
al mulai memejamkan mata nya, sedari tadi ada yang mengganggu, sebagai lelaki normal al ada benda tumpul di bawah nya yang menegang.
apalagi sedari tadi kharisma selalu berdekatan bahkan kini wanita itu memeluk dengan posesif.
al kembali membuka mata nya, wanita itu nampak sedang memandangi nya sedari tadi dengan tatapan yang membuat jantung al kembali berdetak lebih cepat.
al mendekatkan wajah nya dengan lembut al mulai mengecup bibir merah istri nya itu, cumbuan lembut mulai menuntut, tapi al sadar kalau istri nya belum dalam ke adaan pulih hingga dia menghentikan nya karena takut menyakiti istri nya.
kharisma tau fikiran suami nya, dengan wajah malu malu kharisma berkata, " lakukan lah dengan perlahan ".
al yang sedari tadi menahan hasrat kini wajah nya nampak berseri, dia pun kembali mengecup dan mulai menuntut.
kini al ******* lembut bibir kharisma hingga sedikit memaksa agar istri nya itu membuka mulut, al nampak terdiam sesaat karena fikiran aneh nya.
kenapa kharisma nampak kaku bahkan istri nya itu nampak seperti baru belajar bercumbu, padahal dia sudah lama berumah tangga.
fikiran itu kembali membuat al merasa sakit namun dengan hasrat yang sudah menggebu al tak menghiraukan sekelebat fikiran nya itu.
kini al menghisan lembut bagian leher kharisma hingga membuat kharisma menegang dengan tangan yang mencengkeram seprai.
mata kharisma tertutup dan terlihat wajah kharisma yang nampak pucat, apa dia teringat saat aku memaksanya dulu, " batin al yang melihat istri nya seperti itu ".
merasakan pergerakan yang terhenti kharisma pun membuka mata nya, dia bingung harus berkata apa, kharisma sadar kalau suami nya itu mencurigai sesuatu.
kenapa ? " tanya kharisma berusaha tenang ".
__ADS_1
belum al menjawab pintu di ketuk, kedua nya saling pandang lalu al berjalan dengan wajah sedikit terlihat kesal.
bocah nakal nyengir kuda lalu masuk ke dalam kamar, dan naik ke atas ranjang tanpa rasa bersalah.
zen memeluk tubuh ibu setelah mengecup banyak banyak wajah ibu nya itu.
terlihat al berjalan malas mendekat ke arah ranjang, ada rasa bersalah kharisma pada suami nya itu, tapi mau bagaimana lagi pengganggu nya adalah bocah nakal.
ibu aku rindu makasakan ibu, " ucap zen tiba tiba ".
bukanya kamu dulu ga suka masakan ibu, " ejek kharisma sembari mengelus rambut anak nya ".
dulu masakan ibu ga enak, tapi sejak ibu membuka warung aku sangat menyukai nya, " jawab zen apa ada nya ".
dulu ibu ga mau masak resep dari guru masak ibu, tapi sejak ibu membuka warung ibu kembali memakai resep masakan itu, " ucap kharisma sembari melihat respon al yang sedari tadi hanya diam ".
kalau begitu sebelum ibu benar benar sembuh ibu bisa kan minta tolong guru ibu datang ke rumah dan memasakan makanan untuk aku, " pinta zen penuh harap ".
kharisma tak menjawab dan menatap al agar suami nya itu saja yang menjawab perkataan anak nya.
al yang tau tatapan kharisma yang meminta diri nya menceritakan pun berkata, " papa guru ibu mu, besok papa akan memasak untukmu dan ibu ".
zen nampak tertawa kecil seolah tak percaya pada papa nya, papa mana bisa memasak selama kita tinggal bersama juga tak pernah memasak, " kini bocah nakal itu yang mengejek papa nya sambil tertawa jahat ".
al hanya mendengus kesal dan mulal menyenderkan tubuh nya di ranjang.
__ADS_1
kamu mau tidur di sini ? " tanya kharisma memastikan ".
ia kata mbak mimah ibu tidur sama papa, aku takut papa menyakiti ibu makanya aku datang dan akan tidur di kamar ini, " jawab zen sembari melirik kesal papa nya ".
kharisma tertawa kecil melihat tingkah anak nya.
al kesal, dia mengangkat tubuh anak nya dan menggelitik.
zen tertawa menahan rasa geli.
pah udah ampun pah ampun, teriak zen memohon.
kharisma tersenyum dia benar benar merasa ke hangatan sebuah keluarga sekarang.
al menyimpan tubuh zen di samping istri nya, zen yang sadar maksud papa nya meloncati tubuh ibu nya dan kini mendorong tubuh papa nya.
papa jangan tidur dekat ibu, " kesal zen sembari menatap tajam papa nya ".
zen sudah kamu di samping sini, biar papa di situ, papa ga mungkin sakitin ibu, " bujuk kharisma menepuk kasur tempat tadi al menyimpan anak nya itu ".
zen menuruti dan kembali melangkahi tubuh ibu nya dan memeluk ibu nya posesif.
al yang ingin memeluk istri nya namun di halangi zen hanya mendengus kesal, dia menutup tubuh nya dengan selimut.
namun al merasakan kalau satu tangan nya di genggam istri nya, ada rasa hangat meskipun hanya tidur sambil berpegangan tangan.
__ADS_1
mereka pun akhir nya tidur dengan posisi zen memeluk ibu nya sementara al hanya bisa berpegangan tangan.