
Di kampus, Luna yang setia menunggu sahabatnya sudah ada di taman.
"Luna yang manis apa kabar," ucap Bunga
"*I*dih apa an sih,, ada angin apa kok, tumben sok alay," balas Luna.
" Ya sudah gak boleh ber manis - manis nihh,,, harus nangis," ancam Bunga.
"Gk gk kok, senang dong aku sahabatku bahagia," sahut Luna.
Persahabatan mereka gk bakal terpisahkan ucap Very dan Afif yang melihat kelakuan Bunga dan Luna.
Sementara di depan ruang teknik trio julid masi melaksakan tugas mereka di hari terakhir ini, Luna hanya memberikan mereka waktu selama dua hari.
" Hey Ica, Sasha, gimana nihh masi sekitar 100 brosur lagi nihh yang dibagikan ke anak - anak," keluh Reny.
"Ya udah Cusss,,, gerak biar selesai ," ucap Ica.
Mereka melakukan tugasnya sesegera mungkin kalo gk Penjara ancaman Luna.
Sementara di media sosial semua itu belum dihapus oleh mereka.
Tapi mereka belum sadar akan hal itu.
Dua jam terlewati akhirnya semua selesai kebetulan mereka istirahat di taman.
"Hey kalian bagaimana, semua yang aku suruh sudah selesai gk," tanya Luna.
" Sudah Lun, semua udah kami selesaikan, kami istirahat dulu ya," ucap Ica.
Seketika Luna mengeluarkan handphone nya dan
"Ini apa an ??? kok masih ada ?? kalian benar-benar mau di penjara ya? ancam Luna lagi.
Prak ,,
Sontak kaget mereka bertiga.
Langsung juga Reny mengambil handphone nya dan menghapus postingan yang ia lupa akan hal itu.
" Nihh aku udah hapus, maaf kenapa Luna, aku lupa" pinta Reny.
"Ok ok ok,,, tapi awas kalau Masi macam- macam ya !!! mengulah sekali lagi aku gk akan segan lagi untuk melapor kalian semua, bukti - bukti ini akan aku simpan semuanya, " jelas Luna.
Mendengar itu trio julid semakin tak berkutik,
sementara Bunga hanya terdiam mendengar Sahabatnya menghadapi mereka bertiga.
Bunga yang tidak banyak salah, tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Dah yuk Bunga, kita ke kelas," ajak Luna kepada Bunga.
"Ya udah ayok," sahut Bunga.
__ADS_1
"Ingat Bunga mulai sekarang kamu gk boleh terlalu baik kesiapa pun, karena zaman sekarang kita terlalu baik, orang lain malah ngelunjak," tutur Luna.
"Iya iya Luna, aku ngerti sekarang mengghadapi orang-orang ini," jawab Bunga.
Gk terasa seminggu lagi ujian akhir semester akan datang, sementara Bunga belum mempersiapkan secara matang, untuk mengghadapi Ujian ini.
dalam seminggu itu bunga kemana mana menbawa buku secara bergantian,
apabila ada waktu senggang Bunga langsung Belajar.
" Eeh Bro, postingan tentang bunga itu sudah hapus ternyata," ucap Bimu kepada temannya.
"*O*h iya ,ni baru aku buka juga ,udah gk ada lagi," jawab Afif.
"Bagus lah, berarti gk ada lagi kata kotor tentang si Bunga," sahut Very lagi.
" Iya bro, kasian juga kmaren liat Bunga sedih kek gitu, karena asalnya dia kan Gadis periang, tutur Bimu lagi.
"Ini memuji Bunga atau ada maksud lain," sindir Very.
"*A*pa an sih, gk ada apa - apa bro, karena dia sudah menolong aku aja, gk lebih, jadi apa salahnya aku juga balas membantu dia ," ucap Bimu.
" Iya lahhh Bim," sambung Afif.
Mereka pun akhirnya menuju kelas.
Miko yang belum sempat ngobrol lagi dengan Bunga dan Luna, masih penasaran dengan apa yang menimpa teman sahabat kecilnya itu.
"Ehh Miko, kemana aja kok baru keliatan, " tanya Bunga.
" Kita mau ke Taman kok, kenapa ? kamu mau ikut, ayokkk,," ajak Luna langsung.
Mereka pun berjalan menuju Taman itu
setelah semua duduk di posisi masing-masing
Miko pun membuka percakapan.
