
Ketika di kantin Luna dan Bunga tengah asyik menikmati makanan tiba - tiba Kak Afif datang dan minta izin untuk gabung dengan kita.
"Eh Luna, Bunga boleh gabung gk nih ?" tanya kak Afif.
"Oh,, silahkan kak, jni juga kita cuma berdua kok" ucap Luna.
"Kakak sama siapa ke kantin, tumben sendiri??," tanya Bunga.
"Gk kok nih gk sendiri, tuh ada Very juga segera menuju kemari," sahut kak Afif.
Melihat mereka berempat satu meja
para geng julid makin emosi
pasalnya kak Afif itu gebetan Sahsa, kak Very gebetan Ica, tapi kalo Reny dengar - dengar menaruh hati sama kak Bimu si Mr.cool.
Seketika mereka datang untuk mengaco kami berempat.
" Hey anak Desa gk usah sik cantik deh, mentang - mentang satu meja dengan senior," ucap Sahsa.
"Ehh kamu kalo ngomong di saring dikit kenapa, emang apa hak kmu ngelarang kami ngumpul kek gini?," jawab Afif.
" Dahh ihhh terserah" teriak sasha sekalian cabut beserta geng nya.
"Udah gk usah masukin ke hati, itu memang udah sifat mereka ," lirih kak Afif.
" Iya kak gpp, dah biasa juga berhubungan dengan orang itu," sahut Bunga.
Setelah selesai makan kita pun bubar dan menuju ke kelas masing-masing.
Bunga yang sudah bekerja malam ditambah lagi kegiatan kampus membuatnya sudah jenuh,
jadi ketika berhadapan dengan geng itu kadang dia tak bisa mengontrol emosinya.
Seperti itu lah hari - harinya Bunga.
karena sekarang dia punya sepeda motor jadi Bunga tidak perlu menunggu angkot lagi, namun apa hendak dikata para geng Reny sudah menunggu dirinya di parkiran.
"Woy anak desa yang sok cantik, gk usah belagu jadi orang, baru dekat dama laki - laki aja udah songong," ucap Ica.
" Hey kalian jaga yaa mulut kalian, jangan sampe," Bunga tidak melanjutkan omongannya.
" Jangan sampai apa gadis Udik," teriak Sahsa.
"Yang jelas kalo ngomong jangan - jangan kamu kek gitu diajari orang tua mu di rumah, hahhh ??," ucap Reny.
Mendengar kata orang tua Bunga di ikut- ikutkan Bunga pun tidak bisa mengontrol emosinya
langsung seketika dia menangkap mulut Reny.
" Hey kalo mau ngehina hina saya aja jangan sampe orang tua ku ikut - ikutan kamu buat," tegas Bunga.
" Aduhhh lepasin gua, sakit Bunga," teriak Reny.
tmTeman - teman Reny sudah takut dengan tingkah Bunga dan menjauh.
"Saya gk akan lepasin sampe kalian janji gk bakal ngejahili kita lagi paham," ucap Bunga denga tegas.
Setelah Bunga melepas tangannya dari Reny mereka langsung piurrr alias kabur.
__ADS_1
"Untung saja gk keceplosan tangan ini terlalu lembut menyentuh mereka," gumam Bunga dalam hati.
Bunga pun segera bergegas untuk balik ke kost, tapi apa yang terjadi.
di tengah perjalanan dia melihat 4 pemuda memukuli 1 pria yang tak asing bagi Bunga melihat wajahnya,
ya ituu kak Bimu.Mr cool, dia tak tunggu waktu lagi langsung ke lokasi kejadian dan membantu Bimu melawan emoat pria itu.
Karena di Desa Bunga adalah jagoan bela diri empat pria itu kalah, san langsung kabur meninggalkan mereka berdua.
"Aduh Kakak gk papa?," tanya Bunga.
Melihat Bimu yang sudah babak belur tak berdaya
Bunga pun segera melarikannya ke Rumah Sakit untuk diberi pertolongan pertama.
Sampai di rumah sakit Bimu sudah sadar dan Bunga sudah menelpon keluarga Bimu, melihat kondisi Bimu yang sudah siuman itu Bunga pun segera bergegas Pulang karena masih harus ke Hotel untuk bekerja.
" Kak Bunga pamit ya, gk nunggu orang tua kakak lagi, soalnya aku ada urusan penting kak," ucap Bunga minta izin pulang.
" I iya Bunga gk papa kok, makasih ya sudah nolongin kakak," lirih Bimu.
"Iya kak sama- sama itu kan udah kewajiban kita saling tolong menolong," sahut Bunga.
" Baiklah Bunga, ternyata kamu hebat juga ya bela dirinya," pujia Bimu.
