Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
sakit


__ADS_3

zen pun melenggang masuk ke dalam kamar al yang tak terkunci, zen naik ke atas ranjang dan memeluk papa nya agar bangun.


namun bocah nakal itu nampak kaget saat merasakan tubuh papa nya yang panas.


zen berlari sambil menangis memanggil ibu nya.


kharisma nampak khawatir saat melihat anak nya menangis dan menarik tubuh nya memasuki kamar al.


dengan pasrah kharisma ikut masuk ke dalam kamar, mimah dan beberapa art hanya berdiri di ambang pintu, mereka juga kaget dan khawatir meskipun belum mengetahui yang terjadi.


tubuh papa panas sekali, " ucap zen sambil terisak mengusap wajah nya yang mengeluarkan air mata sedari tadi ".


kharisma mendekati tubuh al lalu menempelkan tangan nya di dahi al, lalu menempelkan di leher al dan bergerak kembali memegang tangan al dan meraba bagian nadi tangan al.


kharisma berjalan keluar meminta mimah membawakan peralatan milik nya.


beruntung kharisma masih mempunyai alat alat kesehatan, kharisma memeriksa suhu tubuh al yang cukup tinggi, serta tekanan darah al yang sangat rendah.

__ADS_1


kharisma pun memasangkan infus di salah satu tangan al.


lalu kharisma menuliskan resep obat dan memberikan pada salah satu pengawal agar menebus resep obat tersebut.


di saat seperti ini kharisma merasa bersyukur dengan ke ahlian yang dia punya hingga bisa dengan cepat menangani dan memeriksa lelaki yang dia sangat sayangi itu.


zen sedari tadi hanya sesenggukan seolah mengerti dia menahan diri agar tangis nya tak membuat papa nya terganggu.


papa kenapa tidak bangun ? " tanya zen pada ibu nya yang kini menggendong diri nya ".


hingga malam hari al belum terbangun dari pingsan nya, beruntung sudah mendapatkan infus hingga perut kosong nya masih mendapat nutrisi.


zen terlelap di samping papa nya, bahkan bantal yang di pakai zen sudah basah karena bocah nakal itu sedari tadi menangis mengkhawatirkan papa nya.


bahkan kharisma harus membujuk anak nya itu untuk sesaat meninggalkan papa nya untuk sekedar makan.


hampir pagi hari kharisma baru memejamkan mata nya denga posisi terduduk di sopa kamar tersebut.

__ADS_1


al mulai membuka mata nya, kepala nya masih sedikit sakit, bahkan tubuh nya masih berasa lemah.


al menoleh ke samping kanan melihat anak nya yang terlelap dengan sisa sisa air mata di pipi nya.


al mengusap pipi anak nya dengan lemah sambil tersenyum samar.


al menoleh ke samping kiri dan melihat tangan nya di pasangi jarum infus serta sosok wanita yang terlihat sangat lelah terduduk memejamkan mata nya.


ada perasaan hangat saat tau kalau wanita itu yang merawat nya, namun saat teringat kembali apa yang sudah di lakukan wanita itu di masa lalu, rasa hangat itu berganti menjadi rasa pahit dan sakit di dada al.


al bangkit dari duduk nya hendak ke kamar mandi, dia berusaha berdiri namun malah kembali terduduk saat kepala nya berasa sakit.


hingga kharisma terbangun karena benda terjatuh, tiang infus yang tertarik tangan al sudah terjatuh di lantai.


dengan cepat kharisma berdiri dan mengambil tiang tersebut sambil melihat al yang terduduk di samping ranjang.


kamu mau kemana ? " tanya kharisma melihat kaki al yang sudah menempel di lantai ".

__ADS_1


__ADS_2