
Waktu yang ditunggu pun tiba Bunga dan Bimu pamit kepada mama dan papanya karena segera berangkat untuk jelajah alam di hutan wisata.
“ Ma, pa kita pamit ya mau berangkat dulu untuk beberapa hari,” ucap Bimu yang lebih tua.
“Iya ma, pa, kita berangkat ya,” sambung Bunga.
“Iya tapi kalian hati – hati ya,” jawab papa.
“Kamu Bimu jaga baik- baik bunga selama kegiatan, jangan sampai Bunga kenapa- kenapa,” ucap mama.
“iya ,, iya ma aman serahin semua sama Bimu,” jawab Bimu.
“Hm hm hm... semoga aja benar mas, jangan sampai Bunga yang ngelindungi mas, itu kebalik namanya,” sindir Bunga.
“Nyindir nih ceritanya???,” ucap Bimu.
“Ya ngak sih, siapa yang nyindir,” jawab Bunga sambil senyum- senyum tipis.
“Udah intinya kalian harus saling menjaga, mama sama papa ngak mau lihat kalian itu kenapa-napa nanti,” ucap papa dengan tegas.
“Siap pa,” ucap mereka berdua dengan kompak.
Sebelum pergi menjelajah alam diperjalanan menuju kampus, Bunga memberhentikan mobil di sebuah mall untuk membeli snack.
“Mas berhenti di mall itu dulu ya,” ucap Bunga.
“Mau ngapain lagi sih,, nangi kita telat looo,” jawab Bimu.
“Bunga mau beli snack dulu kak, sekalian cadangan makanan untuk jelajah alam nanti,” ucap Bimu.
“Owwww,, emang kamu punya uang???,” tanya Bimu.
“Ya ada dong mas, kan tiap bulan Bunga gajian hehehehe,” jawab Bunga sambil tersenyum.
“Udah nih pake yang ini aja, tadi mama ngasi kok buat beli keperluan kita,” ucap Bimu.
“Serius mas,” tanya Bunga.
“Iya,,,, aku serius pake ini aja,” jawab Bimu.
“Baik lah ,” ucap Bunga dengan mengulurkan tanggannya untuk menggapai apa yang diberikan oleh Bimu.
“Udah sana tapi jangan lama – lama ya, ngak enak nanti kalau kita telat nyampe kampus,” jawab Bimu.
“Siap mas,,, mas tunggu disini aja biar Bunga aja yang masuk,” ucap Bunga dan meninggalkan Bimu sendirian di dalam Mobil.
__ADS_1
Di dalam mall Bunga mengambil berbagai macam snack yang tahan untuk bwerhari- hari juga tidak lupa mengambil makanan cadangan untuk dirinya dan Bimu, takutnya ketika di tengah hutan ngak ada yang jual atau yang mempersiapkan segala sesuatu yang sangat dibutuhkan.
Selesai Bunga berbelanja mereka berdua langsung menuju kampus ,untung saja tidak ada yang melihat kedatangan mereka berdua, soalnya Bunga tidak ingin banyak yang tahu kalau ia sudah tinggal bersama Bimu. Mereka melihat semua mahasiswa jurusan seni sudah berebut untuk melihat nama teman sekelompok di papan pengumuman kampus.
Kini tinggal Bunga yang belum tau siapa temannya satu kelompok, tetapi karena ia dan Luna sudah membuat usul agar mereka tidak dipisahkan. Jadi Bunga merasa agak sedikit tenang. Sementara di sisi lain, geng Reny sedang menunggu para murid menyingkir dari papan pengumuman.
“Udah akh,, ini lama banget nunggunya, biar aku aja yang nyusup ke kerumunan itu,” ucap Sasha.
“Maju aja Kalo gitu,” jawab Ica.
Lalu Sahsa pun masuk ke dalam kerumunan para mahasiswa.
“Permisi, Sahsa cantik yang tiada duanya mau lewat,” begitulah ucapan Sahsa agar mendapatkan jalan.
“Cie elah Sasha muka pas- pasan aja bilanggnya cantik,” ucap para cowok yang merasa agak kesal.
“Hey ngak boleh kaya itu, dosa tau ngak??,” jawab salah satu mahasiswa yang ada disekitar lokasi itu.
Begitulah umpatan mahasiswwa terhadap Sahsa yang menerobos masuk diantara gerumunan orang itu.
