
Melihat mamanya sedang asyik mengobrol dengan Bunga, Bimu juga melanjutkan ceritanya dengan Luna.
Sampai mereka lupa waktu yang semakin sore, Bunga yang mau kerja juga hampir lupa waktu karenanya.
"Bunga kita pulang bareng aja, biar kamu tante sama Bimu yang nganterin pulang," rayu mama Bimu.
"Gak akh tante biar Bunga bareng Luna aja, gak enak sama Luna ," ucap Bunga.
"Eh Bunga gak apa-apa kok, kamu bareng sama tante ini aja, aku langsung otw rumah kalau gitu," jawab Luna.
"Tapi Lun...," ucap Bunga.
"Sudah gak ada tapi-tapian kamu nurut aja, lagian kan rumah Bimu searah dengan kost kamu," jawab Luna.
"Lohh bagus dong kalau begitu kamu bareng sama tante aja, Luna balik duluan aja ya gak apa-apa kan?," ucap mamanya Bimu.
"Siap tan aku gak apa-apa kok, biar bisa langsung istirahat juga hehehe," jawab Luna sambil tertawa.
Bimu hanya terdiam mendengar percakapan wanita-wanita yang sedang bersamanya,"Cukup pusing juga menghadapi para wanita-wanita ini," gumam Bimu dalam hati.
"Baiklah aku bareng sama tante aja," ucap Bunga dengan pasrah.
Luna pun segera menyalakan mesin mobilnya dan berangkat duluan, sementara Bunga, Bimu, dan mamanya segera menyeberang menuju mobil mereka, didalam mobil pertanyaan-pertanyaan banyak keluar dari mulut mama, mulai masalah keluarga, kuliah bahkan mengenai siapa pacar Bunga pun semua ditanya. Bunga hanya tersenyum manja apabila pertanyaan dari mama Bimu tidak bisa ia jawab, sungguh kepo banget seorang mamanya Bimu terhadap gadis desa bernama Bunga ini, padahal sebelumnya siapa pun teman perempuan Bimu mamanya tidak pernah mau tau, apalagi kepo seperti saat sekarang.
"Mas di persimpangan depan belok kanan ya, kost Bunga ada di sana," ucap Bunga kepada Bimu yang mematung sedari mereka berangkat.
"Oh baiklah Bunga," jawab singkat Bimu.
"Lohh udah nyampe, gak terasa banget," ucap mama Bimu yang merasa seakan-akan waktu bersama itu masih kurang.
"hehehe iya tante udah sampai kok, tante sama mas Bimu mau mampir lagi??," tanya Bunga denga. senyum tipisnya
"Udah terimakasih aja Bunga, lain waktu tante singgah udah gelap ini," jawab mama Bimu.
"Baiklah tante , hati-hati ya pulangnya, terimakasih sudah memberi tumpangan kepada Bunga," ucap Bunga.
"Satu lagi, Bunga kan ada janji dengan tante kalau nanti tante ajak ke rumah Bunga gak bakal nolak," jawab mama Bimu yang ingin menagih janji dari Bunga.
"Ia tante Bunga gak lupa kok," ucap Bunga yang langsung ingat akan janjinya kepada mama Bimu.
"Okkk kita berangkat ma, Bunga kami pamit ya," sahut Bimu yang sudah tidak sabar untuk pulang ke rumahnya.
"Ia mas, hati-hati ya," jawab Bunga.
Suara starter mobil pun terdengar, pertanda mobilnya sudah siap untuk meluncur, mama Buku segera masuk ke dalam dan langsung Bimu tancap gas menuju rumahnya. Hanya terdengar suara klakson pertanda mereka pamit.
__ADS_1
Setelah mereka berlalu Bunga pun berlari menuju kostnya, sebab malam mulai tiba sementara ia belum ada persiapan untuk ke tempat kerjanya. waktu semakin mepet setelah ia melihat jam abis mandi dari kamar mandi, Bunga pun kaget karena ia akan telat sampai di hotel, tapi apa boleh buat dari pada dirinya tidak mandi, sudah gerah, keringatan satu harian di sepanjang pinggir pantai, dan dalam perjalanan menuju kota.
Brum....
Brum....
Brum....
