
Xin Chen mengerutkan keningnya, berkata dalam hati,"
Orang ini sangat sopan. "Cara berbicaranya begitu menghormati orang lain, tidak ada tekanan".
Sifat Duan Fu orangnya selalu menggunakan cara damai lebih dulu, tidak ingin bertindak arogan, tidak seperti anak orang kaya lainnya yang selalu bersikap arogan.
Walaupun anak orang kaya dan berpengaruh di Kabupaten King'Bao, Duan Fu tidak suka menampakkan kekayaan dan kekuasaannya. Xin chen berkata,"
Tuan ! Apa tujuan anda mengejar mobil yang ku tumpangi ?"
Duan Fu menjawab, "Aku mengejar wanita cantik yang ada di dalam mobil yang Tuan tumpangi. Tolong suruh dia turun dan ikut denganku pulang untuk menemui Paman Zhang"
Xin Chen mengerutkan keningnya lalu berkata. "Siapa paman Zhang yang Anda katakan ?" Duan Fu terdiam sejenak, matanya terlihat tajam memandang Xin Chen.
"Tuan, untuk apa anda menanyakan Paman Zhang ? Tuan tidak memiliki urusan denganku.
Aku hanya ingin masalah ini cepat selesai. Tuan harap mengerti !" Xin Chen mengerutkan keningnya.
"Baiklah, aku akan menyuruh wanita itu turun dan ikut bersamamu"
Xin Chen melangkah ke depan pintu mobil lalu berkata kepada Nona Long'er, "Nona !" Sapa Xin Chen, Long'er menoleh ke arah Xin Chen yang sementara duduk di dalam mobil.
"Ada apa Tuan?" jawab Nona Long'er !.
Xin Chen tersenyum lalu berkata,"
Tuan Muda itu meminta anda ikut bersamanya.
Tolong jangan mempersulit diriku" Long'er terdiam dan matanya berkaca-kaca. Melihat suasana Nona Long'er, Xin Chen sedikit merasa bersalah. Dirinya tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka.
"Jika persoalan mudah, seharusnya Nona ini tidak akan sedih. Mungkin ada sesuatu yang tidak beres", bisik Xin Chen dalam hati.
Melihat suasana Nona Long'er, Xin Chen sedikit merasa bersalah. Dirinya tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka.
Mungkin ada sesuatu yang tidak beres, bisik pikiran Xin Chen.
"Nona !"
Tegur Xin Chen !
" Kalau boleh tahu, mengapa mereka mengejarmu ?
Apa mereka kerabat kamu ?"
Mendengar pertanyaan Xin Chen, Nona Long'er terdiam sejenak, lalu bercerita sedikit, "Sebenarnya mereka bukan siapa siapa.
Aku hanya di paksa untuk bertunangan dengannya.
Walaupun Tuan Muda Duan Fu orangnya baik, tapi aku belum ingin untuk menikah, itulah sebabnya aku lari dari keluargaku".
Secara garis besar Xin Chen sudah memahaminya. Xin Chen tersenyum melihat Nona Long'er.
"Aku paham" Tutur Xin Chen kepada Nona Long'er.
"Kalian tunggu aku sebentar"
Xin Chen berkata dengan sopan.
__ADS_1
"Tuan !"
Tegur Xin Chen
Xin Chen menatap Tuan Muda Duan Fu dengan lekat.
"Wanita itu tidak ingin ikut denganmu. Jangan di paksakan, nanti aku bujuk untuk kembali" Duan Fu menatap Xin Chen dengan tenang, lalu berkata, "Apakah perlu secara kekerasan ? Aku berikan waktu 2 menit", Xin Chen menggelengkan kepalanya.
"Tidak Tuan. Jangan memaksakan seseorang jika dia tidak mau"
Xin Chen berkata dengan dingin,"
Tuan,, "Aku berikan waktu semenit kalian pergi dari hadapanku. Aku menghargai kalian jadi kuberikan kesempatan untuk meninggalkan tempat ini !"
Segera Xin Chen mengeluarkan Aura Kuat untuk menekan Duan Fu dan pengawalnya. Seakan akan ada gunung menindih mereka.
"Banggg,,,"
Nendengar ancaman Xin Chen, dan merasakan tekanan kuat. Duan Fu dan Para Pengawal merasa takut.
Duan Fu berusaha tetap tenang. Matanya melihat pengawal lalu berkata, "Tarik wanita itu ! Jangan membuat kulitnya rusak. Aku akan membunuh kalian jika kulitnya tersakiti".
Dengan sikap arogan, pengawal berjalan mendekat ke arah Nona Long'er. Xin Chen berdiri berkata, "Sebaiknya kalian urungkan niat kalian".
Pengawal tersenyum mengejek.
