Keluarga Al Kaf

Keluarga Al Kaf
tinggal bersama


__ADS_3

tanpa di duga al menganggukan kepala nya, ya al tak mungkin bisa menolak permintaan anak nya.


apa boleh tante mimah juga ikut ? " pinta zen lagi yang langsung dapat anggukan dari papa nya ".


zen pun berbinar bahagia, kini dia bisa merasakan tinggal bersama dengan papa dan ibu nya.


meskipun bocah nakal itu tak menyadari kalau papa nya mengizinkan hanya karena nya.


al pun kembali ke kantor, sementara zen kharisma serta mimah menuju rumah utama.


mimah nampak kagum dengan rumah utama, berbeda dengan kharisma yang nampak biasa dan juga sedikit heran, penguasa Z corp hanya mempunyai rumah sebesar itu.


zen yang menyadari kalau ibu nya kebingungan menjelaskan dengan bangga, rumah papa memang tidak begitu besar, tapi dari ujung jalan tadi semua milik papa dan sengaja di tinggali para orang orang terdekat papa agar bisa menjaga aku dan papa.


tapi sekarang akan menjaga ibu dan tante mimah juga, " lanjut zen membanggakan pengawal yang selalu menjaga nya ".


kharisma tersenyum sambil mengelus kepala anak nya.

__ADS_1


sore hari nya zen nampak bersantai bersama mimah dan juga kharisma di halaman belakang di temani tiger.


awal nya mimah takut, namun saat melihat kharisma yang nampak santai membuat mimah memberanikan diri mengelus kepala tiger.


andai mimah tau jika kharisma juga takut saat berdua dengan tiger, namun karena ada anak nya kharisma yakin tiger akan menurut pada anak nya itu.


al melihat pemandangan itu di balkon kamar nya, sudah sepuluh menit yang lalu dia sampai di rumah nya, namun bocah nakal nya sama sekali tak menyambut dan malah asik di halaman belakang.


ada senyuman getir di wajah al, satu sisi al merasa senang karena anak nya bahagia, namun juga kasihan melihat tubuh kharisma yang kini nampak kurus dan tak terawat.


andai al ingin dia bisa dengan cepat mendapat informasi tentang kharisma, namun laki laki itu tak melakukan nya.


kharisma yang sedari tadi asik bermain bersama anak nya tak sengaja melihat sosok al yang sedang berada di balkon menatap nya, kharisma menundukan kepala nya dan saat mendongakan nya kembali al sudah tak ada di sana hanya terlihat pintu kamar balkom al yang masih terbuka.


ada perasaan senang sekaligus sakit, kharisma tau dia sudah terlalu jauh menyakiti al dengan menolak pernikahan dan menikah dengan orang lain, senang karena al masih sedikit peduli pada nya meskipun itu karena permintaan anak nya.


malam hari nya zen nampak lahap memakan makanan hasil buatan ibu nya.

__ADS_1


sementara mimah memilih makan bersama para art di tempat yang berbeda, awalnya kharisma ingin bersama dengan mimah namun zen melarang dan meminta kharisma menyuapi nya.


kharisma takut kalau al akan marah dan mengusir nya di ruang makan, namun ternyata laki laki itu tak turun untuk makan malam.


al sebenar nya tadi hendak turun untuk makan malam, namun saat melihat ada kharisma dia urungkan takut kalau kharisma tak akan nyaman.


apalagi al melihat kebahagian anak nya saat makan di suapi ibu nya.


kini al berada di ruang kerja nya, zo masuk ke dalam rumah dan sedikit kaget melihat sosok kharisma, begitu pula dengan kharisma yang menjadi gugup karena kedatangan zo di ruang makan.


paman makan, " tawar zen pada zo ".


paman sudah makan sama kekasih paman, " jawab zo sambil tertawa kecil ".


dimana papa ? " tanya zo pada zen ".


di ruang kerja kali, " jawab zen dengan mulut yang di penuhi makanan ".

__ADS_1


mari nyonya, " sapa zo yang di angguki kharisma dan berlalu menaiki tangga menuju ruang kerja al ".


zo sebenar nya heran dengan kedatangan kharisma yang tiba tiba.


__ADS_2