Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
kedatangan tuan rahardian


__ADS_3

zo dan hilman sama sama berbinar dan berharap zen akan mengatakan ucapan umi aisyah pada papa nya yang tak mungkin al tolak.


namun namanya bocah nakal senyum kedua nya hilang saat bocah nakal itu berkata tanpa berdosa.


papa kalau di rendam itu harusnya lepas pakaian, " ucap zen polos lalu meneguk susu pemberian nenek nya setelah berterimakasih pada nenek nya ".


umi aisyah menutup mulut nya menahan tawa, cucu nya benar benar bocah nakal batin umi aisyah.


kalian dengar ucapan zen, cepat lakukan, " perintah al tak ingin di bantah ".


harga diri zo kini benar benar hancur apalagi di halaman belakang itu ada rumah kecil per istirahatan para pengawal yang tadi zo bawa.


para pengawal menahan tawa melihat zo yang di segani di luaran kini tengan di hukum oleh bos besar mereka.


dengan terpaksa zo dan hilman melepas pakaian mereka karena tatapan tajam al.

__ADS_1


beberapa saat salah satu art mendekat pada al.


tuan maaf ada tuan rahardian juga bu putri ingin bertemu, " ucap art itu pada al ".


jangan tanya kenapa art itu tau, sebab art tersebut mantan pengasuh zen sewaktu kecil yang di pecat malvil tanpa alasan yang jelas.


baik mbak temani dulu zen di sini, " ucap al sambil berdiri dan masuk bersama umi aisyah ".


zo dan hilman saling pandang mereka tau kalau itu adalah orang tua dari kharisma nenek dan kakek zen, andai bukan dalam masa hukuman mereka akan segera menghadang keluarga itu masuk ke dalam rumah.


di ruang tamu terlihat bu putri dan tuan rahardian duduk di sopa dengan wajah masam nya.


al nampak santai lalu duduk di samping umi nya tampa menyapa kedua orang itu.


tuan rahardian dan bu putri nampak kesal sebab biasa nya al selalu menyapa mereka ramah meskipun kedua nya selalu ketus pada al.

__ADS_1


mana cucuku ? " tanya tuan rahardian tanpa basa basi ".


al mengepalkan tangan nya menahan amarah, tuan rahardian dan bu putri menyadari perubahan al.


zen akan bersamaku sekarang, " tegas al menatap tajam tuan rahardian ".


kurang ajar kamu, dia cucu kami bukan anakmu, lagian kamu tak akan sanggup membiayai zen, " ketus bu putri menatap tajam al ".


kita bisa bicarakan ini baik baik nyonya tuan, " potong umi aisyah menengahi ".


sebenar nya al tak ingin berurusan dengan kedua orang ini, namun saat melihat umi nya tak di hargai membuat amarah al kembali naik.


tak usah merendahkan orang lain nyonya putri rahardian, berapa yang harus kami bayar ? " tiba tiba hilman muncul dan duduk di salah satu sopa ".


dia anak keduaku tuan, " ucap umi aisyah saat tuan rahardian menatap umi aisyah tanda bertanya ".

__ADS_1


kamu seperti nya lebih pintar dari kaka mu, kalau kamu sanggup siapkan sepuluh milyard malam ini juga, maka zen boleh bersama kalian, " gertak tuan rahardian sebab dia tau kemampuan keluarga ini, saat dulu al ingin bertanggung jawab rahardian menggertak satu milyard dan al pun mundur ".


itu sebagai ganti selama aku merawat cucuku sampai usia sekarang tujuh tahun, " lanjut tuan rahardian ".


__ADS_2