"Anak muda, minggir !
Jangan menghalangiku". Jarak sisa 1 meter dari mobil.
Nona Long'er sudah melihat pengawal mendekat ingin menariknya keluar dari mobil.
Pengawal itu langsung terjatuh ke tanah dengan rasa sakit yang tidak tertahankan.
Duan Fu yang melihat pengawal berteriak kesakitan, Duan Fu jadi kebingungan.
" Apa yang telah terjadi ?
Mengapa mereka berteriak kesakitan ?"
Perlahan celana di bagian lutut terlihat basah, darah mengalir keluar dari lutut pengawal itu.
Duan Fu tercengang melihat pengawalnya kesakitan."
Perasaannya bingung. Raut wajahnya sangat tidak enak di lihat. Kulitnya merah menahan marah.
Duan Fu menatap pengawal yang lain, lalu berkata "Kalian cepat bantu pengawal itu".
"Baik Tuan Muda Duan" Para pengawal menjawab dengan ketakutan.
Xin Chen tetap tenang, seakan-akan dia tidak berada di tempat kejadian.
Duan Fu melihat ekspresi datar Xin Chen. Hatinya sedikit rumit, apa Tuan itu yang menyakiti Pengawalku ?
Duan Fu bertanya kepada Xin Chen, "Tuan ! Apa anda yang melakukannya ?"
Mendengar pertanyaan Duan Fu, wajah Xin Chen tetap tenang, wajahnya datar, tetap diam di tempat.
__ADS_1
Xin Chen berkata,"Cepat pergi dari sini. Jangan menyesal kalau sesuatu terjadi dengan kalian".
Mendengar tekanan dari Xin Chen, Duan Fu menatap lekat Xin Chen, berbisik dalam hati.
"Apa Tuan ini memiliki beladiri tersembunyi ! Hmmm, pengawalku tidak dapat melawannya".
"Baiklah Tuan".
Aku akan segera pergi dari sini"
Xin Chen tetap tenang.
Segera Duan Fu pergi meninggalkan Xin Chen.
Pengawalnya berkata," Tuan Muda, Mengapa kita tidak membunuh bajingan itu ?"
Duan Fu berkata," Kita belum tahu latar belakang pemuda itu.
Jangan gegabah dalam bertindak. Jika dia biasa saja, apa dirinya berani menyinggung aku !"
Pengawal mengangguk, "Betul Tuan Muda, anda sangat jenius dalam berpikir. Aku tidak memikirkan hal ini Tuan Muda".
Duan Fu berkata," Tunggulah sampai kita tahu siapa pemuda itu baru kita berikan pelajaran".
Duan Fu memerintahkan pengawalnya untuk menyelidiki Xin Chen. "Cari tahu siapa pemuda itu dan tinggal di mana"
Dengan wajah yang terlihat kesal, Duan Fu memicingkan matanya berfikir cara membalas dendam.
Di perjalanan Xin Chen menutup matanya. Mengistirahatkan tubuhnya.
Nona Long'er melirik Xin Chen tetap tenang, sangat jarang berbicara.
Dalam hatinya berbisik. "Siapa Tuan ini ? Wajahnya sangat tampan dan pemberani. Sikapnya membuatku penasaran.
Hmmmm,,,
Memikirkan Xin Chen, Nona Long'er merasa malu. Terlihat pipinya kemerahan.
Nona Long'er memberanikan dirinya.
"Tu, Tuan"
Tegur Nona Long'er.
"Terima kasih banyak atas bantuannya"
Xin Chen membuka matanya lalu berkata, "Kamu jangan terlalu sungkan. Hal seperti itu tidak perlu membuatmu terbebani. Anggap saja, keberuntungan memihak dirimu"
Mendengar perkataan Xin Chen, Nona Long'er terdiam sejenak. Dirinya memberanikan diri untuk bertanya. "Tuan mau ke mana ? Tujuan Tuan ke mana ?" Xin Chen tersenyum, lalu berkata. "Aku akan mengunjungi Paman dan Bibiku di desa San San".
Xin Chen lalu bertanya balik, "Nona sendiri mau pergi ke mana ?"
Mendengar pertanyaan Xin Chen, Nona Long'er menggeleng kepalanya.
Lalu berkata, "Aku tidak tahu harus kemana. Aku sudah meninggalkan keluargaku sudah seminggu, uang dan barang barangku telah hilang.
Aku tidak tahu harus berbuat apa ?"
__ADS_1
Mendengar perkataan Nona Long'er, Xin Chen jadi serba salah. Melihat mata Nona Long'er meneteskan air mata, dirinya semakin salah tingkah.
"Maaf Nona, tidak seharusnya aku membuatmu sedih". Bukan begitu maksudku.