" Eh Bunga aku mau nanya boleh" tanya Miko.
"Emang mau nanya apa an, silahkan aja" jawab Bunga.
"Masalah yang semalam itu gimana sih ceritanya," tanya Miko lagi.
"*O*hhh kejadian memalukan itu, semua itu gk benar, semuanya Rekayasa trio julid. mereka gk mau kalo nama Bunga mekar di kampus, jadi mereka buat ulah kek gitu lah." Luna menjelaskan.
"Udah lahh,, semua udah selesai kok Miko, mereka juga udah minta maaf, trus juga sudah membagikan poster dengan keterangan kalo pemberitaan mereka tentang aku itu salah," jawab Bunga.
"Iya mereka aku suruh untuk mengembalikan nama baik Bunga, yang sudag mereka coreng," tutur Luna.
"Ohhh seperti itu ceritanya, kali gitu gk ada lagi yang di khawatirkan, betul kan," tanya Miko lagi.
"Iya Miko gk ada lagi kok, udah selesai, dengan sahabat ku yang super ini," puji Bunga kepada Luna.
__ADS_1
" Hahahaha kalo Luna jangan ragukan, dia paling bisa dalam hal kek gini nihh, " sindir Miko lagi.
"Yoi betul banget tuhh," jawab Bunga lagi.
"Iiihhh kalian gk usah berlebihan gitu dehh,,, aku kan jadi maluuu," jawab Luna sok imut.
Jadi nambah deh sahabat Bunga kini Miko pun semakin akrab dengan Bunga apalagi Luna.
Sementara itu Afif yang melihat hangatnya persahabatan mereka seakan salah tafsir, Afif mengira kalo Miko itu mendekati Bunga, karena Miko suka kepada Bunga, sementara dirinya sudah sejak dulu menyukai Bunga. Afif terbakar api cemburu, cemburu Buta.
"Hey Ver, itu si Miko ada hubungan apa ya denga Bunga, kok kelihatannya Sekarang mereka akrab gitu," tanya Afif kepada Very.
"*Y*a aku gk tau juga, fif ,emng kenapa, kamu cemburu ada yang dekat dengab Bunga???,"tanya Very.
'Gk juga ih,, heran aja, belakangan ini mereka kek perangko kemana - mana selalu barengan," jawab Afif.
"*Y*a biarin aja kali kalo memang kamu gk cemburu, jadi kan ada juga yang melindungi Bunga," tutur Very.
"Mmmm iya juga sih," jawab singkat Afif.
Padahal dalam hati Afif sudah membara dengab apa yang diucap Very, namun apa boleh buat, Afif juga gk berani ngungkapin perasaan nya terhadap bunga, Afif masi menunggu waktu yang tepat, untuk menyatakan perasaan nya itu.
Pulang dari kampus, Bunga yang sedang berbahagia seharian, teringat dengan keluarga di Desa, segera Bunga mengambil handphone nya.
Kring,,,, kring,,, kringg,,,.
"Assalamualaikum nak, " salam dari ibu Bunga.
"Waalaikumsalam buk, ibuk apa kabar di sana," tanya Bunga.
"Alhamdulillah nak, ibu dan yang lain baik- baik aja, kamu sendiri gimana nak," tanya ibu balik ke Bunga.
"Bunga juga baik kok buk, syukurlah kalo smua pada baik," ucap Bunga.
"Iya nak, kamu jangan lupa Ibadah yaa, dan jaga kesehatan di sana," pinta ibu Bunga.
" Iiya buk, eh buk, Doain Bunga yaa, Bunga besok mau Ujian Akhir Semester soalnya, " permohonan Bunga ke ibu.
"Iya nak, kalo itu selalu ibu Doa kan, yang terbaik untuk anak- anak ibuk," jawab ibu penuh kasih sayang.
"Nanti kalo Libur Bunga usahain pulang ke Desa ya buk, udah kangen banget soalnya, walau beberapa hari gitu," harap Bunga.
" Iya nak, kami juga kangen sama kamu, kamu merindukan mu nak," tutur ibu.
"Iya iya buk,, salam buat semuanya ya buk, udah dulu ya , Bunga berangkat Kerja dulu, Assalamualaikum," tutur Bunga.
"Waalaikumsalam," jawab ibu sembari mematikan telpon.
Di Hotel Galaxy .....
...Bersambung...
...Next Episode*...
__ADS_1