Suara motor Bunga menyala yang segera menuju hotel.
Perjalanan lima belas menit Bunga akhirnya sampai dengan kecepatan tinggi di sepanjang jalan.
"Hey Bunga kok kamu bisa telat?," tanya Clara.
"Maaf mbak, aku baru nyampe tadi dari pantai bersama Luna!," ucap Bunga.
"Hmmmm tumben pergi liburan," sindir Clara.
"Ia mbak sesekali kan gak apa-apa, lagian tadi Luna yang ngajak tiba-tiba sudah datang ke kost," jawab Bunga.
"Oh baiklah cepat kamu ganti pakaian kita kerja sekarang," ucap Clara.
''
Padahal mereka tidak tau kalau papanya Bimu sudah sedari ship pertama di dalam ruangan hotelnya. Papa Bimu berencana segera menyampaikan niat baik dari mama Bimu untuk mengajak Bunga tinggal bersama keluarga mereka.
Kring....
kring...
kring....
*Suara telepon di atas meja resepsionis berbunyi.
"Halo dengan Hotel Galaxy ada yang bisa dibantu?," jawab Clara dengan semangat.
"Clara ini saya pak Rayhan, tolong suruh Bunga segera ke ruangan saya," titah pak Rayhan.
"Baik , baiklah pak segera saya sampaikan," jawab Clara yang merasa kaget. Ternyata yang menelpon itu si pemilik hotel dimana mereka bekerja, "Ini ada angin apa lagi, kok Bunga di panggil lagi, atau jangan-jangan pak bos melihat kalau ia telat tadi,. mampus lahhh ini, semalam istrinya sekarang pak bosnya sendiri," gumam Clara dalam hati*.
"Bunga..... Bunga.... ," teriak Clara.
"Iya mbak ada apa," balas Bunga sambil teriak lagi.
"Cepat kamu kesini dulu ada hal penting yang ingin aku sampaikan," teriak Clara.
__ADS_1
"Baiklah mbak aku datang," balas teriak Bunga.
"Kalian apa-apa an sihhh,,, dari tadi teriak-teriak terus emang disini hutan," sindir Siti.
"Udah Siti kamu diam aja dulu jangan banyak protes," ucap Clara.
"Ada apa sih mbak, kok sepertinya penting banget," tanya Bunga.
"Barusan ada telepon dari pak bos, kamu disuruh ke ruangannya sekarang, gak pake nanti ,gak pake lama-lama," ucap Clara.
"Kok di panggil lagi sihhh," jawab Bunga.
"Ya aku juga gak tau lahh, mungkin pak bos lihat kamu telat tadi," sindir Clara yang membuat Bunga semakin gugup untuk bertemu dengan bosnya itu, karena dari sejarah di Bunga kerja di hotel itu dia tidak pernah telat dan baru kali ini dia terlambat datang.
"Mampus lahhhh," ucap Bunga dengan mimik wajah yang sudah berubah menjadi agak pucat.
Dengan pasrah Bunga pun berjalan ke arah ruangan pak Rayhan, ia merasa sedikit gugup ditambah rasa bersalah karena untuk pertama kalinya ia telat dan langsung kena panggil, " ya tuhan tamat lah riwayatku untuk bekerja di hotel ini, kalau nanti aku berhenti apa selanjutnya kerjaan ku, zaman sekarang mencari pekerjaan itu susahnya minta ampun," gumam Bunga sepanjang jalan menuju ruangan itu.
Tok....
Tok....
Tok....
Suara ketukan pintu ruangan pak Rayhan.
"Silahkan masuk saja pintunya tidak saya kunci," teriak pak Rayhan dari dalam ruangan.
Krekkkkk...... pintu terbuka dan Bunga langsung masuk.
"A.... ada apa ya pak, kok manggil Bunga," tanya Bunga dengan volume suara pelannya.
"Kamu saya penggil ada yang harus saya sampaikan," ucap pak Rayhan.
"Ohhhh iya pak, emangnya ada apa," tanya Bunga yang masih gugup dan pucat, ia merasa takut kalau memang benar pak Rayhan mempermasalahkan keterlambatan dirinya tadi masuk kerja.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa, Like, Vote & komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1