Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
kepergian kharisma


__ADS_3

beberapa hari berlalu kini zen nampak akrab dengan lita membuat al merasa curiga pada kedua nya.


selesai makan malam lita dan zen menuju ruang keluarga, sementara al masuk ke ruang kerja nya dan meminta kharisma menemui nya.


beberapa hari ini, kharisma sering mengurung diri di kamar, apalagi kehadiran lita bukan hanya mengusik rasa sakit hati saat lita selalu bersikap manis pada al, bahkan perhatian anak nya kini beralih pada sosok lita dan mengabaikan kharisma.


apa yakin rencana kita akan berhasil ? " tanya zen pada lita ".


mungkin, " jawab lita santai sambil berbalas pesan dengan kekasih nya ".


di ruang kerja al nampak duduk di sopa sembari menyilangkan kaki nya.


sementara kharisma nampak duduk di sebrang nya dengan kepala yang menunduk.


aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kamu, aku juga bisa mengambil kembali surat izin praktek kamu di malvin dengan syarat beri tahu aku isi berkas perjanjian kamu dengan malvin, " ucap al yang memang penasaran terhadap isi berkas kedua sambil menyerahkan surat kepemilikan rumah untuk kharisma ".

__ADS_1


kharisma membaca sekilas surat tersebut, ini kenapa nama nama rumah ini miliku ? " tanya kharisma heran ".


aku memberikan itu karena kamu sudah merawatku selama sakit, " jawab al sambil menatap lekat wajah kharisma ".


wajah kharisma nampak terlihat kecewa saat mendengan perkataan al, kharisma tau ini adalah pengusiran al secara halus pada diri nya.


aku tak butuh rumah dari kamu, aku juga tak butuh bantuan kamu mengambil surat izin dari malvin, malam ini aku akan pergi meninggalkan rumah ini, " ucap kharisma sambil berdiri dan meninggalkan ruang kerja al ".


al heran kenapa dia tak mau di bantu hanya dengan syarat memberi tau isi berkas perjanjian.


kini kharisma berjalan lemah, malam ini dia akan meninggalkan rumah yang beberapa hari membawa ke hangatan juga kesakitan bagi nya.


kharisma masuk ke dalam kamar yang beberapa hari menjadi kamar nya, dia membereskan barang barang milik nya.


mimah kini sudah kembali bekerja, tanpa mimah dan kharisma tau itu bantuan dari al yang sengaja mempekerjakan mimah di salah satu butik.

__ADS_1


kini kharisma berjalan keluar kamar sambil menarik koper milik nya, sampai di ruang keluarga zen dan lita nampak kebingungan melihat kharisma yang membawa koper besar.


ibu kenapa membawa koper besar ? " tanya zen khawatir ".


kamu jaga diri baik baik, belajar yang rajin dan jadi anak yang pintar, " ucap kharisma sambil mengelus rambut anak nya ".


ibu mau kemana ? " tanya zen tambah khawatir dan mata nya mulai berkaca kaca ".


ibu harus pergi, kamu tetap di sini ya, " ucap kharisma mengusap pipi zen yang mulai basah ".


aku titip anaku, semoga hubungan kalian bahagia, " ucapan itu tertuju pada lita, namun tatapan kharisma tetap pada anak nya ".


lita hanya diam terpaku dia bingung harus berkata apa, ini semua tidak sesuai prediksinya.


kharisma menarik kopernya keluar rumah, sementara zen meronta dari lita yang memegangi tubuh nya.

__ADS_1


lita melakukan itu semua karena tak ingin kembali membuat al murka, terpaksa lita harus mencegah bocah nakal itu mengejar ibu nya.


lita tau pasti kharisma akan pergi ke rumah mimah yang di berikan al, namun yang kharisma tau rumah mimah itu adalah fasilitas yang di dapat dari butik tempat mimah bekerja.


__ADS_2