
pintu terbuka di sana zo berdiri sambil memegang secangkir kopi untuk al.
zo melihat wajah yang tak terbaca dari lita dengan sedikit air mata, sedari tadi pintu sedikit terbuka hingga zo mendengar semua nya.
zo masuk ke dalam ruangan dan melihat senyum al yang langsung menghilang saat pintu zo tutup.
al duduk kembali di kursi nya.
zo berjalan ke arah meja al dan menyimpan segelas kopi tersebut di atas meja al.
kenapa langsung di perjelas sih bos ? " tanya zo tanpa rasa takut pada al ".
aku menyayangi dia sebagai adik tak lebih, aku tak ingin dia terlalu berharap, " ucap al lirih lalu memulai pekerjaan nya ".
dia cantik, muda, tulus, jago masak, calon cio, apalagi yang di cari bos ? " tanya zo lagi sedikit kesal pada bos nya yang tak pernah membuka hati pada wanita ".
justru karena itu aku merasa tak pantas, dia lebih pas menjadi adiku bukan kekasihku, " jawab al acuh ".
__ADS_1
andai dia mau sama aku bos, tak akan aku tolak, " ucap zo menyayangkan keputusan bos nya ".
ya sudah kamu coba saja, " jawab al ketus ".
zo menggaruk kepala nya sambil tersenyum kecut membuat al curiga.
bos jangan marah ya, sebenar nya beberapa bulan lalu aku beberapa kali menemui nya saat mengunjugi kantor cabang, tapi dia menolak, " ujar zo jujur ".
al mengambil buku tebal yang ada di samping meja dan melempar ke wajah zo hingga laki laki itu meringis kesakitan.
jadi kamu maksa aku karena dia menolakmu ? " bentak al kesal "
zonatan jika orang lain sudah ku hajar kau, " teriak al sambil melempar buku yang kembali mengenai pundak zo ".
siang hari nya zo di sibukan dengan meeting bersama al membuat bocah nakal terpaksa harus di jemput beberapa pengawal.
ini kali pertama zen datang ke kantor papa nya tanpa bersama zo, biasanya zen akan masuk melalui lip khusus di ruang basement yang menuju ruang cio.
__ADS_1
namun kali ini terpaksa zen masuk melalui loby utama karena kode paswod lip khusus hanya bisa di buka oleh sidik jari al dan zo.
semua orang menatap heran bocah tampan yang baru mereka temui, dan ini pun kali pertama ada anak kecil di dalam kantor utama Z corp.
zen selalu datang dan pergi melalui lip khusus karena al sengaja menyembunyikan status zen untuk ke amanan zen dari musuh musuh nya.
tante tolong antarkan aku ke lantai sembilan, aku mau ketemu papa, " ucap zen ramah pada salah satu karyawan yang berada di dekat lip ".
sementara sang resepsionis merasa heran mendengar nya karena setau diri nya cio belum menikah apalagi mempunyai seorang anak. dan lantai sepuluh hanya ada ruang cio dan sang asisten.
adik tampan siapa nama papa kamu ? " tanya hilda ramah ".
papa al, " jawab zen sembari memakan kembali es cream yang tadi dia makan ".
yang benar, kamu ke sini sana siapa ? " tanya hilda lagi yang memang senang melihat wajah tampan bocah nakal tersebut ".
benar tante papa aku papa al, aku di antar paman paman cuma mereka pada di luar, " jawab zen lagi meyakinkan hilda " .
__ADS_1
elma yang jengah mendengar nama lelaki idaman nya di sebut papa nya oleh bocah nakal berjalan mendekat pada kedua orang itu membuat hilda yang sedari tadi berjongkok langsung berdiri kaku.