
ingin sekali al memeluk kharisma, namun takut istri nya itu merasa kesakitan jadi al memilih menempelkan tangan istri nya di pipi nya.
hati kharisma pun menghangan, kharisma berharap ini bukan sebuah mimpi meskipun al melakukan itu karena merasa bersalah kharisma tak akan peduli lagi.
salahkah aku jika tetap mencintai dan ingin memilikimu dengan segala masa lalu dan kekuranganku, " batin kharisma sembari memejamkan mata nya ".
kini sudah hampir satu bulan, kharisma nampak sudah bisa mulai duduk meskipun hanya sebentar.
al benar benar mengobati nya, hampir setiap malam al mengobati nya, dan pagi hari sampai sore hari mimah yang akan menjaga kharisma di temani beberapa dokter.
bocah nakal selalu menjenguk ibu nya setiap pagi sore dan malam hari, lita selalu menemani zen kemanapun termasuk saat sekarang di kamar utama.
namun lita dan kharisma belum pernah berbincang bahkan kharisma belum mengetahui lita adik dari tantri, sekalipun tantri beberapa kali berkunjung menjenguk nya.
lita, " panggil kharisma saat lita ingin menutup pintu ".
lita pun menghentikan langkah nya dan kembali masuk ke dalam kamar setelah menutup pintu kembali, sementara zen bocah nakal itu sudah pergi bersama mimah untuk makan siang.
__ADS_1
lita berjalan ke arah ranjang dan duduk di kursi samping kharisma yang terbaring.
kharisma berusaha untuk duduk, lita yang tau kharisma kesusahan segera membantu nya.
kini kharisma duduk dengan tubuh yang tetap di senderkan.
aku minta maaf, gara gara aku al terpaksa menikahiku, aku janji setelah sembuh aku akan pergi meninggalkan nya, " ucap kharisma penuh penyesalan ".
meskipun kharisma merasa sakit dan berat, kharisma tak mau egois sebab yang kharisma tau al menikahi diri nya karena rasa bersalah.
melihat lita yang terdiam membuat kharisma tambah bersalah, al hanya terpaksa menikahiku, zen juga sangat dekat denganmu, sekali lagi maafkan aku, aku akan secepatnya meninggalkan kalian, " ujar kharisma meyakinkan ".
kini lita menyadari satu hal, dia sengaja menampakan wajah sedih nya, aku memang sangat mencintai ka al, tapi , " ucap lita sengaja menjeda ucapan nya ".
kharisma memberi isyarat agar lita mendekat dan memeluk nya, lita pun memeluk nya sambil tersenyum menahan tawa.
beberapa saat kedua nya berpelukan, kharisma yang tulus meminta maap serta meyakinkan lita, sementara lita hanya membalas pelukan dengan menahan tawa.
__ADS_1
lita melepas pelukan itu dengan wajah di buat sedih.
apa ka kharisma tak mencintai ka al hingga rela melepaskan nya ? " tanya lita memancing reaksi kharisma ".
sambil tersenyum getir kharisma berkata, aku sudah lama tak mencintai sebelum kehadiran zen.
lita melihat raut wajah kebohongan dari kharisma, bahkan wanita itu nampak sangat berat mengatakan hak itu.
al yang mendengar itu hati nya berasa sakit, saat kedua perempuan itu berpelukan al membuka pintu tanpa di sadari kedua wanita itu.
lita nampak kaget, kharisma yang melihat lita kaget ikut menoleh ke arah pandangan lita.
al kembali memundurkan tubuh nya dan menghilang di balik pintu.
hati kharisma sangat sakit melihat kepergian al, apa kaka benar benar tak mencintai ka al yang dengan tulus menunggu kaka selama bertahun tahun ini ? " tanya lita akhir nya dengan suara tetap lembut ".
kharisma tak mengerti dengan pertanyaan lita dan hanya bisa mengeluarkan air mata nya.
__ADS_1