
sejak kapan bisa berdiri ? " tanya al menahan kesal ".
sudah hampir satu minggu ini, " jawab kharisma pelan sambil menundukan kepala nya ".
kenapa ga memberitahuku ? " kesal al pada istri nya itu ".
padahal al selalu menghindari percakapan dengan istri nya.
kharisma hanya menudukan kepala dengan air mata yang terus membasahi pipi nya.
al tambah kesal karena istri nya hanya menunduk dan tak menjawab, al pun mendongakan kepala kharisma.
kini terlihat jelas wajah kharisma yang menangis sesenggukan, entah kenapa rasa kesal berganti menjadi sakit, bagaimanapun al marah pada wanita itu dia tak akan sanggung melihatnya menangis.
al mengusap lembut pipi kharisma lalu meyenderkan kepala kharisma di dada bidang nya.
kharisma tambah sesenggukan, bahkan suara nya makin membesar dan terisak.
al mengelus kedua pipi kharisma dan mencium kepala kharisma agar istri nya itu tenang.
namun bukanya tenang, kharisma kembali tambah terisak, kamu kenapa hem kenapa ? " tanya al gemas sendiri akhir nya melihat tingkah istri nya itu ".
__ADS_1
kalau aku sudah bisa berjalan apa kamu akan menceraikan aku ? " kharisma balik bertanya dengan suara tercekat karena masih terisak ".
bukanya kamu yang akan pergi ? " ucap al ketus sebab teringat percakapan lita dan istri nya itu "
kharisma menatap suami nya, dia tau suami nya pasti masih marah karena percakapan dengan lita tempo lalu.
kharisma juga membenarkan ucapan lita kalau suami nya itu tetap mencintai nya.
bagaimana kharisma tak merasakan, meskipun dingin dan cuek al selalu memastikan kesehatan nya, bahkan amarah nya sirna saat kharisma terjatuh.
dengan pipi yang masih basah serta isakan yang susah berhenti, kharisma memberanikan diri mengecup bibir suami nya.
al melepas cumbuan kharisma, kamu lama menikah tapi bodoh dalam bercumbu, " cibir al kesal apalagi teringat kalau wanita di hadapan nya pernah menikah dengan orang lain ".
kedua pipi kharisma nampak merah karena sudah lancang mencium suami nya meskipun lebih seperti kecupan.
al berdiri hendak pergi namun lagi lagi di tahan kharisma.
temani aku tidur, " ucap kharisma sembari menundukan kepala ".
untuk apa ? aku akan melepaskanmu setelah benar benar sembuh, " jawab al melepaskan tangan kharisma ".
__ADS_1
aku tak memberitahumu bisa berdiri karena ga mau berpisah, " ujar kharisma jujur ".
al memicingkan mata nya heran, bukanya wanita di hadapan nya sudah tak mencintai nya lagi lalu kenapa sekarang malah mengatakan tak ingin berpisah, apa karena takut akan di pisahkan kembali dengan anak nya.
kamu ga perlu khawatir, kita akan berpisah secara baik baik dan tetap mengizinkan kamu bertemu zen selama kamu tak mencoba membawa nya pergi, " ujar al merasa keputusan nya itu bijak ".
kharisma tau al masih marah karena kesalah pahaman, dengan cepat kharisma memeluk al dengan posesif.
al hanya diam mematung, bagaimanapun dia marah pada wanita ini, dia tak pernah bisa membenci ataupun menghilangkan perasaan nya.
aku mengatakan itu pada lita karena aku sangka lita kekasihmu, aku juga baru tau kalau lita adik dari tantri, " tutur kharisma sambil terisak ".
dia benar benar tak ingin kembali melepaskan al seperti dulu.
setelah mendengan sedikit penjelasan kharisma al membalas pelukan istri nya dan mengusap punggung istri nya itu.
sekarang kamu tidur, " ujar al sembari melepas pelukan istri nya ".
tidur di sampingku, " ucap kharisma manja dengan tangan memegang tangan suami nya takut kalau akan di tinggalkan kembali ".
al menganggukan kepala nya dan merebahkan tubuhnya di samping kharisma.
__ADS_1