Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
ancaman al


__ADS_3

zo mendengarkan dengan kebingungan, apa cio tau kalau aku memang mempunyai hubungan dengan hilda, " batin zo dalam lamunan nya ".


al yang kesal mengambil box tisu dan melempar ke wajah zo hingga laki laki itu tersadar.


jadi tuan tau kalau aku mempunyai hubungan dengan hilda ? " tanya zo malu malu ".


bukanya menjawab al malah kembali menggoda zo, pelukan kekasihmu cukup nyaman dan hangat, " ujar al dengan tertawa kecil dan pergi meninggalkan ruangan nya ".


andai orang lain yang berkata seperti itu, zo akan menghukum nya dan tak akan melepaskan nya.


zo berlari mengikuti al karena takut al akan menghampiri hilda.


benar saja al menghampiri hilda hingga zo dengan cepat berada di samping al.


hilda hari ini saya akan keluar dan mungkin tak kembali ke kantor, " ucap al yang langsung di angguki dengan cepat oleh hilda ".


kau urus pekerjaanku jangan mengganggu sekertarisku, " ancam al lalu pergi meninggalkan kedua nya ".

__ADS_1


zo heran dengan tingkah al yang beberapa hari ini sering meninggalkan kantor dengan tujuan yang tak dia ketahui.


di lain tempat sejak pertemuan zen dan kharisma, al sudah mengetahui itu semua dari anak buah nya.


hari ini dia baru menyempatkan diri untuk melihat secara langsung pertemuan antara ibu dan anak ibu.


apa dia sudah berada di dalam ? " tanya al pada anak buah nya yang tadi mengantarkan zen ke warung ibu nya ".


ada tuan, tuan muda meminta saya untuk meninggalkan nya dan meminta menjemputnya nanti sore.


al turun dari mobil dengan wajah dingin nya lalu masuk ke warung sederhana tersebut, al terdiam sesaat melihat zen yang sedang di suapi oleh ibu nya.


al berjalan mendekat hingga zen menyadari kedatangan papa nya.


kini zen bisa melihat sisi lain dari papa yang yang terlihat begitu dingin menatap ibu nya.


pah, " ucap zen yang juga takut pada papa nya yang akan marah ".

__ADS_1


kamu ikut pengawal pulang sekarang, " perintah al pada zen dengan nada berusaha menahan marah ".


tapi, " zen ingin membantah namun ibu nya meminta zen untuk menuruti permintaan papa nya dengan mengelus kepala zen dan mendorong lembut ".


dengan pasrah zen meninggalkan ibu dan papa nya.


apa tujuan kamu sebenarnya ? " tanya al sambil menatap tajam kharisma ".


wanita itu hanya diam dengan wajah yang memucat, al sedikit heran dengan penampilan kharisma seperti tak terawat, namun dia mengesampingkan hal itu dan kembali bertanya.


apa tujuanmu, " bentak al yang lolos membuat air mata kharisma kini mengalir ".


terlihat wajah ketakutan kharisma, mimah ingin sekali membantu wanita yang dia anggap kaka nya, namun mimah tak mempunyai keberanian apalagi sosok yang di hadapi mimah tau sang cio Z corp.


kembali lah ke kota mu, dan jangan pernah temui anaku, " ucap al sambil berlalu meninggalkan warung sederhana tersebut ".


al berjalan sambil masuk ke dalam mobil nya, al mengusap pipi nya yang basah, entah perasaan bagaimana al pun merasa sakit saat melihat kharisma mengeluarkan air mata.

__ADS_1


ke esokan hari nya zen nampak terkejut melihat warung sederhana ibu nya sudah di ratakan, zen turun dari mobil dengan panik zen pun mencari keberadaan sang ibu.


dia tau warung itu satu satu nya penghasilan ibu nya, zen menuru perkampungan kumuh dan mencari keberadaan ibu nya.


__ADS_2