
Kedua sahabat itu melangkah menuju ruangan yang sudah dirindukan, beberapa waktu berlibur membuat mereka kangen suasana di dalam ruangan itu, karena terlalu lama libur pun membuat mereka tidak ada kegiatan d rumah hanya ponsel masing-masing yang menjadi teman setia setiap saat, tapi kini setelah kembali ke kampus berteman dengan ponsel segera musnah, karena sudah bisa langsung tatap muka dengan teman yang lain.
"Hy Bunga kamu apa kabar?? ," tanya Afif dari luar ruangan.
"Baik kak, kakak apa kabar," jawab Bunga.
"Hmmmmm baguslah kalau begitu, sampai jumpa nanti," ucap Afif.
"Emang siapa yang mau jumpa sama kamu kak, hahahahaha," ledek Luna terhadap Afif.
"Siapa aja boleh, asal sama-sama senang aja," ucap Afif.
"Dasar kak Afif , sudah lah sana-sana," usir Luna terhadap Afif.
"Hm hm hm tumben akrab banget sama kak Afif ada angin apa nih?," tanya Bunga kepada Luna.
"Ihh apa an sih Bunga, biasa aja kok," jawab Luna.
"Tapi tumben kak Very gak ikut biasanya kan mereka Kek perangko, selalu nempel," ucap Bunga.
"Mungkin perangkonya kurang lengket mungkin, makanya bisa terpisah seperti itu hehehehe," jawab Luna dengan senyum tipis.
"Hahahaha bisa jadi, bisa jadi," ucap Bunga.
Tak lama kemudian salah seorang dosen pun masuk di ruangan mereka, sementara Bunga masih terpikir dengan apa yang harus ia jawab untuk nanti malam.
"Bunga apa kamu mendengar apa yang saya jelaskan," tegur dosen yang masuk di kelas mereka.
Bunga terlonjat kaget
"Ma ... maaf pak," ucapnya sementara semua pandangan kini tertuju padanya.
"Lebih baik kamu keluar sekarang," jawab dosen itu dengan nada tinggi.
"Ta.. tapi pak," ucap Bunga.
"Keluar saya bilang," sahut dosen itu.
"Iya pak, maaf saya permisi," ucap Bunga sehabis selesai membereskan barang-barangnya.
Bunga duduk terdiam merenungi kebodohannya, baru kali ini dia dikeluarkan oleh dosen sepanjang ia duduk di bangku universitas, gara-gara kepikiran masalah pak Rayhan membuatnya melamun di kelas.
Lalu Bunga berjalan menuju parkiran, mungkin dia lebih baik pulang saja dulu.
Bunga masuk ke dalam kostnya yang sepi tak ada satu orang pun disana. Selain Luna dia tidak ada teman lagi, apalagi sekarang dia pulang terlebih dahulu jadi tetap sendirian di kost itu.
Sambil melamun di dalam kost ia teringat dengan orang tuanya di desa yang sudah beberapa minggu tidak ada komunikasi dengan dirinya. Bunga menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, hari ini merupakan hari yang kurang baik baginya.
....................................................
Tok .... tok.....
Tok.... tok......
Suara ketukan pintu ke kamar Bunga yang membuat istirahatnya terganggu, dia menduduk kan badannya yang masih setengah sadar.
“ siapa sih mengganggu banget,” gerutunya dalam hati.
Tok.... tok.... tok.... tok.....
__ADS_1
Orang di luar kostnya semakin tidak sabar.
“Iya sebentar,” teriak Bunga.
Tumben ada yang mau bertamu ke kostnya.
Dia segera membuka pintu. Bunga melebarkan matanya kaget melihat siapa yang datang kerumahnya.
Orang itu menaik kan sebelah alisnya melihat gadis yang berada tepat didepannya yang terlihat acak-acakan.
Rambut yang berantakan dan masih memakai baju yang dikenakannya saat di kampus tadi pagi.
Very langsung masuk ke dalam kost melewati Bunga begitu saja.
Sementara Bunga masih mematung di depan pintu, kenapa bisa kak Very datang ke kostnya.
Dia segera menutup pintu dan berjalan masuk. Melihat Very yang sudah duduk di kursi dengan santainya.
“Aaaa maaf kak ada perlu apa ya?,” tanya Bunga yang sedikit takut bercampur kaget.
