
Melihat kekuatan lawan sangat kuat. Dengan waktu yang sangat singkat, begitu banyak tentara mati terbunuh oleh senapan mesin dan hantaman senjata berat Artileri.
Liu Yan berhasil membantai sebagian besar dari 300 tentara yang ikut menyerang markas.
Liu Yan memerintahkan agar segera Pasukan Serigala membersihkan sisa sisa pasukan musuh yang masih hidup.
Liu Yan tidak mengampuni mereka sedikitpun. Pasukan yang masih hidup di bunuh tanpa ampun.
Hamadal dan lainnya terdiam sejenak melihat kejadian itu. Dirinya dan teman temannya terdiam. Tidak dapat berkutik sedikitpun.
Waktu terasa hening seketika. Semua Pasukan Tentara Negara Gabungan mati mengenaskan.
Petarung yang tersisa tidak satupun dari mereka berbicara. Niang Su berkata, "Sebaiknya aku selesaikan semua ini dengan sesegera mungkin".
Di balik kecantikan Niang Su, juga memiliki kekuatan tempur yang mengerikan dan memiliki sifat tegas. Niang Su tidak ingin memberikan mereka kesempatan lagi.
Niang Su menghilang di tempatnya, seketika muncul di hadapan seorang petarung Negara Gabungan. Pukulan telah di arahkan ke kepala Petarung tersebut.
Tinju Niang Su di tingkatkan dengan kekuatan penuh. Jarak Niang Su hanya 1 meter dari Petarung Negara Gabungan.
*Banggg,,,*
Sebuah cengkraman di pergelangan tangan Niang Su terlihat. Seorang Pria Tua berdiri di samping Niang Su sambil memegang lengan Niang Su.
"Nona Niang!", Ucap Pria Tua berdiri tepat di sampingnya sambil menahan pukulan
Niang Su.
Pria itu salah satu Petarung Tersembunyi bernama Yu Gongxi. Salah satu Petarung Tersembunyi yang di utus untuk menjaga mereka berenam. Yu Gongxi memiliki Kekuatan yang sangat mengerikan.
Seorang Niang Su yang sangat kuat pukulannya mampu di tahan dengan santai oleh Yu Gongxi.
"Kakek Yu". Ucap Niang Su
"Mengapa kakek Yu menghalangiku membunuhnya ?".
"Aku tidak akan memberikan mereka peluang untuk hidup". Tegas Niang Su
Yu Gongxi berkata, "Nona Niang, Pesan Ketua jangan membunuh musuh yang sudah tidak berdaya. Sebagai seniman beladiri kita di ajarkan untuk memiliki sifat pengampun, melindungi orang orang lemah. Bukan menjadi pembantai".
"Semoga kelak mereka musuh musuh bisa mengetahui orang orang Hua Xia tidak seperti anggapan mereka tentang rumor yang beredar. Jika Nona Niang tidak membunuhnya. Kelak ia akan mengingat hal ini. Ini termasuk hutang bagi seorang Petarung. Mereka memiliki hutang besar kepadamu".
Yu Gongxi lanjut berkata, " Nona Niang ! Berikan mereka kesempatan hidup kali ini. Jangan menyusahkan mereka lagi". Mata Niang Su memerah menahan emosinya.
"Adik Niang! Jangan kotori tanganmu hanya membunuh mereka yang lemah". Ucap Rantauk yang telah berdiri di belakangnya.
Mendengar nasehat dari Yu Gongxi dan Rantauk. Perasaan Niang Su sedikit membaik, berangsur angsur tenang, kekuatannya kini melemah
Xin Chen melangkah di samping Chang Yi. "Kalian adalah permata hati Ketua. Bunga kita semua. Jangan melukai mereka lagi. Biarkan mereka pergi kali ini. Jika kelak masih datang, maka jangan memberikan mereka pengampunan".
__ADS_1
Hamadal dan lainnya melihat Xin Chen dan beberapa orang yang memancarkan Aura sangat kuat, hati Hamadal dan lainnya tercengang.
