
“Terus aku perhatikan di depan denga jarak dua puluh meter ada lagi sekelompok anak-anak yang sedang membicarakan sesuatu, tapi mereka ngomong sambil minum es, nahhh sampah dari itu mereka buang sembarang saja, bayangkan saja kalau tidak ada tim kuning mau seperti apa komplek itu, mungkin hujan sedikit saja mereka sudah kebanjiran,” jelas Bunga dengan pengalaman paginya.
“Apa hubungannya dengan kamu sampai-sampai kamu berhenti disana,” ucap Luna.
“Ya gak ada sih Cuma aku teringat aj suasanya di desa ku, yang gak ada polusi, banjir, dan yang ada di sana udara segar disertai pemdangan yang luar biasa indah,” jawab Bunga.
“Sudah kita masuk yuk,” ajak Luna sambil meraik tangan Bunga ke dalam kelasnya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Bimu yang masih bertanya-tanya kenapa bisa Elly mamanya sangat suka dengan Bunga. Cewek cantik yang tingal di Kota Jakarta juga namanya Shinta dia berumur 19 tahun,ketika usia 15 tahun Shinta diajak orang tuanya pindah ke luar kota, sehingga Bimu dan Shinta berpisah. Sekarang ia mungkin sudah kuliah juga sama dengan Bimu karena usia mereka sama.
Sebelum Shinta pergi keluar kota, Shinta berjanji kepada Bimu kalau dia sudah besar ia akan datang kepada Bimu.
Dulu Bimu selalu menunggu kedatangan Shinta lagi dalam hidupnya, sampai dulu Bimu kelas dua sekolah lanjut tingkat atas atau SLTA , Bimu masih setia menunggu Shinta tapi toh semua sia-sia sebab Shinta tak pernah hadir, mulai dari situ Bimu sudah melupakan, bahkan mengubur masa-masanya dengan Shinta dulu.
“Buat apa menunggu yang tidak pasti, yang udah pasti aja belum tentu benar,” ucap Bimu dalam hati dan membuat ia berpikir.
Setelah Bimu berhasil melupakan Shinta ternyata berbalik poin kini Shinta yang selalu mencari informasi tentang Bimu, Kali ini Shinta mencoba mencari informasi dari medsos, dan akhirnya setelah beberapa hari Shinta menemukannya.
Shinta pun mengirimkan pesan dan akhirnya mendapatkan balasan, ini adalah percakapan mereka berdua.
“Hay,” Ucap Shinta.
“Maaf ini siapa ya???,” tanya Bimu
“Aku Shinta, kamu nggak ingat aku? ,” balas Shinta.
“Maaf mungkin kamu salah orang,” jawab Bimu.
“Salah orang????? Kamu bilang salah orang, aku teman mu ketika kecil,kita tetanggaan duku,” balas Shinta.
“Maaf aku nggak ingat, ya udah aku ada urusan,” ucap Bimu.
Setelah melihat balasan dari Bimu, Shinta merasa hancur seperti istana yang mempunyai kedamaian dan akhirnya runtuh akibat sebuah ledakan, setelah ia bersusah payah mencari tahu informasi keberadaan Bimu semuanya tidak berarti, dan hanya membekas di dalam hati sebagai luka yang amat sakit.
Bimu merasa penantiannya sia-sia sehingga ia tidak ingin mengenal yang namanya Shinta lagi dalam hidupnya, baginya Shinta itu hanya masa lalu yang sudah ia kubur dalam-dalam.
Skip
Beberapa bulan kemudian Shinta kembali mendatangi rumah Bimu. Bimu tidak ingin bertemu dengan Shinta. Bagi Bimu luka ini telah melekat dan tidak isa diobati lagi. Tapi Shinta tidak tau akan hal itu.
__ADS_1
Tok.....
Tok.....
Tok.....
“Permisi .....,” teriak Shinta dari luar rumah.
“Kok tumben ada tamu, biasanya bertahun-tahun juga gak ada orang yang datang ini siapa ya,” gumam Elly dan kemudian membuka pintu rumahnya.
“Hay tante,” ucap Shinta dengan merasa senang.
“Maaf siapa ya?,” tanya Elly yan sudah tidak mengenali Shinta lagi.
