
lita pun beranjak ke halaman depan untuk melihat siapa orang yang mencari maudy karena menurut art yang mencari nya lelaki tua.
tantri arman serta maudy pun sama hal nya penasaran dan mengikuti lita ke halaman depan.
bapak cari siapa ya ? " tanya lita pada lelaki tua yang berpakaian seperti sopir ".
maudy tau lelaki tua tersebut dan hanya tersenyum kecil.
sebelum bapak tua itu menjawab, pintu mobil terbuka dan nampak bocah tampan keluar dari mobil dengan cara meloncat lalu tersenyum pada gadis kecil.
alzen, " ucap maudy lalu berlari memeluk alzen dan menarik tangan alzen ke hadapan ayah bunda nya ".
ayah bunda ini alzen teman sekolahku, " ucap maudy mengenalkan alzen pada kedua orang tua nya ".
saya alzen om tante, " ucap alzen lucu ".
__ADS_1
kedua bocah tersebut saling tersenyum lucu sementara tantri dan arman saling menatap kedua bocah imut itu yang kini melenggan masuk ke dalam rumah.
sementara wajah lita nampak kesal, ternyata bocah nakal itu yang datang, lebih kesal lagi bocah nakal itu nampak tak menyapa nya dan seperti tak melihat nya.
kamu kalah sama maudy, " ejek tantri pada adik nya yang terlihat kesal, lalu masuk ke dalam rumah di ikuti arman ".
kini layaknya tuan rumah alzen nampak menikmati sarapan yang hampir kesiangan di rumah maudy, bahkan bocah perempuan di samping nya ikut kembali sarapan.
lita yang melihat masakan nya di makan bocah tak berahlak menjadi kesal, tadi bocah itu tak menyapa dan menghiraukan nya sekarang seenak nya memakan masakan buatan nya.
arman dan tantri hanya menggeleng, mereka tau tingkah lita pada anak laki laki itu dari maudy.
eh tante, masakan tante enak, maaf ga minta izin, " balas alzen sambil tersenyum kecil lalu menyimpan sendok nya di piring ".
maudy aku pulang dulu ya, makasih udah izinan aku sarapan sedari pagi aku lapar soalnya, " lanjut alzen lalu pergi ke luar rumah di ikuti maudy ".
__ADS_1
lita heran dengan tingah bocah itu yang biasa nya mengajak ribut tapi kali ini nampak bocah itu tak melawan dan memilih pergi, apa ucapan lita keterlaluan, batin lita sambil berjalan ke luar rumah menatap kedua bocah tersebut.
ucapan kamu keterlaluan lita, " sesal tantri yang mengetahui lebih dari arman dan lita tentang sosok bocah nakal itu ".
lita hanya diam dia tak membantah kalau ucapan nya tadi keterlaluan, tapi kenapa bisa bocah itu sakit hati, bahkan rasa rasa lita sering berkata lebih kasar pada bocah nakal itu.
tante jahat, alzen sudah lama ga makan di rumah nya, dia cuma mau makan di sini kenapa tante usir, " teriak maudy sambil menangis lalu berlari ke arah kamar nya ".
lita hanya diam mematung namun dia tak sepenuh nya salah, bocah itu memang selalu mengajak nya bertengkar, " batin lita beradu antara merasa bersalah serta merasa kesal pada alzen ".
dalam perjalanan yang entah kemana alzen mengeluarkan air mata nya, dia tak henti mengeluarkan air mata dengan isak tangis yang tak henti.
pak susno pun tak bisa berbuat apa apa, dia hanya sesekali melihat dari kaca spion tuan muda nya yang menangis sesenggukan.
pak susno hanya melajukan kendaraan dengan kecepatan rendah menunggu perintah tuan muda nya akan pergi kemana.
__ADS_1