
Inspektur Zhen berkata kepada Xin Chen,
"Tuan Chen! Kami akan membawa mereka ke kantor polisi sekarang juga untuk di adili".
Xin Chen mengangguk.
Kini suasana di tempat kejadian kembali normal. Pengguna jalan dengan bebas berkendara.
Di sebuah Villa bergaya Timur tengah, Terletak di Provinsi Guizhou. Seorang kepala pelayan berlari masuk ke sebuah ruangan berukuran 100 meter persegi.
Dengan wajah pucat dan takut menemui Kepala Keluarga Tuan Besar Huang. Namanya Huang Za
"Tok,, tok,, tok"
Kepala Pelayan mengetuk pintu.
"Masuk!", Jawab Tuan Besar Huang. Kepala pelayan melangkah masuk ke ruangan.
Dengan perasaan takut. mulutnya agak berat berbicara. "Tu,, Tuan Besar".
Huang Za mengernyit. Lalu mencibir, "Cepat katakan ! Ada apa ?". Mendengar suara tekanan dari Huang Za, kepala pelayan semakin takut.
Dengan perasaan penuh tekanan. Kepala pelayan berkata, "Tuan Muda telah di rawat di RS King'Bao. Tubuhnya penuh luka, lengannya telah di patahkan oleh seseorang. Menurut informasi yang kudapat. Inspektur Zhen yang membawa Tuan Muda Huang Lu ke Rumah Sakit".
"Banggg"
Huang Za tercengang. Tubuhnya gemetar menahan marah. Wajahnya memerah.
"Braaakkk"
Meja yang sangat berat seharga Ratusan ribu RMB di angkat lalu di banting ke lantai. Meja dan lantai yang terkena hantaman meja di depan pelayan hancur berantakan.
Amarah dan sakit hati Huang Za meluap. Aura membunuh sangat terlihat di wajahnya. Kepala Pengawal Bernama Dung Jia dan seorang Petua Bernama Yiangfa sedang berdiri melihat kemarahan Huang Za. Mereka berdua merasa tidak nyaman.
Huang Za melangkah ke arah kepala pelayan, lalu mengangkat kerah baju kepala pelayan. "Cepat kamu katakan ! Siapa yang telah berani melakukan hal itu kepada putraku ?".
"Ma,, maaf tuan Besar. Pelakunya tinggal di Desa San San. Bernama Xin Chen. Inspektur Zhen memanggilnya Tuan Chen".
Huang Za melepaskan Kepala pelayan. Matanya sangat tajam. Huang Za berkata,
"Dung Jia, Segera bereskan yang bernama Xin Chen. Aku ingin melihat mayatnya".
"Baik Tuan Besar". Jawab Dung Jia.
Segera Dung Jia dan kepala pelayan melangkah keluar meninggalkan ruangan. Dung Jia berkata, "Berikan data orang yang telah melukai Tuan Muda! Kirim ke ponselku sekarang".
__ADS_1
Kepala pelayan mengangguk dan segera data Xin Chen masuk ke ponsel Dung Jia. Dung Jia segera menghubungi beberapa petarung terbaiknya agar segera menuju Desa San San untuk membunuh Xin Chen.
Di ruang makan Villa. Xin Chen dan Paman, Bibinya sedang menikmati beberapa menu makanan.
Paman Fei berkata, "Sebentar malam kita akan berkunjung ke rumah Fei Yun. Paman akan memperkenalkan sebelum hari pertunangan kalian di adakan".
Mendengar perkataan Paman Fei. Xin Chen sedikit gugup dan merasa malu. Selama ini dirinya tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun.
Xin Chen menjawab, "Baik Paman. Aku segera kembali sebentar malam". Melihat Xin Chen sedikit malu. Bibi Lie Lian berkata, "Hadiah apa yang akan kamu berikan kepada Fei Yun calon tunangan kamu ?".
Xin Chen terdiam memikirkan hal itu. "Belum Bibi, sebentar aku siapkan". Mendengar jawaban Xin Chen, Bibi Lie Lian tersenyum.
Perasaan Bibi Lie Lian sangat dalam kepada Xin Chen. Bagi Bibi Lie Lian, Xin Chen seperti putra kandungnya sendiri. Terkadang paman Fei merasa kasihan kepada Istrinya yang begitu menyayangi Xin Chen. Di sisi lain, Xin Chen sangat mencintai mereka berdua.
Selama Xin Chen menjadi seorang Tentara, tidak sedikit Xin Chen mengirimkan uang untuk kebutuhan Paman Fei dan Bibi Lie Lian. Bagi Xin Chen, Paman Fei dan Bibi Lie Lian pengganti Ibu dan Bapaknya.
"Aku sudah makan, Paman, Bibi. Kalian lanjut makan saja!". Xin Chen keluar dari Villa lalu berkata, "Keluarlah!".
Segera Empat orang pasukan khusus muncul di samping Xin Chen, "Ada apa Panglima Muda memanggil kami". Ucap pemimpin pasukan khusus Gu Zou, "Aku beberapa hari ini ada sedikit urusan. Segera tingkatkan keamanan karena akhir akhir ini aku banyak menyinggung orang. Aku tidak ingin Paman dan Bibiku menjadi sasaran kekejaman musuh musuhku".
Mendengar perkataan Panglima Muda. Pasukan Khusus sedikit lebih waspada. Gu Zou berkata, "Panglima Muda! Aku akan meminta bantuan kepada Penguasa untuk membantu menjaga Paman dan Bibi Panglima Muda".
