Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
makan siang


__ADS_3

kini al sudah duduk di samping zen, serta di sebrang meja ada lita yang nampak santai serta hilda yang nampak gugup.


ke empat nya sedang berada di salah satu restauran.


siapa nama kamu ? " tanya al santai namun nampak terdengar menakutkan bagi hilda yang hanya resepsionis di kantor Z corp bahkan ini percakapan pertama di antara kedua nya ".


hilda pak, " jawab hilda gugup dengan wajah yang masih menunduk ".


kamu ga usah gugup, aku ga akan memakanmu, " canda al dan mulai memesan makanan ".


al akan berbeda sikap saat berada di dekat orang orang yang menurut nya nyaman, bahkan al tau kalau anak nya meminta hilda ikut itu karena tadi hilda memperlakukan anak nya dengan baik, jadi al tak ingin nampak dingin dan canggung di hadapan hilda.


katanya sudah makan, " ejek al pada lita yang tadi berkata sudah makan ".


lita hanya mendengus kesal dan kembali menunjuk beberapa menu makanan bahkan memesankan untuk hilda yang nampak canggung.

__ADS_1


pah, sebenarnya tadi yang menampar itu tante lita, " ucap zen jujur pada papa nya ".


al memicingkan mata nya heran, lita dan hilda pun sama heran nya dengan pemikiran zen yang kini malah berkata jujur.


aku tadi ingin di tampar sama tante jahat itu, lalu di cegah oleg tante lita, lalu tante lita menampar tante jahat itu dan karena aku tak puas makanya berkata kalau tante lita yang di tampar, " jelas zen sambil menatap takut takut pada papa nya yang akan marah ".


al tersenyum lalu mengacak rambut zen, lain kali jangan memfitnah orang, " ucap al sebab bagaimanapun al harus mendidik anak nya dengan baik agar tak semena mena serta sembarang memfitnah orang ".


baik pah, " jawab zen senang karena papa nya tak marah ".


lita dan hilda mengobrol dengan santai meskipun ada sosok al yang membuat kedua nya sedikit canggung.


ternyata hilda pun karyawan baru di Z corp dan baru beberapa bulan bekerja.


mereka nampak akrab dan bertukar pengalaman dan nampak nya kedua nya akan menjadi teman baik.

__ADS_1


zen nampak fokus menikmati makan siang nya begitupun dengan al, kedua nya nampak diam ketika sedang menikmati makan siang nya.


selesai makan al memberikan kartu pada pelayan untuk membayar makanan, namun zen menanyakan berapa orang yang bekerja di restoran itu membuat lita dan hilda sama sama heran dengan pertanyaan bocah nakal itu.


dengan ramah pelayan memberitahukan ada empat belas orang, al menggeleng dan tersenyum dengan tingkah anak nya lalu mengeluarkan uang dari dompet nya sekitar tiga puluh lembar berwarna merah.


al mengambil uang itu dan menghampiri semua pelayan dan memberikan nya secara satu satu dan satu orang mendapat dua lembar, kini al kembali sambil membawa sisa dua lembar uang itu di tangan nya.


heh bocah nakal kenapa di kasiin mereka ? " tanya lita sebab memang awal julukan bocah nakal pada zen itu dari lita ".


itu untuk mereka kata nenek aku harus berbagi, " jawab zen bangga ".


terus kenapa dua lembar itu kamu masih pegang ? " tanya lita lagi denga senyum mengejek seolah dua lembar itu memang zen yang menginginkan nya ".


zen menatap sedih pada lita dan hilda hingga kedua gadis itu kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2