
lita menjadi ketakutan tak menyangka kalau bocah nakal itu akan menceritakan perbuatan nya pada papa nya di hadapan nya langsung, arman dan tantri sama takut nya kalau al akan menyalahkan adik nya meskipun semalam mereka sudah meminta maap.
sementara maudy dan zen nampak senang memeluk al tampa mengetahui aura membunuh dari wajah orang yang mereka peluk.
al benar benar emosi, dia marah pada kharisma dan keluarga nya, dia menyangka kalau zen akan di perlakukan dengan baik karena bagaimanapun zen merupakan darah daging mereka itu sebab nya al selalu menahan diri untuk membawa zen, tapi tidak untuk saat ini dia benar benar akan membawa pergi zen untuk hidup bersama nya.
al menyadari ketakutan dari keluarga tantri, al menatap lekat pada lita dan berkata, aku tak menyalahkanmu lita, anaku memang tak mempunyai keluarga yang utuh, itu sebab nya zen menjadi anak nakal karena kekurangan kasih sayang, kamu hanya orang luar sewajarnya membenci zen, aku hanya marah pada keluarga ibu nya yang memperlakukan zen dengan tak baik.
meskipun kata kata itu cukup menenangkan keluarga arman, namun hati lita nampak tertusuk duri tajam, dia makin merasa bersalah pada zen, padahal semarah marah nya dia pada zen dia tak membenci nya dan tanpa di sadari entah kenapa dia senang untuk berbuat onar pada bocah nakal itu.
mata lita berkaca kaca dan sedikit menunduk.
__ADS_1
arman anaku tak akan merepotkan keluarga kalian lagi, terimakasih selama ini kalian sudah baik pada zen, sebagai bentuk terimakasihku zo akan menemui mu beberapa hari lagi dan akan berinvestasi di perusahaan mu, " ucap al tulus namun dengan nada tegas ".
arman tak bisa berkata apa apa, tantri pun sama hal nya hingga gadis kecil menarik narik tangan al saat hendak pergi.
al pun menghentikan langkah nya dan berbalik lalu berjongkok untuk bisa menatap gadis kecil itu.
om marah sama ayah ? " tanya maudy khas anak anak karena dia hanya tau al sedang marah tak faham apa pembahasan sebenar nya ".
keluarga arman tambah haru terutama lita.
ga marah gadis manis, kamu boleh panggil aku papa seperti zen ok, aku cuma akan pergi sementara bersama zen untuk menjenguk nenek zen, " ucap al dengan nada yang sudah berubah menjadi lembut ".
__ADS_1
gadis itu tersenyum ceria, baik papah salam sama nenek ya lain waktu aku ikut sama zen melihat nenek.
gadis pintar, " ucap al sambil mengecup kedua pipi gadis kecil itu yang kini tertawa kecil dengan wajah memerah lucu ".
maudy pun berjalan memeluk bocah nakal yang sudah dia anggap saudara dan saling mengangkat kedua tangan di udara.
tantri tertawa kecil dia baru menyadari satu hal, hal itu dulu sering dia lakukan bersama al semasa kuliah, al pun tersenyum kecil lalu menggendong zen dan mengelus pucuk kepala maudy dan pergi meninggalkan kediaman arman.
suasana tegang kini haru, arman menyadari ketulusan kasih sayang persahabatan istri nya bersama al, dan sekarang sama hal nya dengan kedua anak nya.
setelah kepergian zen maudy berhampur ke pelukan tantri karena di tinggal zen.
__ADS_1
hati lita kini benar benar bekecamuk antara takut, marah, kesal, sakit hati, senang, menyesal semua dia rasakan setelah kepergian al.