunung itu ?
Bukankah hal itu sama saja menjemput kematiannya.
Lai Jungye terdiam memegang janggutnya yang telah memutih. sambil berjalan ke jendela. Lai Jungye berkata, " Gunung Yingkao sangat berbahaya, sepadan dengan hasilnya jika bisa di dapatkan.
Jika harus seperti itu. Maka kita akan mencobanya. Semua mengangguk pelan setuju perkataan Lai Jungye.
Gen Rong ikut berkata, "hanya merekalah yang mampu membantu kalian". Kekuatan terhebat di Gunung Yingkao berada di Alam Saiya Tahap Puncak.
Gen Rong lalu, lanjut berkata, "Diriku sendiri tidak mampu mengalahkan
kekuatan mereka". Kekuatan yang tidak dapat di jangkau.
Gen Rong terdiam sejenak.
Lalu berkata, "Jika kekuatan kalian hanya seperti saat ini". Maka jangan pernah bermimpi memenangkan pertempuran di Medan Perang. Sungguh lawan kalian sangat mengerikan. Hanya bantuan utusan para Dewa, maka kalian mampu meraih kemenangan.
__ADS_1
Lai Jungye menatap lekat semua Petinggi Sangyang. Lai Jungye bertanya, "Adakah di antara kalian mampu mengemban tugas ini ke Gunung Yingkao ?"
Semua terdiam. Mereka tidak satupun berani berkata," Para petinggi tahu konsekuensinya jika berangkat ke Gunung Yingkao.