"Ini, ini, tidak mungkin. Mengapa mereka begitu mengerikan". Ekspresi wajah mereka di seakan akan melihat Dewa Kematian.
Baru saja mereka di kalahkan dengan wanita cantik hanya satu serangan. Kini muncul beberapa orang yang memiliki kekuatan yang lebih besar dan menakutkan.
Lutut Hamadal dan lainnya terasa berat.
*Bruuukkk,,,*
Hamadal dan lainnya berlutut di hadapan Yu Gongxi. "Tuan, Nona. Kali ini ampunilah kami. Kami janji akan menjadi orang baik yang berbudi luhur sesama manusia".
Seorang pria berbaju Zirah berwarna merah melangkah ke hadapan Xin Chen, lalu berkata, "Sepertinya musuh masih mengirim beberapa orang yang lebih kuat''.
Xin Chen mengangguk kecil lalu mencibir. "Kali ini jangan beri ampun, jika mereka tidak ingin kembali, maka biarkan mereka menetap selamanya di Hua Xia".
Rantauk ikut menimpali, " Kali ini biarkan Diu Zhung yang mengatasinya".
Diu Zhung yang sedari tadi terdiam mengamati mereka. Semua tersenyum mengejek menanti kedatangan pihak musuh.
Wajah Diu Zhung terlihat bersih dan sangat Tampan. Akan tetapi memiliki kekuatan tempur yang sangat mengerikan.
Hanya Yu Gongxi dan Xin Chen yang mengetahui kekuatan Alam Beladiri Diu Zhung.
*Hush, hush*
Rambut Diu Zhung berkibar kibar di terpa angin yang memutarinya. Selain Xin Chen dan Petarung Tersembunyi, orang orang yang melihat kekuatan Diu Zhung tercengang.
Mereka tidak menyangka kekuatan Diu Zhung meningkat secara perlahan lahan.
Xin Chen melihat tingkat Kultivasi Diu Zhung telah berada di Alam Beladiri Saiya Tahap Menengah.
Orang orang yang berada dibawah bawah Alam Diu Zhung, tidak dapat mengetahui kekuatan Diu Zhung yang sebenarnya. Mereka menganggap Petarung Tersembunyi hanya berada di Alam Yitian.
*Huss, huss, huss*
Terlihat 9 orang Petarung melintas perbatasan Utara dengan sangat cepat. Batu batu yang di lewati 9 Petarung beterbangan bagaikan debu.
Mereka utusan dari Klan Gungka untuk membantu Negara Gabungan. Salah seorang dari mereka memimpin penyerangan. Pemimpinnya bernama Zurran Kino yang berusia 52 tahun.
"Kita tidak boleh terlambat, Ucap Ebax salah seorang petarung yang sangat mengerikan".
Zurran Kino menimpali perkataan Ebax sambil berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke arah markas Xin Chen.
"Kemungkinan besar mereka sudah di kalahkan oleh Petarung Hua Xia". Mendengar perkataan Zurran Kino, Ebax tidak berbicara lagi. Mereka segera ke markas Xin Chen.
Markas Tentara Hua Xia telah terlihat dari kejauhan. Zurran Kino tidak banyak bicara, langsung dengan cepat menghilang di tempatnya. Detik berikutnya Zurran Kino muncul di depan Tentara biasa dengan jarak 5 meter. Segera pukulan di arahkan ke tentara tersebut.
Melihat kedatangan Petarung Negara Gabungan dan langsung menyerang. Xin Chen tahu apa yang akan terjadi. Xin Chen segera bergerak cepat.
__ADS_1
Rantauk dan Pasukan Tersembunyi bersiap menghadapi ancaman yang lebih kuat dari musuh.
Xin Chen segera menghilang dengan kecepatan tinggi menghadapi pukulan Zurran Kino. Dengan segera Xin Chen mengeluarkan tenaga sangat kuat pada pukulannya.
Pukulan Zurran Kino bertabrakan dengan pukulan Xin Chen.
