
kharisma sendiri heran dengan tingkah zo, sosok dingin dan juga penguasa, tak mungkin jika zo tak mampu membeli cemilan ataupun makanan enak di luaran sana.
kenapa bisa laki laki itu memohon pada anak nya hanya meminta cemilan.
paman suka nya cemilan itu, " jawab zo memelas pada bocah nakal itu ".
dari mana paman tau suka rasa cemilan ini ? " ujar zen kini menoleh pada zo yang terlihat memelas ".
tadi paman mencicipi di ruang kerja papamu, boleh ya itu untuk paman, " lagi zo tetap berusaha meminta dengan memohon pada bocah nakal ".
ya sudah paman minta saja punya papa, " jawab zen enteng ".
papamu ga membolehkan bahkan dia merebut nya dari paman dan menyembunyikan cemilan itu dari paman, " ujar zo mengadukan pada zen berharap bocah nakal itu akan kasihan pada nya ".
kharisma sedikit kaget mendengar penuturan zo, hati nya tiba tiba menghangat saat tau kalau al masih menyukai makanan hasil buatan nya.
__ADS_1
sudah sebentar saya ambilkan dulu di dapur masih banyak cemilan itu, " ucap kharisma menengahi zo dan zen yang sama sama kukuh menginginkan cemilan itu ".
kharisma berjalan menuju dapur, wajah zo kini berbinar membayangkan cemilan itu kembali berada di mulut nya.
al turun menuruni tangga berniat melihat anak nya, tapi dia malah melihat sosok kharisma yang tersenyum indah pada zo sambil memberikan paperbag.
terimakasih nyonya, " ucap zo sambil menerima paperbag tersebut ".
sama sama, kamu ga usah panggil nyonya saya bukan nyonya kamu, " jawab kharisma tak enak hati orang berkuasa seperti zo memanggil nya nyonya ".
baik kaka ipar, " jawab zo lagi cengengesan ".
jadi wanita jangan ke gatelan, " sindir al sambil berjalan masuk ke ruang keluarga ".
kharisma nampak bingung, dia tak merasa seperti itu, kini kharisma serba salah mau menuju kamar tapi anak nya masih belajar.
__ADS_1
mau masuk ke ruang keluarga tapi di sana juga ada al, dengan ragu kharisma tetap masuk ke dalam ruang keluarga dan duduk di sopa tepat di belakang zen yang duduk di karpet empuk sambil menyandarkan kedua tangan nya di meja menulis beberapa tugas pelajaran dari sekolah nya.
al nampak acuh dia memainkan handphone nya, hingga suara perut keroncongan al membuat wajah nya memerah.
apalagi kini bocah nakal nya tengah menertawai nya.
al pun pergi meninggalkan ruang keluarga.
ini sudah terlalu malam tak enak hati meminta art untuk memasak, untuk pertama kali nya di rumah ini al kembali memasak.
dia terlalu gengsi memakan masakan hasil kharisma padahal tadi dia menghabiskan satu toples cemilan buatan kharisma.
sebentar, ibu mau menyiapkan makan untuk papamu, " ucap kharisma lembut yang di angguki kepala oleh zen ".
sesampai nya di dapur kharisma sedikit kecewa karena al memasak olahan baru tanpa ingin menghangatkan hasil masakan nya, namun kharisma juga terpana melihat sosok lelaki yang dulu sangat hangat pada nya dan selalu menyayangi nya.
__ADS_1
al memasak dengan cekatan seperti dulu saat kebersamaan dengan kharisma, laki laki ini tetap tampan seperti dulu meskipun sedang memasak, " batin kharisma memandangi al yang memunggungi nya ".
al sebenar nya tau kehadiran kharisma namun dia nampak acuh tak mempedulikan kehadiran kharisma.