
Setelah sampai di kos dengan perut yang lapar kakiku langsung mengarah ke dapur,tanganku dengan cekatan membuka penutup meja…dan kosong. Tak ada makanan yang tersedia.ahhh…saya lupa ternyata persediaan makanan untuk hari ini sudah habis.
Ahhh…..muncul sedikit rasa kecewa didalam hati,dengan langkah layu ku arahkan kakiku menuju kamar dan merebahkan badanku.ahhh…bibirku bergerak mengucapkan kalimat ”tuhan…..semoga hari esok dan seterusnya bisa lebih baik lagi dibanding hari ini”. Perlahan aku pun melangkahkan kakiku menuju warteg sekitar kosan, karena perut sudah tidak bisa diajak ber kompromi lagi, sudah sangat keroncongan, tiba disana apalah daya hanya tinggal telur dadar saja itupun satu-satunya yang tersisa, segera aku suruh bungkus karena ingin makan di kost untuk terakhir kalinya.
Selesai masalah perut, aku segera pamit kepada pemilik kost dan mengangkat semua barang-barang yang sudah aku packing sebelumnya. Satu per satu barang aku keluarkan dan ku letakkan di pinggiran trotoar jalan, kemudian aku memesan sebuah taksi online untuk mengangkut semua barangku, karena aku gak bisa membawanya dengan sepeda motorku, yang kemudian aku mengikutinya dari belakang sesuai dengan alamat tujuan yang sudah di buat dalam aplikasi.
Sesampainya di rumah Bimu, aku kaget melihat semuanya," ini rumah atau istana kok besar sekali halamannya luas lagi," gumam ku dalam hati.
Tak ingin berlama-lama aku segera mendekati pintu rumah bal istana itu, dan menekan tombol bell yang ada di pojok kanan pintunya. Lalu setelah beberapa saat terdengar suara seseorang yang sedang membukakan kunci, berarti akan ada orang yang membuka pintu untukku.
"Hay Bunga, kamu kok lama sekali dari tadi sudah tante tungguin lo," ucap Mamanya Bimu.
"Maaf tan, tadi karena pulang dari kampus agak sorean, trus beres-beres barang lagi, makanya agak telat tante," jawab Bunga.
"Oh ya sudah yukk kita masuk," ajak mamanya Bimu.
Aku pun masuk ke dalam rumah itu, dan terkejut melihat betapa luasnya rumah ini, ditambah perabot yang serba mahal kelihatan.
"Kok masih bengong, mari tante antar ke kamar kamu," ucap mama Bimu.
"Baiklah tan," jawab Bunga dengan polosnya.
"Kamu kalau kecapekan gak usah masuk kerja dulu, istirahat aja," ucap mama Bimu.
"Akhh gak kok tante aku udah terbiasa kok, capek sedikit mah gak ada pengaruhnya tante," jawab Bunga sambil senyum tipis.
Sampai di dalam kamar betapa terkejutnya diriku, semua perlengkapan kamar itu sudah di sediakan oleh tante itu, bahkan hingga perlengkapan mandiku juga sudah ada, rasanya seperti mimpi bisa tinggal di rumah dan kamar semewah ini. Padahal ini semua sangat jauh dari apa yang aku bayangkan.
Segera aku menyusun semua barang-barang ku, dan menata ulang semua isi kamar karena barang yang aku bawa lumayan banyak, sementara mama Bimu sudah keluar dari kamar ini. Satu persatu barang selesai di tata, waktunya aku mandi karena sudah sangat kegerahan beraktivitas sedari sore hingga kini.
Malam pun tiba dan waktunya Bunga untuk berangkat menuju tempat kerjanya.
Tok.......
Tok........
Tok.......
__ADS_1
"Bunga ayo keluar," teriak mama Bimu dari luar kamar.
"Iya tante," jawab Bunga yang langsung keluar dari kamarnya itu.
"Kenapa tante?," tanya Bunga.
