
semua karyawan menyambut kedatangan tuan besar mereka, alexsa mantan sekertaris alkaf mendapat promosi jabatan dan menjadi direktur di perusahaan cabang yang hari ini akan di resmikan.
sebenar nya alexsa lebih ingin tetap menjadi sekertaris alkaf, agar selalu bisa berdekatan dengan bos besar tersebut.
namun keputusan alkaf tak bisa di bantah, kini terpaksa dia harus naik jabatan dan akan jarang bertemu alkaf.
alexsa menyambut tuan besar nya, dengan seluruh karyawan yang akan bekerja di perusahaan cabang tersebut.
seharusnya peresmian cabang di laksanakan pada siang hari tadi, namun secara mendadak zo meminta alexsa memundurkan acara.
acara peresmian pun selesai dan kini rombongan alkaf menuju salah satu pedesaan, dan berhenti di rumah sederhana namun sangat terlihat bersih dan terawat.
kamu kembali saja, " perintah alkaf pada zo yang langsung di angguki sang asisten ".
zo tak terlalu khawatir pada tuan besar nya sebab alkaf mempunyai bela diri yang hebat serta status tuan nya yang hanya di ketahui oleh kalangan tertentu.
perusahaan z corp merupakan perusahaan tertutup hingga hanya segelintir orang yang mengetahui identitas sang cio.
__ADS_1
sejauh ini z corp belum merambah pada bidang bidang usaha yang mengharuskan cio di publikasi.
alkaf berjalan memasuki rumah sederhana itu yang di sambut beberapa pelayan.
alkaf masuk ke dalam rumah lalu menuju halaman belakang.
terlihat wanita paruh baya tengah asik memberi pakan ikan pada kolam ikan di halaman belakang tersebut.
umi, " ucap alkaf sambil memeluk tubuh umi nya dari belakang ".
umi aisyah membalikan tubuh nya, alkaf langsung mengambil punggung tangan umi nya dan mencium punggung tangan umi lalu mencium kedua pipi umi nya dan mencium kening umi nya.
bagaimana keadaan cucu umi kaf ?
baik umi, tapi umi kapan ikut sama kaf pindah ? " tanya balik alkaf karena ingin selalu bersama dengan umi nya ".
umi ga mau ikut kamu, kecuali umi bisa bersama dengan cucu umi baru umi mau, " jawab umi sambil duduk di salah satu bangku halaman belakang tersebut ".
__ADS_1
salah satu pelayan membawakan kopi untuk alkaf dan menyimpan nya di meja yang tersedia.
terimakasih bi, " ucap kaf ramah ".
sama sama tuan, " jawab art dan berlalu meninggalkan ibu dan anak itu ".
sifat alkaf akan bertolak belakang saat di perusahaan, tak akan ada kehangatan apalagi ke ramahan yang ada hanya aura tajam serta tatapan membunuh apalagi pada pesaing perusahaan nya.
umi aisyah sendiri tau sifat anak nya saat bersama nya dan tak bersama nya, umi aisyah memaklumi karena memang dalam persaingan bisnis sangat lah kejam, apalagi alkaf benar benar merintis perusahaan dari nol tanpa bantuan orang lain membuat alkaf tambah waspada dan tak ingin jerih payah nya hancur begitu saja.
sudah tujuh tahun kamu merantau dan sekarang sudah berhasil, apa tak punya ke inginan untuk mengambil anakmu ? " tanya umi mencoba memancing anak nya ".
aku bingung umi, aku takut anaku tak akan bahagia hidup bersamaku, dulu mungkin aku tak sanggup mengambil nya karena ke adaaku, tapi sekarang aku tak sanggup mengambilnya karena takut merebut kebahagiaan anaku sendiri, " jawab alkaf lirih ".
umi sudah tua alkaf, umi ingin segera punya menantu, " keluh umi lagi agar anak nya mau menikah ".
umi kan sudah punya cucu, " jawab alkaf enteng ".
__ADS_1
tapi apa umi bisa bersama cucu umi ? bertemu saja saat dia masih bayi, umi rindu cucu umi yang tampan itu, " keluh umi aisyah lagi ".