Kekuatan Dewa Perang Utara

Kekuatan Dewa Perang Utara
bab 17 Group Ling Shi


__ADS_3

Xin Chen melangkah keluar, lalu menatap Cai Ning. Melihat 2 orang pria bertubuh besar dan tinggi berdiri di halaman rumah. Dua lagi di mobil sedang menunggu.Keempat pria itu adalah pengawal Nona Cai Ning.


Mereka seorang Veteran di perbatasan Barat.


Xin Chen dapat melihat kedua Kultivasi mereka. Kedua pengawal yang berdiri di halaman rumah itu berada di tahap Master.


Jika bertemu lawan orang di bawah master tahap eksternal. Walaupun berjumlah 5 - 7 orang, salah seorang dari mereka, mampu mengalahkannya dengan mudah.


Kedua pengawal itu membalas senyuman Xin Chen dan Bibi Lie Lian. Mereka berdua tahu kalau Xin Chen adalah seorang Tuan Muda dari keluarga besar. Hal itu informasi yang di dapatkan mereka berempat.


Cai Ning seorang bos mereka berempat harus tunduk dan hormat kepada Xin Chen.


Dan mereka mendapatkan instrusksi dari Cai Ning agar menghormati Tuan Muda Chen.


Salah seorang dari mereka berdua berkata, "Sepertinya Tuan Muda Chen memiliki masa depan sangat cerah".


Pengawal di sampingnya mengangguk kecil. Namanya You Jie. Usianya sekitar 47 tahun. Tapi tingkat Kultivasinya sudah tinggi.


Xin Chen dan Bibi Lie Lian memberikan senyuman hangat kepada kedua pengawal itu. Bagi Xin Chen, seorang tentara yang berperang demi negara Hua Xia, merupakan seorang pahlawan Negara.


Mereka harus di istimewakan


Xin Chen memalingkan wajahnya melihat Cai Ning. Melihat tatapan Xin Chen. Cai Ning sedikit tersipu malu. "Ternyata Tuan Muda Chen sangat tampan". Bisik hati Cai Ning


Xin Chen sedikit salah tingkah melihat tatapan Cai Ning. Selama ini Xin Chen sibuk dengan dunia militer, kehidupan sehari-hari di habiskan untuk menjaga perbatasan Utara.


Untuk urusan asmara Xin Chen tidak pernah memikirkannya.


Melihat tingkah Xin Chen dan Nona Cai Ning, Bibi Lie Lian, sedikit berbatuk.


"Uhuk,, uhuk,,"


Serentak mereka berdua menyadari kalau Bibi Lie Lian berada di sampingnya.


"Maaf Nona, Ada urusan apa Nona mencari ponakanku Xin Chen".


Mendengar pertanyaan Bibi Lie Lian. Cai Ning berkata, "Maaf Bibi, Perkenalkan namaku Cai Ning. Aku seorang manager. Aku di tugaskan oleh Tuan Muda Chen untuk melihat lokasi pembangunan". Dengan sikap ramah dan santun, Cai Ning berkata, "rencananya akan di bangun gedung perkantoran, Hotel dan beberapa Vila di Desa San San".


Paman Fei dan Bibi Lie Lian tercengang mendengar penjelasan dari Cai Ning.


"Dari mana Xin Chen memiliki sumber uang sebanyak itu untuk membangun semuanya ? anak ini ke mana saja dalam beberapa tahun terakhir. Mengapa dirinya memiliki begitu banyak uang". Perasaan Bibi Lie Lian semakin rumit terhadap Xin Chen.


Bibi Lie Lian penuh rasa heran dan menatap Xin Chen dengan perasaan rumit. Awalnya dirinya menganggap Xin Chen hanya bercanda. Berfikir hal itu suatu lelucon yang di buat oleh Xin Chen.


Kini Bibi Lie Lian mempercayainya. Paman Fei mendengar perkataan Cai Ning dari dalam rumah, tercengang. Berkata dalam hati, "apa Xin Chen benar benar ingin membangun perusahaan di Desa


San San ?"


Paman Fei melangkah keluar rumah lalu berkata kepada Xin Chen. "Keponakaanku Xin Chen ! Apa kamu bersungguh-sungguh ingin membangun perusahaan di Desa San San ?"


Mendengar pertanyaan Paman Fei. Xin Chen tersenyum dan mengangguk kecil. Xin Chen berkata, "Betul Paman. Bukan cuma perusahaan. Aku akan membangun sebuah rumah untuk tempat tinggal kita.


Saat ini ada seorang wanita cantik di tugaskan oleh Xin Chen untuk membangun perusahaan di Desa San San",. Paman Fei dan Bibi Lie Lian menatap rumit Xin Chen


"Apa Xin Chen memiliki sejumlah uang untuk membuat perusahaan.


Bukankah dia sekarang seorang pengangguran ?"

__ADS_1


Memikirkan hal ini, paman Fei semakin pusing. Banyak hal ingin di tanyakannya tapi Paman Fei menahannya.


Bibi Lie Lian ikut menatap Xin Chen lekat lekat. "Sebentar lagi Desa San San akan terkenal". Bisik dalam hati bibi Lie Lian


Bibi Lie Lian kembali bertanya dengan lembut


kepada Nona Cai Ning !


"Nona!"


Cai Ning menatap Bibi Lie Lian.


"Kapan akan di bangun perusahaannya?"


Cai Ning Tersenyum mendengar pertanyaan Bibi Lie Lian, lalu menjawab


"Akan secepatnya di bangun.