"Jangan! Aku tidak ingin masalah ini di ketahui oleh penguasa Hua Xia. Penguasa tidak boleh terganggu akan masalah yang kuhadapi". Ucap Xin Chen.
"Siap Panglima Muda". Jawab Liu Yan.
Xin Chen mematikan telepon.
"Ttuuutt,, ttuuutt"
Xin Chen memandang Pasukan Khusus, lalu berkata, "Terima kasih atas kerja keras kalian".
Xin Chen mengeluarkan 4 Pil Yinjiang, lalu memberikan kepada Keempat Pasukan Khusus.
Tubuh Gu Zou bergetar hebat melihat Pil Yinjiang. "Pa,, Panglima Muda. Bukankah Pil itu sangat langka dan harganya sangat mahal. Mengapa Pil Yinjiang bisa sebanyak itu ada di tangan Panglima Muda ?".
Xin Chen tersenyum. "Kalian jangan terlalu sungkan kepadaku. Bagiku ini hanya Pil biasa.
Sangat mudah bagiku membuatnya".
Ucap Xin Chen.
"Banggg"
Keempat Pasukan Khusus tercengang. Mereka tidak menyangka Pil Yinjiang yang sangat mahal dan langka, kini Panglima Muda dapat membuatnya.
__ADS_1
"Jika seperti itu. Bukankah Panglima Muda seorang Al Kimia !".
Mendengar perkataan Xin Chen. Pasukan Khusus saling memandang satu sama lain. "Jika kami seterusnya mengikuti Panglima Muda, bukankah suatu keberuntungan besar. Kelak kekuatan kami semakin tinggi".
Gu Zou berlutut dan di ikuti ketiga Pasukan Khusus. "Panglima Muda. Kami akan mengikuti Panglima Muda selamanya".
Mendengar perkataan Pasukan Khusus, Xin Chen tersenyum bahagia. Melihat kesungguhan hati Pasukan Khusus. Xin Chen berkata, "Baiklah jika kalian seperti itu.
Aku sangat senang menerima kalian sepenuh hati".
Xin Chen Segera memberikan Pil Yinjiang kepada 4 Pasukan Khusus. "Minumlah Pil ini! Kekuatan kalian akan meningkat ke Alam Grandmaster tahap Puncak".
Mata Pasukan Khusus terbelalak mendengar perkataan Xin Chen. Mereka segera berkata, "Kami berjanji akan mengabdi kepada Panglima Muda". Mereka sangat bersemangat dan senang.
"Baiklah. Aku akan segera pergi ke kota King'Bao". Segera Xin Chen meninggalkan Puncak Lingfung menuju ke pusat Kota King'Bao.
Keempat Pasukan Khusus segera meminum Pil Yinjiang. Tanpa butuh waktu lama. Pil Yinjiang langsung larut di mulut. Arus hangat memenuhi otot otot dan urat uratnya. Terasa Tubuh mereka terasa sangat sakit, seakan akan di iris iris. Tubuh mereka terlihat bercahaya.
Dalam Pil Yinjiang. Xin Chen telah memurnikannya dan mengisi kekuatan. Berbeda dengan Pil yang di lelang. Hanya bisa menyembuhkan penyakit tetapi tidak dapat meningkatkan kultivasi seorang Seni Beladiri.
Tubuh Pasukan Khusus terlihat memancarkan Aura mematikan. Kini keempat Pasukan Khusus sudah di Tahap Puncak Grandmaster.
Terlihat senyum Gu Zou penuh semangat bertarung. Salah seorang dari Pasukan Khusus berkata, "Sebaiknya kita lebih waspada terhadap penyerangan Paman dan Bibi Panglima Muda".
Gu Zou mengangguk lalu berkata, "Persiapkan diri kalian, tidak lama lagi musuh akan menyerang tempat ini".
Sejam yang lalu Xin Chen meninggalkan Puncak Lingfung. Terlihat 3 mobil Sport kecepatan tinggi mengarah ke mobil Xin Chen. Dan 2 mobil Off-Road yang telah di modifikasi melaju kencang dari arah belakang mobil Xin Chen.
" Brakkk,,,"
Benturan keras terjadi. Tabrakan salah satu mobil Sport dan mobil yang di kendarai Xin Chen. Xin Chen telah menghilang. Mobil Xin Chen hancur dan terbakar.
Beberapa orang keluar dari keempat mobil . Mereka berjumlah 7 orang. Terlihat wajah mereka bukan dari Hua Xia.
Xin Chen mengerutkan keningnya menatap wajah mereka. "Ternyata mereka dari Eropa". Bisik Xin Chen dalam hati. Seketika Xin Chen menghilang di tempatnya, langsung muncul di depan salah satu orang Eropa.
"Rasakan kematian!". Xin Chen melayangkan satu pukulan tingkat rendah. Orang Eropa itu terkejut. Namanya Fester, Melihat pukulan Xin Chen di arahkan ke dadanya. Fester ingin menyilang kedua tangannya. akan tetapi kecepatan Xin Chen melampauinya.
" Bukkk,,,"
Tubuh Fester melayang 9 langkah. Terasa cairan di tenggorokan. Fester langsung muntah darah sebelum tubuhnya menyentuh tanah.
Wajah fester memucat. penuh ketakutan. Dirinya tidak menyangka Xin Chen langsung menyerangnya. Kultivasinya sedikit berkurang.
Keenam petarung orang orang Eropa tercengang. "Mengapa kekuatan pemuda itu sangat kuat".
__ADS_1