
seorang gadis dewasa berjalan memasuki area sekolah dasar dengan tatapan membunuh nya.
bagaimana tidak dia tak marah ini dia mendapat pengaduan yang entah keberapa kali dari sang keponakan yang selalu di buat menangis oleh seorang bocah satu kelas nya.
siang mbak lita, " sapa salah satu guru di sekolah tersebut ".
siang bu guru, apa maudy ada di kelas nya ? " tanya lita dengan sedikit senyum yang di paksakan ".
ada mbak, ini jam istirahat dia ada di kelas ko.
pasti dia ga mau keluar kelas lagi karna di ganggu sama bocah itu, " batin lita lalu berpamitan meninggalkan guru tersebut dan menuju kelas maudy ".
mau adalah gadis kecil merupakan keponakan lita, karena ayah dan ibu maudy selalu sibuk dengan pekerjaan nya maka lita selalu menjadi wali maudy di sekolah.
semalam maudy kembali menangis dan mengadukan perbuatan teman satu kelas nya pada sosok lita yang merupakan tante sekaligus tempat mengadu maudy.
__ADS_1
hingga sebelum dia berangkat ke kampus lita menyempatkan diri untuk ke sekolah maudy dan berniat memberi pelajaran pada sosok pengganggu keponakan nya.
lita kini sudah sampai di depan kelas maudy dan berdiri di depan pintu.
lita melihat maudy terduduk di bangku belakang dengan linangan air mata sambil memaksakan mulut nya untuk memakan makanan nya ada di meja nya.
sementara bocah laki laki berada di samping nya sambil menikmati makanan milik maudy.
sementara anak anak lain nya kini berada di luar kelas karena memang sekarang jam istirahat.
maudy menoleh pada arah pintu dan menatap tante nya dengan air mata yang masih mengalir, alzen pun ikut menoleh pada arah pintu.
tanpa rasa bersalah alzen tersenyum pada lita meskipun wajah lita nampak suram, bahkan beberapa kali lita pernah menjewer nya namun alzen tetap santai dan nampak tak takut pada wanita itu.
lita berjalan ke arah kedua bocah itu dan tanpa berbicara lita langsung menjewer alzen dengan kencang nya hingga membuat bocah itu meringis kesakitan.
__ADS_1
namun alzen bocah nakal dan kuat dia sama sekali tak menangis dan hanya pasrah meringis kesakitan saat telinga nya terasa panas dan terasa ingin putus.
sakit sakit tante, " ucap alzen sambil berusaha melepaskan tangan lita dari telinga nya ".
kamu bocah nakal, sudah berapa kali aku kasi tau, jangan mengganggu maudy dan jangan mengambil makanan maudy, " bentak lita sambil melepaskan tangan nya dari telingan alzen dan berdiri sambil menatap tajam bocah nakal itu ".
aku ga mengambil makanan maudy tante, aku cuma bertukar makanan saja, " bantah alzen membela diri ".
tapi aku ga suka makanan kamu, " kesal maudy yang kini berdiri dan memegang tangan tante nya ".
sekali lagi kamu mengambil makanan maudy aku bakal laporin ke orang tua kamu akar di pindahkan sekolah, " ancam lita pada bocah nakal itu ".
bukanya takut bocah itu malah menatap lita dengan senyum aneh nya, " laporin aja tante lagian aku bersyukur kalau pindah sekolah apalagi keluar dari kota ini ".
lita menatap kesal pada bocah nakal itu, memang selama ini bocah nakal itu hanya selalu mengambil makanan keponakan nya, padahal bocah itu pun selalu membawa bekal nya sendiri namun tak mau memakan nya dan memaksa maudy agar bertukar makanan.
__ADS_1