“Ambilin aku minuman dong, haus banget nih,” ucap Very yang meminta Bunga mengambil apa yang ia minta.
Bunga mengerut keningnya, kenapa pula kak Very ke sini dalam batinnya.
“Hey... kok masih bengong,” sahut Very yang menyadarkan Bunga dari lamunannya.
“Aaaa iya iya kak bentar” Bunga bergegas ke belakang mengambil minuman ke dapur.
Dia mengambil segelas minuman dingin dan segera memberikannya ke kak Very.
“Hm kamu kok bediri terus di sana, kenapa gak duduk” tanya Very.
Bunga segera duduk agak jauh dari Very tetap di kursi yang sama namun agak berjauhan.
“Inikan kost aku kenapa jadi aku yang disuruh-suruh seperti bukan pemilik kost ini,” batinnya.
“Kamu pasti kaget kan kenapa aku datang ke kost kamu, dan darimana aku tahu tentang kost ini,” ucap Very yang seakan bisa membaca isi pikiran Bunga.
“Ooooohh iya kak, emang ada perlu apa ya sampai-sampai repot datang kemari?,’’ tanya Bunga yang penasaran akan alasan Very.
“Nanti aja dijawabnya ya, sekarang boleh minta tolong gak?,’’ balas Very dengan pertanyaan.
“Apa lagi kakkkkkkkk???,’’ tanya Bunga.
“Masakain aku makanan lah, laper banget nihhhh para cacing di perut aku sudah konser,” pinta Very.
Berhubung Bunga juga yang belum makan apa-apa seharian ia pun meng iya kan permintaan Very untuk dibuatkan makanan.
Kelang beberapa saat Bunga pun datang dari dapur dengan membawa nasi goreng di hadapan Very. Yang sydah duduk di meja makan untuk menunggunya.
Very pun langsung menyantap makanan itu, mereka sibuk dengan makanan masing-masing.
“kakak ngapain kesini,’’ Tanya Bunga lagi setelah selesai menyantap makanannya.
“Melihat kondisi seseorang,’’ uvap Very dengan santainya dengan menaruh gelas yang ia pegang.
Bunga mengerutkan keningnya.
“Siapa?,’’tanya Bunga dengan bingung.
__ADS_1
“Nenek kamu,’’ jawab Very sedikit kesal.
“Tapi nenek aku udah meninggal kak,’’ Jawab Bunga denga polosnya.
Very memukul kepala Bunga dengan sendok
“Aw,,,,” ringis Bunga memegang dahinya.
“Aku pulang,’’ ujar Very dan berlalu pergi.
Bunga menyipitkan matanya melihat Very pergi begitu saja.
“Dasar aneh” gumamnya.
Tak lama kemudian dia mendengar suara mobil yang meninggalkan halaman kostnya.
“Dari mana dia tau ya alamat kost ku,” monolognya.
“Terus ngapain kesini aneh,” sambungnya lagi.
Bunga menggelengkan kepalanya tak mau ambil pusing. Lebih baik dia segera membereskan ini semua dan langsung mandi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Bunga keluar dari kamar mandi dengan menggosok rambutnya yang basah.
Drttttt.....drtttt....
Dia segera mengambil handphone nya yang berdering. Seketika senyumnya mengembang saat melihat siapa yang menelponya.
“Hallo ibu..,’’ sapanya.
“Hallo Bunga... Ibu mau tanya apa kamu baik-baik saja disana?,’’ tanya ibu Bunga.
Senyum Bunga perlahan mulai bertambah mengembang
“Iya buk ,,, Bunga baik-baik aja kok disini, kalian disana apa kabar buk?,’’ jawab Bunga dengan bertanya kembali.
“Alhamdulillah nak kami semua baik-baik juga kok disini,” ucap ibu nya dari desa.
“Syukurlah buk,’’ jawab Bunga.
“Ya sudah kalau begitu kamu jaga kesehatan disana, jangan lupa kunci pintu, makan teratur dan belajar yang rajin ya nak,” ucap ibu memberi nasehat kepada putrinya itu.
“Siap ibuuuuuu..... ibu juga jaga kesehatan disana jangan terlalu capek kerjanya,” jawab Bunga.
“Iya nak, sudah dulu yaa,” ucap ibu.
“iya buk,’’ jawab Bunga sambil memutuskan teleponnya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1