
dengan santai nya lita berjalan mendekat pada al membuat orang orang mengira lita mencari mati.
lita hendak berbicara namun al mengangkat tangan nya seorang meminta nya tak usah berbicara.
al menghela nafas panjang agar meredakan amarah nya.
kini semua orang nampak bingung pada cio, apalagi penguasa itu kini melangkah ke belakang tubuh lita dan menatap bocah nakal dengan raut wajah penuh ke hangatan membuat semua orang tercengang.
zen yang tadi nya takut pada papa nya kini mengintip wajah papa nya di balik pundak lita, zen mengangkat kepala nya dan tersenyum ceria lalu merentangkan kedua tangan nya meminta agar papa nya menggendong nya.
lita perlahan memindahkan tubuh bocah nakal itu dan kini al mengangkat tubuh zen dan menggendong nya bak seperti bayi.
zen tertawa kencang menahan geli, apalagi kini papa nya beberapa kali menggelitik serta menciumi leher zen dengan dagu al yang mulai bertumbuh bulu bulu halus hingga bocah nakal itu kegelian.
semua orang kini takjub pada sosok dingin al dan mulai menyadari siapa bocah nakal itu dan merasa nasib elma akan berakhir.
kini tubuh elma menegang hebat, dia menyangka diri nya yang akan di atas angin dan mendapat perhatian al, namun malah kebalikan nya kini elma menjadi ketakutan.
__ADS_1
papa tadi tante lita di tampar sama wanita itu, " tiba tiba dengan polos zen berkata dengan suara khas anak anak pada al ".
bagai di sambar petir semua orang melongo dengan tingkah zen yang membalikan ke adaan bahkan lita pun sama hal nya tak percaya mendengar ucapan bocah nakal itu.
kamu tampar dia sekeras nya, " perintah al pada hilda yang masih mematung di samping elma ".
ingin menolak tapi hilda takut dengan tatapan dingin al, hilda masih diam mematung sampai perkataan zo membuat hilda langsung menampar elma.
cepat, " bentak zo pada hilda ".
kamu urus dia, " perintah al pada zo yang langsung di angguki cepat ".
hilda yang merasa bersalah hanya diam mematung, ingin membantu elma pun tak punya keberanian.
kamu sudah makan ? " tanya al pada lita tanpa memandang nya ".
sudah, " jawab lita gugup karena menjadi pusat perhatian semua orang ".
__ADS_1
ikut aku, " perintah al tak ingin di bantah lalu melangkah untuk meninggalkan loby utama ".
dengan pasrah lita mengikuti langkah al di belakang.
zen yang berada di gendongan papa nya menepuk nepuk pundak al hingga al berhenti lalu bertanya pada zen dengan tatapan mata nya.
zen tak menjawab tatapan al dan justru menolehkan kepala nya pada arah hilda dan memanggil nya.
tante tante ayu ikut aku, " pinta zen sambil melambaikan tangan nya ".
hilda tambah kaget, namun dia tersadar dari lamunan nya dan dengan ragu ragu melangkah mendekat pada al.
al kembali berjalan keluar sambil menggendong zen di ikuti lita dan hilda di belakang nya.
kalian semua ingat baik baik, anak tadi adalah tuan muda alzen, anak dari cio serta wanita tadi adalah nona lita asisten sekaligus adik dari cio, jika kalian berurusan dengan kedua nya maka kalian akan berurusan dengan saya, " ucap zo dingin sambil menatap semua karyawan dan membuat ruangan mencekam ".
zo pun kembali masuk ke dalam lip di ikuti elma yang sudah dalam ke adaan lemah, bahkan elma tak menyangka jika hari ini akan tamat kariernya.
__ADS_1