"Yukkk kita makan bareng dulu, baru kamu berangkat kerja," ajak mama Bimu.
"Aaduh gak usah tan, tadi sebelum kesini aku udah makan kok," jawab Bunga.
"Yahhh tante udah masak, masakan spesial untuk kamu loo masa kamu gak makan," ucap mama Bimu sedikit kecewa dengan jawaban Bunga.
Melihat ekspresi wajah mama Bimu yang mulai berubah aku Bunga pun tak tega melihatnya.
"Ok tanteeee mari kita makan ," ucap Bunga sambil tersenyum.
" Nahhh gitu dong," jawab mama Bimu dengan semangat.
Sampai dimeja makan baru ada dia dan mama Bimu saja sementara pak Rayhan papanya Bimu belum keluar dari kamar, dan Bimu juga.
Melihat Bunga yang duduk santai di meja makan membuat Bimu kaget.
"Heyyyy.... kamuuuuu..... ," teriak Bimu.
"Ya mas,,,, saya," jawab Bunga.
"Ngapain kamu disini," tanya Bimu.
"Kan mulai sekarang Bunga ini akan tinggal bersama kita dirumah ini," ucap mamanya Bimu.
"Aaaaaa apa ma, tinggal dengan kita?," jawab Bimu dengan sejuta keheranan.
"Iya Bim, ini sengaja papa dan mama gak bilang ke kamu, biar kamu gak banyak protes," sahut papa Bimu yang baru tiba dimeja makan.
"Mmmmmm baiklahhh ma, pa," jawab Bimu dengan pasrah.
Mereka pun makan dengan lahapnya, menghabiskan makanannya masing-masing.
__ADS_1
"Bim kamu antar Bunga ke hotel ya," titah papa.
Hm hm hm hm ....
Bimu keselek mendengar papanya tiba-tiba menyuruhnya untuk mengantarkan Bunga.
"Maaf pak, gak usah, saya kan bawa motor, saya bisa sendiri kok gak perlu repot-repot," ucap Bunga.
"Iya saya tau kamu ada motor sendiri, tapi kan sekarang posisinya sudah berubah, kamu tinggal bersama kami, jadi apa pun yang terjadi dengan kamu nantinya itu akan jadi tanggung jawab kami disini," jawab pak Rayhan.
"Bukan masalah kesitunya pak, Bunga nanti merasa gak enak kalau teman-teman yang lain tau kalau saya diantar mas Bimu, takut ada omongan yang gak enak pak di hotel," ucap Bunga.
"Kalau begitu baiklah, tapi kamu hati-hati ya, sampai di hotel kamu segera kabari ke rumah, biar tante kamu gak khawatir," pinta pak Rayhan.
"Siap pak, pastinya saya kabari," ucap Bunga.
"baiklah kamu save nomor tante dulu ya," pinta mama Bimu.
"Baiklah tan," ucap Bunga yang segera menuliskan nomor handphone milik mamanya Bimu.
Selesai itu Bunga segera pamit untuk kembali bekerja menuju hotel galaxy.
"Pak, tante, saya pamit ya, saya berangkat dulu," ucap Bunga.
"Iya Bunga kamu hati-hati ingat jangan lupa kabari kalau udah sampai," jawab mamanya Bimu.
Bunga pun mengambil sepeda motornya dari dalam garasi, dan meluncur untuk mencari rezeki di hotel galaxy itu. Sementara di dalam rumah Bimu masih tidak menyangka kalau Bunga sudah tinggal bersama keluarganya, berarti sekarang Bunga menjadi bagian dari keluarga Rayhan, dan Bimu punya saudara di rumah, lain dengan mamanya yang sangat bahagia karena kedatangan Bunga di rumahnya. Bimu berpikir bagaimana kalau mamanya tau kalau sebenarnya ia menyimpan perasaan terhadap Bunga, apa nanti mamanya setuju dengan perasaan nya itu. tapi toh Bimu tidak terlalu memikirkan itu ia kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏🙏...
__ADS_1