Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
surat perjanjian


__ADS_3

al tersenyum kecil, dia tau kalau segala sesuatu bisa menjadi bisnis untuk keluarga rahardian.


hilman sedikit kaget, itu uang besar bagi nya, tapi hilman yakin kaka nya mampu memberikan uang tersebut.


umi aisyah sama hal nya kaget dan tak menyangka cucu nya di jadikan ladang bisnis oleh keluarga rahardian, apa pantas seorang cucu di perjual belikan tuan, " potong umi aisyah dengan suara lirih nya ".


bagaimana tak sedih seorang nenek dan kakek nekad menukarkan cucu nya dengan sejumlah uang.


kalau tak sanggup maka serahkan sekarang juga zen pada kami, " ketus bu putri membantah ucapan umi aisyah ".


apa tak menyesal di kemudian hari ? " tanya al memastikan ".


sudah kamu sanggup apa tidak, " kesal tuan rahardian tak ingin berlama lama di rumah kecil menurut nya ini ".


tiba tiba tubuh tuan rahardian menegang saat melihat sosok zo yang muncul sambil menggendong cucu nya di pundak zo.

__ADS_1


sedari tadi zo memang masuk ke dalam kamar dan membuat surat perjanjian sebab zo yakin kalau keluarga rahardian akan menyerahkan suka rela zen dengan sejumlah uang.


tuan rahardian berdiri menyambut gugup zo dan memberi hormat.


tuan zo, anda berada di sini bersama cucu kami ?


sama assisten memberi hormat sama tuan nya menghina, " cibir hilman pada tuan rahardian ".


zo duduk sopa samping al tanpa membalas sapaan tuan rahardian, sementara bocah nakal langsung memeluk papah nya takut kalau akan di bawa oleh tuan rahardian.


dalam ketakutan tuan rahardian membayangkan yang tidak tidak meskipun berharap bayangan nya tak menjadi kenyataan.


al membaca poin poin dalam berkas perjanjian yang di berikan oleh zo, lalu menyimpan berkas tersebut di atas meja di hadapan tuan rahardian.


dengan tangan bergetar tuan rahardian mengambil berkas nya tersebut.

__ADS_1


poin penting nya adalah zen tak bisa lagi di temui oleh pihak pertama yaitu keluarga rahardian termasuk ibu kandung nya.


serta sebagai konpensasi pihak kedua bersedia memberikan uang senilai seratus milyard dan zen sepenuh nya hak dan tanggung jawab pihak kedua.


entah kenapa bukan perasaan senang saat membaca surat tersebut melaikan sebuah kesedihan dari tuan rahardian.


aku sudah baik hati memberikan sepuluh kali lipat dari permintaan anda tuan, jadi silahkan di tanda tangani, zo, perintah al yang di pahami zo.


zo segera merogoh kertas di dalam jas nya, zo menulis nominal pembayaran serta menandatangi lalu menyerahkan di atas meja tuan rahardian.


dengan terpaksa tangan yang bergetar tuan rahardian menandatangani surat tersebut, begitupun bu putri sebagai saksi pihak pertama menandatangani dengan tangan yang bergetar hebat.


zo sebagai saksi pihak ke dua serta al yang menjadi pihak ke dua.


gila seratus milyard bisa di cairkan cuma lewat tanda tangan si zo, " batin hilman takjub dengan ke kayaaan kaka nya sekarang ".

__ADS_1


ada rasa lega namun sakit di hati umi aisyah, dia berharap kedua pihak orang tua zen menyayangi zen dengan penuh kasih sayang, namun kini cucu yang belum memahami permasalahan itu malah menjadi transaksi antar keluarga.


__ADS_2