*Duar, duar, duar*
Ledakan besar terjadi di sekeliling Xin Chen dan Zurran Kino. Orang orang yang Beladirinya di bawah Grandmaster segera mundur puluhan meter.
Lubang cekung terlihat di bawah mereka. Zurran Kino mundur 7 langkah. Sedangkan Xin Chen tetap di tempatnya. Posisi Xin Chen tidak berpindah sedikitpun. Bahkan Xin Chen secara bersamaan melindungi tentara yang di lindunginya dengan kekuatan Aura untuk mencegah kerusakan fatal akibat ledakan.
Semua orang yang menatap kejadian ini Tercengang. Mereka tidak menyangka Xin Chen memiliki kekuatan sedahsyat itu.
Zurran Kino sedikit tidak percaya. "Mengapa ada seorang Seni Beladiri di Hua Xia begitu muda tapi memiliki kekuatan yang sangat kuat. Hal ini sangat langka".
Zurran Kino sedikit waspada, "Sudah dapat di lihat siapa yang lebih kuat. Bahkan pemuda itu bersikap tenang. Tingkat Kultivasinya tidak dapat terlihat".
Zurran Kino sedikit curiga. Hanya orang orang yang lebih kuat Alam Beladirinya tidak dapat terlihat Kekuatan tempurnya. Zurran Kino memicingkan matanya menatap Xin Chen.
Rantauk dan Petarung Tersembunyi tercengang melihat kekuatan Xin Chen. Sudah begitu lama Xin Chen meninggalkan Gunung Lau tapi Kekuatannya sangat kuat.
Chang Yi bertanya, "Kakek Yu. Bukankah Kekuatan kak Xin hanya berada di Alam Qindong Tahap Menengah saat meninggalkan Gunung Lau ?".
Mendengar pertanyaan Chang Yi
Yu Gongxi menjawab, " Iya, waktu itu Xin Chen memasuki umur 23 Tahun dia meninggalkan Gunung Lau. Aku sendiri dan 3 Tetua Gunung Lau mengantarnya pergi meninggalkan Gunung Lau".
"Pasti ada teknik Rahasia yang di pelajari Xin Chen sehingga Kekuatan tempurnya meningkat drastis. Bisa jadi dia belajar sama seseorang yang memiliki kekuatan Alam Beladiri yang sangat tinggi".
Yu Gongxi memegang dagunya memikirkan kekuatan Xin Chen.
Rantauk dan Diu Zhung tidak dapat berkata kata. Melihat Xin Chen memukul mundur pihak lawannya dengan mudah.
Diu Zhung berkata, "Kekuatan Alam Beladiri musuh berada di Alam Sain. Tapi sangat mudah di atasi oleh Xin Chen. Kemungkinan Xin Chen sudah berada di Alam Beladiri Sain Tahap Puncak atau berada di Alam Beladiri Saiya Tahap Awal".
Diu Zhung mendengus, "Mengapa aku tidak dapat melihat tingkat Kultivasi Xin Chen ? Bahkan Auranya tidak dapat kurasakan sedikitpun".
Rantauk ikut bingung lalu berkata, "Sudah dari tadi aku mencari titik letak Kekuatan tempur Xin Chen. Akan tetapi aku tidak dapat melihat celah itu".
"Jangan jangan Xin Chen..."
Rantauk dan Diu Zhung saling memandang. Tatapan Diu Zhung semakin tajam melihat Xin Chen, "Ada rahasia apa sehingga Xin Chen sangat kuat".
Wang Poujun melihat seksama Xin Chen memukul mundur Petarung Negara Gabungan, Wang Poujun sangat penasaran dengan tingkat Kultivasi Xin Chen.
Wang Poujun berbisik dalam hati, "Kekuatan Anak ini membuatku terkejut dan penasaran.
Bukankah Ketua pernah berkata, kekuatan Alam Beladiri Xin Chen berada di Alam Qindong ? Mengapa sekarang dia mampu memukul mundur orang itu yang berada di Alam Beladiri Sain ?" Wang Poujun mengerutkan keningnya memikirkan hal itu.
__ADS_1