Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
termenung


__ADS_3

zen apa kamu mau ikut nenek tidur di hotel ? " tanya ibu putri pada cucu nya ".


mah mamah bisa menginap di rumah utama kenapa musti di hotel, " protes al meskipun hubungan nya dengan mertua nya kurang baik tapi al tak ingin bersikap acuh pada mertua nya ".


ucapan al membuat ibu putri dan tuan rahardian tambah merasa bersalah dengan kebaikan menantu nya.


ayah akan menginap di hotel saja biar dekat dari sini dan pagi pagi ayah akan kembali ke sini, " tolak tuan rahardian agar menantu nya tidak tersinggung ".


ok deh zen mau ikut menginap di hotel saja sama kakek dan nenek, " ujar zen sembari meminta di gendong tuan rahardian ".


kharisma hanya menggeleng melihat tingkah anak nya yang tadi bersikukuh ingin menemani papa nya, dan sekarang malah ingin ikut bersama kakek nenek nya.


tuan umar kembali beristirahat, sementara tuan rahardian sudah pergi menuju hotel terdekat.


al berjalan masuk ke ruang tunggu di temani kharisma dan duduk di sopa.


ka mau makan malam dulu atau mandi terlebih dahulu ? " tanya kharisma sembari merapikan barang bawaan nya di lemari yang tersedia ".

__ADS_1


mandi, " ucap al acuh lalu bergegas menuju kamar mandi ".


kharisma hanya menghela nafas, suami nya selalu bersikap dingin dan acuh saat sedang berdua.


dengan sabar kharisma membawa pakaian ganti serta handuk dan alat alat mandi untuk al, kharisma mengetuk pintu kamar mandi.


al membuka sedikit pintu dan mengambil barang barang yang di serahkan kharisma dan kembali menutup pintu kamar mandi.


beberapa saat kemudian al keluar kamar mandi dan duduk di sopa, di atas meja sudah tersaji beberapa makanan untuk nya.


sementara kharisma sudah merebahkan tubuh nya di sopa lain dan sudah memejamkan mata nya.


ya sedari tadi kharisma hanya berpura pura tidur, dia tak ingin membuat suami nya tak nyaman menikmati makan malam nya, sementara diri nya pun lupa kalau belum makan malam.


duduk lah, " ucap al membuat kharisma langsung mendudukan tubuh nya ".


al menggeser beberapa menu makan malam tersebut ke arah kharisma lalu pergi ke luar ruangan.

__ADS_1


kharisma pun akhir nya makan malam meskipun diri nya tak menginginkan tapi perut nya tak bisa di ajak kerja sama.


di luar ruangan nampak al termenung.


suatu sisi al memang selalu nyaman saat berada di sisi kharisma, namun setiap al berdekatan dengan kharisma al selalu teringat akan masa lalu, terlebih saat al harus di tinggalkan kharisma atas perkara harta dan menikah dengan lelaki lain yang sudah mapan pada saat itu.


hati dan fikiran al selalu bertolak belakang membuat al tak bisa bersikap lembut pada kharisma dan terkadang tanpa al sadari selalu berkata menyakiti kharisma.


apa jalan terbaikku harus menceraikan dia agar dia bisa hidup bahagia dan terlepas dari belengguku, " batin al sembari menghisap sebatang rokok nya ".


sementara umi aisyah nampak gelisah, dia bahkan masih memikirkan perkataan hilman yang mengatakan kalau mantan suami nya pun hampir mati beberapa tahun lalu dan beruntung anak nya al menyelamatkan nya.


umi aisyah teringat saat mantan suami nya berjalan meninggalkan rumah utama dengan langkah tak stabil itu karena beberapa tulang punggung nya bermasalah.


bahkah aisyah kini teringat perkataan wawancara umar yang mengatakan kalau kedatangan nya ke negara ini untuk menghabiskan masa tua nya bersama sang istri juga anak nya.


umar tak menikah lagi itu arti nya memang yang di maksud anak dan istri adalah al dan juga diri nya.

__ADS_1


apa aku terlalu egois, " batin aisyah termenung ".


__ADS_2