“Ini Shinta tante, tetanga tante duluuuu, putri bapak Gunawan,” ucap Shinta mengenalkan dirinya lagi.
“Ohhhh Shinta,,, apa kabar kamu nak,” jawab Elly yang bertanya kabar tentang Shinta.
“Shinta baik-baik saja kok tante,” ucap Shinta.
“Ehhhh tante lupa,,, ayo masuk ke dalam,” ajak Elly terhadap Shinta.
“Iya tante,” jawab Shinta.
“Apa kabar orang tua kamu Shinta?,’’ tanya Elly.
“Mudah-mudahan baik semua kok tante, kalau om sama Bimu apa kabar tan?,” jawab Shinta.
“Baik juga kok, mereka juga sehat-sehat,” ucap Elly.
“Sykurlah tante kalau begitu,” jawab Shinta.
“Eh bentar ya tante ke balakang sebentar,” ucap Elly yang ingin ke dapur membuatkan minuman kepada Shinta yang datang berkunjung ke rumahnya.
Setelah beberapa menit di dapur Elly datang kembali menuju ruang tamu, membawakan segelas minuman serta makanan kecil untuk Shinta.
“Silahkan di minum, Cuma ini yang ada,” ucap Elly mempersilahkan Shinta mencicipi suguhannya.
“Aduhhh tante,,, kok repot -repot sihhh,” jawab Shinta.
“Akhhh gak ngerepotin kok, tante sudah biasa,” ucap Elly.
__ADS_1
Mereka berdua asik mengobrol mengenai masa lalu saat Shinta dan Bimu masih kanak-kanak, pembahasan itu tidak ada habisnya, mereka berdua tertawa bersama karena mengingat memory lawas yang tidak akan terulang lagi.
Setelah lama di rumah Elly akhirnya Bimu pulang dari kampus, dan heran melihat ada sebuah mobil yang ia tidak kenal dengan mobil yang tengah parkir di halaman garasi mereka,”Ini mobil siapa kok sepertinya aku gak kenal dengan mobil ini,” gumam Bimu.
“Selamat Siang maaa,” Ucap Bimu.
Mendengar suara lelaki yang ia tuggu akhirnya Shinta bangkit dari tempat duduknya dan segera menoleh ke arah Bimu.
“Hey Bim, kamu apa kabr?,” tanya Shinta dengan semangat.
“Yaaaa baik, kamu siapa,” tanya Bimu yang sama seperti mamanya, tidak mengenal Shinta.
“Ini shinta loo Bim, masa sih kamu gak kenal,” Ucap Elly menyambung percakapan.
“Oh. Ngapain kamu kesini,” jawab ketus Bimu.
“Ada yang ingin aku bicarakan Bim,” ucap Shinta.
“Sudah aku capek aku pengen istirahat dulu,” jawab Bimu mengelak karena memang ia tak ingin melihat Shinta.
“Lohhhh kok gitu sih Bim, Shinta udah jauh lo datang kesini Cuma ingin bertemu dengan kamu,” ucap Elly.
“Dahhh mama ajanyang ngobrol sama dia aku gak,” jawab Bimu yang segera berlalu menuju kamarny.
“Sudah tante gak apa -apa kok mungkin Bimu capek dan pengen istirahat tan,” ucap Shinta.
“Ohh iya lah,” Jawab Elly.
“Kalau begitu aku juga pamit dulu ya tante, besok Shinta datang lagi. kan besok Bimu libur hari minggu jadi pasti dia gak kemana- mana kan,” ucap Shinta.
“Iya iya,,,, besok Bimu pasti gak keluar kok,” jawab Elly.
Shinta pun melangkah setelah pamit menuju mobilnya, dan segera berangkat dari rumah Bimu mungkin Shinta tau kalau Bimu memang tidak ingin bertemu dengannya, tetapi Shinta sangat ingin bertemu dengan dirinya.
Dari dalam kamarnya Bimu mendengar suara mobil yang sudah melaju meninggalkan rumahnya dan berkata dalam hati “ Ngapain lagi sih dia kemari, aku gak bakal mau ketemu dia apalagi berbicara dengannya, sangat tidak’’.
Sementara Elly kebingungan melihat tingkah anaknya terhadap Shinta, padahal Shinta adalah teman masa lalunya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...