" Akhh kakak bisa aja, udah ah kak ,tapi jangan bilang ke siapa pun kalo Bunga bisa bela diri," pinta Bunga.
" Ok siapppp ," sahut Bimu.
Ketika Bunga keluar dari rumah sakit dia melihat ada pak Rayhan yang datang,
"Sore pak bapak ngapain ke sini ?," tanya Bunga.
" Ohh saya ada urusan ke Rumah sakit ini sebenar,kamu sendiri ngapai disini?" jawab pak Rayhan.
" Ohh saya ngantar teman tadi pak ada insiden sedikit hehehe,, dah ya pak Bunga duluan," Bunga Pamit.
" Iya Bunga Hati - hati di jalan ya ," sahut pak Rayhan lagi.
Tak berlama-lama langsung ke kost bersiap tempur ke Hotel
sungguh hari yang melelahkan bagi Bunga.
namun selelah apa pun itu tidak mengurangi semangat nya dalam bekerja.
Malam itu hari menunjukkan pukul 01.00 wib dini hari, mata yang sudah terasa 5 watt ingin rasanya memejamkan mata itu walau sebentar.
Bunga merasa tidak kuat lagi menahan kantuknya
dia ke belakang dan duduk di kursi ruangan ganti
auto tidur sambil duduk.
Melihat itu Clara tak bisa berbuat apa - apa selain membiarkan Bunga tidur sebentar karena dari raut wajah Bunga jelas terlihat dia terlalu capek seharian ini.
kini tugas Bunga terpaksa Clara yang meng handel.
Namun, itu mudah bagi Clara yang sudah senior disitu.
__ADS_1
satu jam berlalu Bunga pun terbangun dan langsung ke toilet untuk membersihkan wajahnya, setelah itu Bunga berlari untuk melanjutkan tugasnya.
" Mbak maaf saya ketiduran sebentar ," ucap Bunga.
" Iya iya , udah sana lanjut lagi pekerjaan mu," tegas Clara.
" Baik Mbak" lirih Bunga.
Kasihan sekali anak ini, harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan dia di kota , jarang sekarang anak muda seperti mu, tutur Clara dalam hati
Clara terkagum melihat semangat juang Bunga yang pantang menyerah.
Andai suatu saat aku juga mempunyai anak seperti Bunga, ohhh betapa Bahagianya hidupku, sudah Cantik, pintar, baik hati pula gumam Clara
" Woy mbak kok bengong," tanya Siti teman Bunga satu profesi.
" Idih apa an sihhh sitii, ganggu orang aja," jawab Clara.
"Habisnya mbak ngelamunnya lucu sih, sambil senyum -senyum sendiri," ledek Siti.
" Kamu yaaa ,, bukannya kerja malah ngeliatin saya," teriak Clara.
Yahhh apa boleh buat Siti pun akhirnya kaburrrr meninggalkan Clara.
Back to Rumah Sakit.
"Bimu kamu kenapa sampai seperti ini," tanya Papa Bimu.
" Yaa gk tau pa tiba - tiba aja mereka menyerang ku," jawab Bimu untung aja ada si gadis Desa yang bantu Bimu pa, jadi tuh Penjahat pada kabur di buatnya.
" Mmm emang ada zaman sekarang prempuan baik seperti itu," tanya Rayhan lagi.
" Ya Ada dong pa, buktinya dia yang nyelamatin Bimu," tuturnya kepada Papa.
" Tapi siapa gadis desa yang kamu maksud," Papa Bimu penasaran.
" Apa jangan -jangan yang Bimu maksud adalah Bunga, kan Bunga tadi yang keluar dari Rumah Sakit ini juga," berbicara dalam hati sendiri.
" Oh iya lah Bim, andai papa bisa ketemu sama gadis Desa itu, papa mau berterimakasih pada anak itu," pinta Rayhan.
" Gk perlu papa aku juga udag makasih kok, lagian besok -besok Bimu sampe in pas di kampus.
"Ohhh teman mu satu kampus jugaa, ya udah kasi tau dia Terimakasih dari papa" ucap Rayhan.
"Siap Papa" ucap Bimu.
Pa kita ke rumah aja ya Bimu gk mau lama - lama di sini," pinta Bimu.
Seketika itu papanya juga setuju dengan permintaan Putranya itu.
Besok harinya Bunga pun mencari Bimu ingin memastikan bahwa Bimu baik - baik saja
Bunga khawatir tentang luka Bimu apa ada yang parah atau tidak, namun lelah mencari tak kunjung ketemu.
akhirnya Bunga .....
...Bersambung...
...Next Episode...
__ADS_1
...*Mohon kritik & saran yang membangun...