Semua tergantung kepada Tuan Muda Chen"


Melihat senyuman ramah Cai Ning. Bibi Lie Lian mengangguk kecil.


Xin Chen berkata, "kami keluar dulu untuk melihat lokasi pembangunan perusahaanku".


Paman Fei dan Bibi Lie Lian mengangguk kecil


Xin Chen dan Cai Ning beranjak menuju lokasi yang akan di bangun sebuah gedung perusahaan.


Melihat lokasi yang akan di bangun sebuah gedung perusahaan sangat strategis. Tepatnya berada di perbatasan Desa San San dengan Desa Dingfu. Lokasinya sangat luas. Akan memakan biaya 150 miliar RMB.


Setelah memilih lokasi pembangunan, Xin Chen mengeluarkan sebuah kartu berwarna gold. Sebuah kartu hanya orang orang kaya di dunia yang memilikinya.


Melihat Xin Chen menyodorkan sebuah kartu gold kepadanya. Cai Ning tercengang.


"Bu,, Bukankah itu salah satu kartu tertinggi di dunia. Hanya orang orang terkaya yang memiliki kartu seperti itu".


Perasaan Cai Ning campur aduk. Cai Ning bertanya dalam hati, "siapa Tuan Muda Chen sebenarnya?" Mengapa Tuan Muda Chen memiliki kartu gold ?


Sepertinya Tuan Muda Chen memiliki latar belakang yang kuat".


Xin Chen berkata, "Di dalam kartu ini ada beberapa 5 triliun RMB. Pengambilan dananya tidak terbatas Aku ingin Nona Cai membangun perusahaan di setiap provinsi. Semuanya akan berpusat di kota San San".


"Mendengar perkataan Xin Chen, Nona Cai Ning mengangguk kecil lalu menjawab, "Tuan Muda Chen jangan khawatir.


Setelah memulai pembangunan di lokasi ini, aku akan ke beberapa kota provinsi


untuk membangun cabang perusahaan".


"Bagus !" ucap Xin Chen.


Xin Chen lalu berkata, "aku akan mengirim beberapa bawahan untuk membantumu selama bekerja denganku.


Aku tidak ingin orang orang yang berhubungan denganku mengalami masalah.


Apalagi menyangkut perusahaan yang ingin ku bangun".


"Baik Tuan Muda Chen, terima kasih".

__ADS_1


Ucap Cai Ning.


Cai Ning lalu berkata, "Tuan Muda Chen!"


Xin Chen menjawab, "ada apa Nona Cai?"


Cai Ning lalu meneruskan perkataannya, "apa nama perusahaan yang ingin Tuan Muda Chen bangun".


"Group Ling Shi", jawab Xin Chen.


Xin Chen memakai nama ibunya, sebab perusahaan itu adalah keinginan Ibunya membangun sebuah perusahaan terkenal di puncak dunia.


Xin Chen berkata lagi.


"Nama perusahaan itu adalah nama Ibuku. Dahulu sewaktu ibuku masih hidup, keinginannya membangun sebuah perusahaan ternama di dunia".


Mendengar perkataan Xin Chen, Cai Ning mengangguk kecil, lalu menjawab, "Baik Tuan Muda Chen. Aku sudah mengerti".


Terdengar suara teriakan dari kejauhan. Pendengaran Xin Chen sangat peka akan suatu suara.


Cai Ning tampak biasa saja. dirinya tidak merasakan apapun. Telinga Cai Ning biasa biasa saja. Normal pada umumnya, jadi tidak mendengar suara teriakan.


Teriakan meminta tolong sangat jelas di telinga Xin Chen.


Sepertinya ada dua sumber suara wanita yang meminta tolong.


Xin Chen memicingkan matanya, lalu berkata kepada Cai Ning.


"Nona Cai, bolehkah aku meninggalkan Nona Cai di sini sebentar. Aku pergi sebentar saja. Nona Cai bisa memikirkan segalanya untuk melakukan awal pembangunan".


Cai Ning mengangguk dan berkata, " Baik Tuan Muda Chen, setelah memeriksa keadaan di sini. Saya akan balik ke kota untuk mempersiapkan pembangunannya".


Xin Chen mengangguk lalu berkata, "aku pergi dulu. Kalau kamu sudah meninggalkan lokasi ini, hubungi aku". Jika belum pergi, Tunggu aku di sini. Aku hanya pergi sebentar saja.


"Baik Tuan Muda Chen"


Jawab Cai Ning.


Xin Chen tidak ingin menutupi kekuatannya dari Cai Ning dan pengawalnya. Xin Chen merasa Cai Ning sudah bagian dari jalan kehidupannya.


Xin Chen langsung menghilang dari tempatnya.


Cai Ning terperangah melihat aksi Xin Chen menghilang dari tempatnya.


"aa,, apaaa,,, Tuan Muda Chen menghilang ?"


Cai Ning menoleh ke para pengawalnya, lalu bertanya. "Apa kalian melihatnya?" Para pengawal tidak menjawabnya. Mereka juga sangat terkejut di buat oleh aksi Xin Chen.


Cai Ning sedang bertanya kepada pengawalnya, akan tetapi para pengawal dalam kondisi tercengang.


Wajah mereka tampak terkejut. Mereka masih terdiam.


Cai Ning mendekati mereka


lalu berkata, "Apa kalian melihat Tuan Muda Chen menghilang ?"


Pengawal mengangguk.

__ADS_1


"ii,,, iya Nona Cai".


__ADS_2