Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
siuman


__ADS_3

al berdiri dan mengambil minuman dingin yang di pegang maudy.


semua menatap al bingung, aku hanya menyukai rasa jeruk, ucap al acuh karena semua minuman yang di bawa alexsander rasa mangga.


siapa yang menghajar suamiku ? " tanya maudy menatap alkaf mempertanyakan".


al nampak santai menegak minuman nya.


aku, " ujar al santai sembari menyimpan botol minuman di atas meja ".


maudy nampak kaget dan gugup saat al mengatakan hal tersebut, meskipun dia terkenal akan ke barbaran nya namun dia tau sosok laki laki yang berada di hadapan nya.


bukan tuan muda, tapi lelaki itu, " adu alex sembari menunjuk zo ".


maaf ka, dia kekasihku, " potong hilda ingin membela kekasih nya ".


kalau begitu kamu putuskan dia, biar kaka mencarikan kekasih baru mu yang tau sopan santun pada kaka iparnya, " ketus maudy menatap tajam zo ".


zo menelan ludah nya, dia belum mengerti kebenaran namun dia merasakan kesalah pahaman nya itu.


sudah tak perlu di perpanjang, dia adikmu, dan zo adikku, semua hanya salah paham, jika kamu tak mengizinkan zo berhubungan dengan hilda, " ucap al yang langsung di potong oleh maudy ".


baik baik sudah aku mengizinkan, tapi suruh dia minta maaf sama suamiku, " kesal maudy sembari menatap tajam zo ".

__ADS_1


kini zo sadar akan kesalahan nya, sementara alexsander menunggu permintaan maaf zo.


hilda berdiri dan duduk di samping kekasih nya dan mengelus tangan zo.


aku minta maaf, " ucap zo malas ".


kau yang tulus meminta maaf, " ketus alexsander ".


al tertawa kecil melihat pertengkaran itu, kalian keluar ruangan ini sekarang juga, " usir al sembari menunjuk arah pintu ".


semua orang keluar ruangan dengan tatapan maudy dan alexsander dengan tatapan permusuhan pada zo.


al merebahkan tubuh nya di sopa, tubuh nya kini benar benar lelah dan hanya butuh waktu beberapa menit dia terlelap.


sementara umi aisyah nampak mengurung diri di kamar nya setelah perdebatan panjang bersama hilman.


bocah nakal ikut membantu merapikan bekal makan malam untuk papa nya, bahkan kharisma hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan zen.


sementara lita dan hilman berdiam diri di rumah karena umi aisyah tidak mengizinkan nya pergi.


kini bocah nakal bersama kharisma sudah pergi di temani beberapa pengawal menuju rumah sakit.


apa kamu yakin mau menginap ? kan besok sekolah ? " tanya kharisma pada zen ".

__ADS_1


ibu biar aku menginap, kasian papa tak ada yang menemani menjaga kakek umar, " jawab zen semangat ".


kharisma mengulur kepala anak nya dan tersenyum lembut.


di rumah sakit nampak tuan umar sudah siuman, di sana ada al juga mertua nya tuan rahardian dan juga ibu putri.


tuan rahardian tak menyangka kalau bisa menjadi besan dengan tuan umar, karena di masa lalu tuan rahardian pernah bekerja di perusahaan pranaja corp sebelum akhir nya membangun perusahaan kim corp.


semoga tuan lekas pulih, " doa tuan rahardian tulus ".


terimakasih, " ujar tuan umar dengan senyum tak kalah ramah ".


sementara hanya mendengarkan percakapan kedua orang tua tersebut.


begitupun dengan ibu putri yang masih terlihat kaku saat bertemu al apalagi kini bertemu besan nya yang ternyata orang yang sangat berkuasa.


pintu terbuka nampak zen berlari berhambur memeluk papa al, kharisma hanya menggeleng melihat tingkah anak nya yang sangat manja pada al.


zen lalu turun dari pangkuan al dan menyalami dan mengecup telapak tangan kakek dan nenek nya.


kakek cepat sembuh ya biar nanti bisa main lagi bersama tiger, " ucap zen sembari mengelus tangan besar tuan umar ".


semua nya tersenyum bangga pada sosok bocah nakal itu.

__ADS_1


__ADS_2