Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
permohonan tuan rahardian


__ADS_3

al menatap nanar pada kharisma yang menatap nya juga dengan tatapan tak bisa di artikan.


tuan rahardian sendiri hanya terduduk dalam kesedihan nya mengetahui kalau anak nya mengalami kelumpuhan, tuan rahardian tak marah pada al dia bahkan tak bisa menyalahkan siapapun termasuk malvin.


tuan rahardian menyadari kesalahan di masa lalu nya berawal dari diri nya sendiri yang memaksa anak nya menikah dengan malvin, beberapa bulan paska kejadian cucu nya di bawa al membuat tuan rahardian banyak merenungkan diri nya dan menyadari kesalahan nya.


beberapa orang mulai keluar ruangan, mereka semua memberikan waktu pada al dan kharisma agar berbicara berdua, termasuk bocah nakal yang ikut keluar ruangan.


al duduk di kursi samping bansal dengan tatapan yang tak lepas melihat wajah kharisma.


kharisma melepas pandangan dan menatap arah langit langit, al mengambil satu tangan kharisma dan menggenggam nya.


kharisma melepas genggaman tangan al dengan pelan.


al hanya bisa basrah dan menatap nanar pada kharisma yang sama sekali tak ingin menatap nya.


al belum mengetahui kondisi kharisma yang mengalami ke lumpuhan.


untuk apa datang ke sini, " ujar kharisma lemah ".

__ADS_1


ini pertama kali kharisma berbicara setelah tersadar dari koma nya.


maap, " ucap al dengan nada tercekat ".


al benar benar merasa bersalah dan berbuat terlalu jauh pada kharisma.


kamu tak perlu minta maap, pergilah, " usir kharisma tanpa memandang ke arah al ".


al berdiri dan berlalu meninggalkan ruangan kharisma, wanita itu menoleh dan menatap kepergian al dan mulai mengeluarkan air mata nya.


kini tuan rahardian mengajak al ke suatu tempat untuk berbicara serius, di temani zo ketiga nya menuju salah satu ruangan yang di sediakan pihak rumah sakit.


sementara yang lain nya kembali masuk ke ruangan kharisma untuk menguatkan dan menenangkan wanita itu.


al mengekerutkan kening nya, dia heran kenapa cek yang dulu dia berikan malah di kembali nya, al menoleh pada zo seolah bertanya.


zo yang mengerti tatapan al langsung berkata, tuan rahardian memang belum mencairkan nya.


kenapa di kembalikan ? " kini al bertanya pada tuan rahardian dengan tatapan tak terbaca ".

__ADS_1


saya minta maaf, tapi saya tidak bisa menerima uang ini, dan saya tak bisa menggadaikan kembali kebahagian anak saya, " jawab tuan rahardian yang kini terlihat lebih tenang ".


al mencibir perkataan tuan rahardian, lelaki yang dulu sangat sombong dan arogan kini terlihat sopan pada nya.


anda sudah menandatangani kesepakatan bukan ? " tanya al lagi seolah mengingatkan tuan rahardian akan kesepakatan nya ".


saya minta maaf atas kesalahan di masa lalu, tapi tolong izinkan cucu saya tetap menemani ibunya, " pinta tuan rahardian akhir nya ".


al melihat ketulusan serta penyesalan dari laki laki di hadapan nya.


saya tak akan membiarkan zen kembali di sakiti keluarga kalian, " pungkas al berdiri hendak meninggalkan tuan rahardian ".


kharisma mengalami kelumpuhan, mungkin dengan zen berada di sisi nya kharisma akan kuat dan menerima ke adaan nya, " ucap tuan rahardian akhir nya membuat al menghentikan langkah nya ".


al menundukan kepala nya sesaat, lalu kembali berjalan meninggalkan tuan rahardian.


al menuju kepala rumah sakit di temani zo di belakang nya.


kini sudah mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit tentang ke adaan kharisma, tubuh kharisma yang terkena benturan kuat membuat tulang ekor nya mengalami retak, kharisma bisa kembali sehat dan bisa berjalan namun kemungkinan nya sangat tipis mengingat tulang tersebut sangat vital terhadap kekuatan tubuh.

__ADS_1


satu satu nya pengobatan dengan therapy yang rutin, al pun menghela nafas panjang.


zo hanya ikut prihatin dengan kondisi kharisma, al pun berjalan menuju ruang yang tadi tempat nya berbicara dengan tuan rahardian di ikuti zo.


__ADS_2