Setelah ia melihat papan pengumuman ia segera melapor kalau mereka bertiga di kelompok yang sama, sementara Bunga dan luna juga berada di kelompok yang sama juga. Nomor urut kelompok mereka berjejer. Setelah semua mahasiswa jurusan seni itu mengetahui siapa – siapa yang ada di kelompok mereka,
Ketika itu Bunga di tarik Luna menuju kantin, sebab Luna belum sarapan, ia takut kalau ngak sarapan perutnya bakal masuk angin dan ngak bisa ikutan jelajah alam nantinya.
“Permisi kalian mau pesan apa??,” tanya seorang pelayan kantin.
“Aku pesan bubur ayam aja dengan teh tawar panas,” ucap Bunga.
“Udah mbak samain aja biar ngak berlama – lama,” sambung Luna.
Setelah menunggu sepuluh menit, pesanan pun datang, Luna yang sudah lapar pun segera menyantap makanannya.
“Hmmmm enak banget nih bubur aymnya,” ucap Luna sambil mengunyah makanannya.
“Kalau mau ngomong mendingan di telan dulu deh makanannya,” ucap Bunga.
Akhirnya mereka pun makan dengan keheningan, hanya dentingan alat makan yang sedang berperang diatas piring.
Dalam waktu sepuluh menit, mereka pun telah selesai makan, mereka pun memutuskan untuk kembali menuju titik kumpul yang sudah ditentukan pihak kampus, dan segera menaiki bus yang disediakan. Satu per satu dari mereka menaiki mobil itu, sementara Luna dan Bunga masih tanpak menunggu seseorang, ya mereka menunggu Miko sedari tadi.
“Bunga kok belum naik sih?,” tanya seorang kaka senior.
“Bentar ya kak, kita masih nunggu seseorang,” jawan Bunga.
“Iya kak sebentar lagi ya,,, ngak nyampe 10 menit kok,” sambung Luna.
__ADS_1
“Mmmmm baiklah, tapi abis ini kalian langsung naik ya,” ucap senior itu.
“Siap kak , pastinya kita akan naik,” jawab Bunga.
Ternyataa Miko pergi sebentar membelikan perlengkapan untuk Luna, karena mereka beda jurusan makanya Miko tidak bisa untuk ikut bergabung diacara itu, ia hanya bisa menghantarkan Luna dan Bunga sampai naik ke Bus saja.
“Kamu kemana aja sih,, dari tadi ditungguin juga,” Ucap Luna sedikit kesal.
“Iya iya maf, tadi kau keluar sebentar, nihhh ada sedikit rezeki untuk kamu,” jawab Miko sambil menulurkan tangannya yang berisi barang ia jemput keluar kampus.
“Ini apaan???,” tanya Luna.
“Ini Cuma snack untuk kamu, aku takut kamu kelaparan disana,” jawab Miko.
“Duhhhh duhh duhh,,,,,, So sweet banget sihh,,, udah ngobrolnya kita naik sekarang yukk,,, dari tadi tinggal kita yang ditunggu,” ajak Bunga.
“Ya uda yukkk,” jawab Luna.
“Baikla kalau begitu kalian hati- hati ya,” ucap Miko yang melepas kepergian Luna dan Bunga.
“Iya iya iya kita bakal hati – hati kok,” ucap Luna.
“Dahhh lah, banyak banget basa basinya, kapan naiknnya nihhhh,,,, kita nanti telat loooo,” jawab Bunga sambil teriak.
“Hmmm baiklah tapi ngak pake teriak juga kali,” ucap Luna.
“abisnya kamu ngesalin sih, udah tau kita ditunggu –tunggu ehhh malah asik ngobrol dengan tunangannya, UPSSSSS KECEPLOSAN,,,, HEHEHEHEHE,” jawab Bunga.
“Ihhhh Bungaaaa,, bisa diam ngak,” ucap Luna.
“Ngak bisa, emang kenapa kalau ngak bisa diam, kamu mau apa,” jawab Bunga.
“Yaudah terserah kamu ja lah, mending diam dari pada harus ribut dengan kamu,” ucap Luna.
“Nahhhh gitu dong anak baik, jangan ngelawan ama kakak yaaa,” ledek Bunga.
“Huhh dasar Bunga,” ucap Luna dengan wajah penuh kekesalan menghadap Bunga.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih ...
__ADS_1