Kesemsem Gadis Desa

Kesemsem Gadis Desa
Episode 56


__ADS_3

Alarm dengan suara yang begitu mengalun indah membangunkan Clara, Siti dan yang lainnya di pagi hari yang menandakan jadwal pergantian ship sudah tiba. Siti yang masih membalut dirinya dengan selimut tipis di ruang ganti belum juga terbangun walau volume alarm yang mereka atur dengan Volume penuh.


“Siti,,,, Bangun sudah pagi,” ucap Clara.


“Hmmmmm......... ,” ucap Siti yang masih merasa ngantuk.


“Sitiiii bangun sekarang yuk,, udah pagi, pergantian ship sekarang,” ucap Clara lagi.


“Hmmmm iya mbak,” jawab Siti dengan suara lemas.


“Siti kamu lupa kalau pagi ini kita masih ke rumah sakit untuk menjenguk Bunga yang sakit,” ucap Clara ke telinga Siti.


“Oh iya ,,,, Siap mbak kita berangkat sekarang yuk,” jawab Siti dengan terkejut dan refleks berdiri dan mengajak Clara untuk berangkat langsung menuju rumah sakit.


“Ngak seperti ini juga kali Siti, sana kamu cuci wajah dulu baru kita kesana,” ucap Clara.


“Hehehehe oh iya, belum cuci wajah,” jawab Siti yang menunduk malu.


“Mbak kita juga ikut ya ke sana,” ucap Supri yang ingin melihat kondisi Bunga juga.


“Iya Prii, siapa juga yang ngelarang kamu untuk ikutan,” jawab Clara.


“Ya mana tau ,” ucap Supri.


“Baiklah kamu siap- siap aja dulu aku tunggu di luar kalian,” jawab Clara.


“Siap mbak,” ucap Supri.


Supri dan Siti sedang bersiap sementara Tono masi asik dengan handphone ditangannya, Tono masih belum tau dengan rencana yang lainnya mau ke rumah sakit untuk menjenguk Bunga yang Sakit.


“Ehhhhh Pri mbak Clara dimana??? ,” tanya Siti.


“Kamu sudah siap???,” jawab Supri.


“Udah Pri, aku tanya dimana mbak Clara??,” ucap Siti.


“Itu mbak Clara udah diluar, katanya dia nunggu kita diluar aja,” jawab Supri.


“Ya udah yuk kita jalan sekarang,” ajak Siti.


“Baik lah Sit, yuk.,” jawab Supri.


“Ehh Supri si Tono itu mau ikut ngak, malah asik main handphone di sana tuhhh,” ucap Siti sambil melangkah keluar menuju tempat Clara menunggu.


“Eh Tono kamu ikut ngak???,” tanya Supri.


“Ya ikut dong, masa kalian pulang aku ngak,” ucap Tono.


“Loh siapa yang mau pulang sih,” Jawab Supri.

__ADS_1


“Nahhhh jadiiiii mau kemana???,” tanya Tono dengan polosnya.


“Kita mau ke rumah sakit, kamu ikut apa ngak??,” jawab Supri.


“ke rumah sakit???? Emang siapa yang sakit???,” tanya Tono.


“Yaaaaaa ampunnnnn Tonoooooooooooooooooooooooo, kamu ngak tahu kalau Bunga masuk rumah sakit???,” jawab Supri dengan bertanya kembali kepada Supri.


“Apaaaa??? Bunga masuk rumah sakit, kapan?? ,” tanya Tono.


“Kemaren, sekarang kamu ikut apa ngak jangan banyak pertanyaan lagi,” jawab Supri.


“Ya Udah ayo,” ucap Tono yang memang ngak tahu kabar karena terlalu asik dengan handphone miliknya.


Supri dan Tono melangkah keluar untuk menemui Clara dan Siti yang sudah sedari tadi menunggu mereka berdua.


“Hey Tono, Supri kalian lama banget sihhhh,” teriak Clara.


“Ini nih mbak gara- gara si Tono, dia ngak tahu kalau Bunga masuk rumah sakit,” jawab Supri.


“Udah akh mbak ngak perlu teriak juga, yuk berangkat takut kesiangan nihhh,,, keburu macet mbak,” ucap Siti.


“Hey kalian mau kemana rame- rame??,” tanya pak Asep satpam di hotel itu.


“Kita mau ke rumah sakit pak, kenapa bapak mau ikutan???,” jawab Clara.


“Hmmmm yang masuk rumah sakit itu, Bunga paaaaakkkk, udah kita berangkat sekarang ya pak,” jawab Siti.


