Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
sekertaris baru


__ADS_3

kini hilda merapikan barang barang milik nya lalu masuk ke dalam lip, sebab meskipun dia di pecat dia musti bertemu dulu dengan cio atas permintaan cio.


dengan ragu ragu hilda mengetuk pintu ruang cio, dengan perlahan membuka dan masuk ke dalam ruangan setelah mendapat izin dari cio.


zo sedikit heran dengan penampilan hilda, bahkan dia tak mengerti kenapa gadis ini bisa masuk ke ruangan atasan nya.


ya zo baru kembali dari luar kota dan langsung menuju kantor untuk melaporkan perkembangan pada cio.


kamu bisa keluar ruanganku sekarang, " usir al pada zo dengan wajah dingin ".


zo ingin membantah, namun tak punya keberanian saat al memang terlihat serius menyuruhnya keluar.


zo melirik hilda sesaat dan keluar ruangan.


zo dan hilda sudah sering bertemu dan berkomunikasi setelah pertemuan nya dulu saat lita menampar elma.


duduk, " perintah al masih dingin pada hilda ".


dengan gugup hilda duduk di kursi berhadapan dengan al sambil menundukan kepala nya.


al memicingkan mata nya, dia heran kenapa gadis itu malah terlihat habis menangis.

__ADS_1


al menyadari satu hal dan menyunggingkan senyum tanpa hilda sadari.


sudah lama bekerja di sini ? " tanya al menurunkan nada suara nya ".


hilda mendongakan kepala nya, baru tiga bulan tuan, " jawab hilda grogi sambil kembali menundukan kepala nya ".


mulai hari ini kamu sudah tidak menjadi resepsionis, apa tidak masalah ?


tidak tuan, " jawab hilda pelan ".


dia teringat adik adik nya yang masih bersekolah, serta ibu nya yang sakit sakitan, kini dia tak mempunyai penghasilan membuat hilda benar benar tak bisa menahan kesedihan.


hilda mengeluarkan air mata nya, dan sedikit terisak.


apa tuan serius ? " tanya hilda tak percaya sambil mengangkat kepala nya ".


hem, sekarang kamu bisa mulai bekerja.


saking senang nya hilda berdiri dan tanpa sadar langsung memeluk al karena sangat senang.


sementara di pintu, zo nampak mundar mandir, dia benar benar khawatir.

__ADS_1


akhir nya zo memberanikan diri membuka pintu cio, hati nya benar benar sakit melihat pemandangan itu.


zo ingin kembali menutup pintu, namun al memanggil nya hingga dengan terpaksa zo masuk ke dalam ruangan itu kembali.


kini hilda sudah melepaskan pelukan nya dan nampak salah tingkah, lain kali kalau kamu senang bisa peluk zo jangan saya, " ketus al dan meminta hilda mulai bekerja di ruangan nya sendiri ".


baik tuan terimakasih, sekali lagi maap, " ucap hilda dan bergegas menuju ruangan nya dengan perasaan berkecamuk ".


hilda merasa sangat senang karena menjadi sekretaris, malu pada al karena memeluk nya, merasa bersalah pada zo.


al duduk kembali di kursi kebesaran nya, zo pun ikut duduk di hadapan nya dengan wajah menyebalkan.


kamu kenapa ? " tanya al pura pura bodoh ".


tidak bos, " jika zo sedang marah pada tuan nya pasti akan menyebut tuan nya dengan kata bos ".


akhir nya al tak tahan lagi untuk tertawa.


al pun melepaskan tawa nya membuat zo heran dengan tingkah cio satu ini.


al pun mengakhiri tawa nya setelah merasa cape.

__ADS_1


aku meminta hilda datang ke ruanganku, mulai hari ini dia bekerja sebagai sekertarisku menggantikan lita, aku sengaja meminta dia biar bisa sering bersama kamu, tadi dia tak sengaja memelukku karena senang bisa mendapat kenaikan gaji. " ucap al panjang lebar ".


__ADS_2