
al menoleh sekilas pada lita lalu kembali menatap arman dan berbicang.
hati lita langsung meleleh, meskipun lelaki itu nampak acuh pada nya namun malah menambah nilai flus pada diri lita.
lita dengan gugup menyimpan puding di atas meja, andai lita tau kalau al sudah mengetahui perbuatan diri nya pada anak al mungkin sikap lita tak akan seperti ini.
tantri menyadari ke gugupan adik nya, dulu sewaktu tantri masih sekolah menengah pertama sering di belikan cemilan oleh al namun gadis itu tak mungkin mengenal sosok al yang sekarang sudah berubah penampilan.
tantri mencoba menggoda adik nya itu, lita apa kamu tak mengenal lelaki tampan itu ?
lita pun duduk di samping kaka nya malu malu dan hanya menggeleng pelan, al sendiri nampak biasa saja, dulu dia menyukai gadis remaja itu yang ramah dan lugu namun sekarang dia tau sifat lita yang kasar bahkan kelewat batas dalam berbicara pada anak kecil.
__ADS_1
dia ka al, teman kaka dulu yang suka membelikan kamu makanan, " ucap tantri lagi mengingatkan ".
wajah lita makin memerah saat mengetahui sosok laki laki di hadapan nya adalah orang yang dulu lita kagumi dan sukai namun waktu itu al hanya menganggap lita remaja kecil dan hanya sebagai adik nya.
apa benar ka al ? " tanya lita memastikan malu malu ".
al hanya mengangguk dengan tatapan dingin nya membuat lita berbalik gugup, lita heran kenapa orang se ramah dan se hangat al kini malah menatap tajam tak suka pada diri nya.
di rumah kharisma kini wanita itu tengah khawatir dengan anak nya yang ternyata tak ada di rumah dari kemarin pagi, kharisma baru menyadari setelah bangun tidur dan art memberitahukan kalau alzen tak kunjung pulang ke rumah.
pak susno pun menghilang bahkan kini kharisma berfikiran buruk pada pak susno.
__ADS_1
beberapa saat kemudian kedua bocah selesai berenang dan berganti pakaian, dengan riang memasuki rumah menuju ruang keluarga karena perintah tantri.
al menatap anak nya dengan berkaca kaca, alzen pun berhenti sesaat saat melihat sang papah berada di ruang keluarga teman nya, alzen berlari menghambur ke pelukan papa nya.
suasana cukup haru, alzen memeluk papa nya erat cukup lama hingga terdengar isak tangis anak nya yang makin keras membuat al tak tahan lagi, butiran butiran air mata lolos begitu saja melewati pipi nya.
keluarga arman nampak ikut berkaca kaca, sama hal nya dengan lita meskipun diri nya dalam kebingungan serta kebimbangan.
maudy ikut memeluk punggung teman nya, alkaf memeluk kedua bocah itu dengan haru.
beberapa saat hingga isak tangis alzen pun berhenti, papa jangan tinggalin aku lagi, aku ingin tinggal bersama papa, " pinta alzen tak ingin di tinggal papa nya bahkan tak ingin turun dari gendongan papa nya ".
__ADS_1
alzen akhir nya meluapkan segala unek unek nya tentang ibu nya yang menampar nya, menceritakan semua hal buruk yang terjadi pada diri nya bahkan alzen dengan polos menceritakan tentang pengusiran diri nya oleh lita membuat al mengelur kepala anak nya namun tangan satu nya mengepal dengan keras serta wajah yang kini memerah dengan amarah yang benar benar memuncak.