
kini zen dan kaf dalam perjalanan menuju rumah umi aisyah, meskipun hanya mengendarai motor zen nampak sangat senang bahkan tak henti henti nya dia berceloteh saat melihat sesuatu yang menarik dalam perjalanan.
al dengan sabar menyahuti apa yang di tunjuk anak nya, awal nya al khawatir kalau zen akan mengantuk dalam perjalanan yang lumayan jauh, makanya sengaja zen di dudukan di depan al, namun bocah nakal itu marah sangat riang gembira tak henti berceloteh.
pah sebenar nya aku senang bermusuhan dengan tante lita, " celoteh zen lagi membuat al memicingkan mata nya heran ".
kenapa kamu sudah, bukanya dia jahat ? " tanya al ingin lebih tau yang di lalui anak nya ".
tante lita memang jahat pah, dia selalu mengusir dan tak membolehkan aku makan makanan nya, tapi masakan tante lita enak jadi aku menyukai nya, " terang zen ceria mengingat masakan tante lita yang pas di lidah nya ".
anak kecil memang aneh, al hanya meng ia kan ucapan anak nya, al memang sudah benar benar menutup hati pada wanita jadi dia tak peduli tentang lita dia hanya ingin membahagiakan anak nya.
__ADS_1
sesampai nya di rumah sang nenek tanpa di perintah zen berhambur ke pelukan nenek nya, ini pertemuan pertama namun zen sudah mengenal nenek lewat vidio call saat papa nya menemui nya.
umi aisyah memeluk erat cucu nya yang kini baru bisa dia temui setelah berumur tujuh tahun.
isak bahagia umi aisyah pecah hingga bocah nakal itu mengusap pipi sang nenek, nenek jangan sedih mulai sekarang aku akan menjaga nenek dan tak akan ada yang menyakiti nenek, " ucap zen seperti orang dewasa yang ingin melindungi orang yang di sayangi ".
tawa al dan umi aisyah pun pecah melihat tingkah bocah nakal itu, hilman yang mendengar tawa di luar rumah akhir nya berjalan ke luar rumah dan melihat bocah nakal itu sedang mengusap usap pipi umi aisyah.
hilman berjalan mendekat, zen yang menyadari orang lain langsung minta turun dari gendongan umi aisyah dan berjalan mendekat pada hilman sambil menatap tajam hilman.
om mau mengusirku lagi hah ? ngapain om di rumah nenek ? pergi sana, " usir zen sambil berkacak pinggang layak nya lelaki dewasa yang marah ".
__ADS_1
hilman tertawa kecil dan langsung menggendong tubuh mungil keponakan nya itu, zen meronta meminta turun.
hey bocah kecil, aku ini adik papamu dan juga anak dari nenekmu, itu arti nya aku pamanmu, "ucap hilman menjelaskan sambil mencium kedua pipi bocah nakal itu bergantian ".
zen mendengus kesal tak suka di cium orang asing, zen menatap papa nya meminta kepastian, dia sama sekali tak mempercayai ucapan orang yang kini menggendong nya.
al mengangguk tanda membenarkan ucapan hilman.
lalu kenapa paman mengusirku waktu di restoran ? " tanya zen masih kesal sebab dia hanya beranggapan kalau hilman mengusir nya ".
hilman menjitak kepala zen pelan dan berkata, paman bukan mengusirmu tapi khawatir kamu kena angis malam itu ga baik bagi anak anak seusia kamu.
__ADS_1
zen kembali mendengus kesal karena di jitak oleh paman nya, tapi kini dia mengerti ucapan paman nya dan tak marah lagi pada paman nya.
meraka pun masuk ke dalam rumah dengan gembira, para art pun menyambut baik kedatangan zen, sebenar nya zen heran dengan banyak art di rumah sederhana, namun karena ke hangatan dari keluarga papa nya serta para art zen tak memikirkan hal itu lagi dan lebih banyak menceritakan tentang pertumbuhan nya pada nenek dan paman nya serta papa nya.