“Lohhhh Bungaaaa masuk rumah sakit??, emang kenapa dia,” tanya pak Asep.


“Duhh pak nanti kita ceritakan yaaaa, panjang ceritanya, kita berangkat dulu takut kena macet di jalan,” ucap Siti yang belum memberikan penjelasan kepada pak Asep kenapa Bunga bisa masuk rumah sakit.


“Baik lah, titip salam aja buat Bunga kalau begitu,” teriak pak Asep.


“Iya pak,” jawab Clara.


Diperjalanan akhirnya yang di khawatirkan Siti pun terkabul, kendaraan mulai merangkak perlahan tak bisa bergerak cepat, macet yang di hindari harus dihadapi mereka berempat menuju rumah sakit. Dengan perkiraan setengah jam menuju rumah sakit akhirnya mereka menempuh dengan waktu satu setengah jam ke sana.


“Ini nihhhh gara- gara kelamaan berangkat,” ucap Clara dengan judesnya.


“Hmmm gara- gara mas Supri sihhhh,” lanjut Siti.


“Ini karena kamu Tonoooo,” ucap Supri dengan menepuk pelan kepala Tono dai belakang.


“Ya namanya juga aku ngak tau apa- apa,” jawab Tono dengan polosnya tanpa rasa bersalah.


“Lagian juga udah sampe kok, ngapain juga diributkan,” ucap Supri.


“Hm iya, yuk masuk,” jawab Clara dengan mulut ketusnya.

__ADS_1


Clara dan yang lainnya pun melangkah masuk ke dalam rumah sakit, tiba di dalam tak lupa Clara menanyakan kepada suster dimana kamar Bunga dirawat karena Bimu tidak ada menyebutkan apa nama kamar Bunga dirawat kepadanya. Ketika sudah mendapatkan informasinya mereka langsung menuju ke ruangan itu.


“Tok,,, tok,,,, tok,,,, permisi,” ucap Clara barengan dengan Siti.


“Masuk aja ngak dikunci kok,” Jawab Elly dari dalam membuat mereka heran dari luar kamar, sepertinya suara yang menjawab itu tidak asing bagi mereka.


“Bu.... Bungaaaaa,” ucap Clara yang terbata- bata memanggil nama Bunga, karena yang mereka lihat istrinya bos mereka di dekat tempat tidur Bunga.


“Eh mbak Clara, Siti, Mas Supri, Tono, yuk kemari,” jawab Bunga.


“Ayo silahkan masuk,” ucap Elly sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Iya buk,” jawab mereka dengan kompak, sementara Elly pindah ke sofa disudut ruangan sambil membuka jendela.


“Kamu kenapa kok bisa seperti ini?,” tanya Clara yang penasaran atas kejadian yang menimpa Bunga.


“Iya Bunga kok bisa ya, biasanya kan kamu paling hati- hati masalah seperti ini,” sambung Siti.


“Oh iya mbak, ceritanya panjang mbak,” jawab Bunga.


“Kronologi kejadiannya aja, ngak perlu juga dari awal kalian berangkat,” ucap Clara.


“Ya yang namanya di hutan mbak, kaki aku terpeleset pas mau menurun dari gunung ternyata di samping itu ada jurang, ya karena kiri kanak juga ngak ada pegangan otomatis masuk ke jurang mbak,” jawab Bunga.


“Ohhhh ya ampun,,,,, sampai masuk ke dalam jurang???,” tanya Siti.


“Iya mbak, tapi untungnya Cuma luka – luka ringan kok, ngak ada yang serius nih juga kalau dokter izinin aku mau pulang aja,” jawab Bunga.


“Tapi kan kamu harus istirahat dulu Bunga jangan banyak aktivitas dulu,” ucap Clara.


“Iya mbak, aman,,,,,” jawab Bunga dengan senyumannya.


“Eh Bunga tadi pak Asep titip salam katanya,” ucap Supri.


“Oh iya mas,” jawab Bunga.


“Syukur juga yaaa kamu Cuma luka seperti ini, udah masuk jurang juga,,, duh ngak kebayang kalau aku diposisi kamu Bunga,” ucap Clara memotong percakapan antara Supri dan Bunga.


“Iya mbak, berarti aku masih dilindungi sama sang penguasa,” jawab Bunga.


Krekkkk.......... suara pintu kamar Bunga dirawat terbuka.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan lupa Like, Vote, Komentar & berikan Bintangnya...


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2