
Setelah Afif pulang dari rumah Bimu, Bunga baru keluar dari kamarnya setelah ia mengganti pakaiannya.
"Mas Afif mana?," tanya Bunga kepada Afif.
" Udah pulang tuhh baru aja jalan," jawab Bimu.
"Yahhh kok cepat banget, belom juga di buatin minum, belom ngucapin Terimakasih, ehhh orangnya udah balik duluan," ucap Bunga sedikit kesal karena blom sempat memberikan minum dan berterima kasih kepada Afif.
"Dah lahh kan bisa besok di kampus kalau cuma mau ngucapin terimakasih," jawab Bimu.
"Ada apa sih anak-anak mama, kok pada ribut?," tanya mama terhadap mereka berdua.
"Gak kok tan, tadi Bunga nanya dimana kak Afif, ehhh ternyata kata mas Bimu udah balik padahal Bunga kan belum ngucapin terimakasih tadi," jawab Bunga.
"Ohhh jadi cuma gara- gara itu kalian ribut?," tanya mama lagi.
"iya ma, gak ribut kok cuma bilangin ke Bunga aja tadi," jawab Bimu.
"Bunga sekarang jangan panggil mama jangan panggil tante lagi, kan cuma kamu anak cewek mama sekarang," ucap mama terhadap Bunga.
" Baiklah tan, ehh Ma,. hehehe blom terbiasa ma," ucap Bunga yang masih kaku memanggil mama kepada mamanya Bimu.
"Ya udah Bimu masuk duluan ya ma," ucap Bimu mau ke kamar.
"Heyyyy Bimu jangan masuk dulu, kamu antar gihhh Bunga kan masih kerja, motor dia masih di bengkel," titah mama.
"gapapa kok ma, Bunga naik taksi aja," ucap Bunga.
"Ya gak lah,,,, ada Bimu kok,,, Bim cepatan kamu antar Bunga sekarang," suruh mama kepada Bimu.
"Hmmmm iya iya ,,, Bimu ambil kunci dulu ke kamar," ucap Bimu.
"Baiklah aku nunggu di depan ya mas," jawab Bunga.
"Mari mama antar kamu depan," ucap mama ingin mengantar Bunga sampai mobil.
Beberapa menit kemudian Bimu datang membawa kunci mobilnya dan menghidupkan mobil itu. dan Bunga langsung menaiki mobil.
"Kalian hati-hati yaahhh," ucap mama.
"Sippp iya ma,,, " jawab Bimu.
"Ma Bunga berangkat ya," ucap Bunga.
"iya iya," jawab mama.
Mereka pun berlalu menuju hotel tempat Bunga bekerja.
Sampai di hotel satpam langsung bergerak cepat, soalnya yang datang adalah mobil anak pemilik hotel itu, dan semua karyawan langsung bersiap menyambut yang keluar dari dalam mobil itu, seketika Bunga keluar semua orang di hotel itu terkejut karena mereka tidak menyangka kalau yah keluar dari dalam adalah Bunga bukan Bimu ataupun Pak Rayhan.
Kemudian Bimu langsung berlalu menginggalkan hotel memang ia disuruh hanya untuk mengantarkan Bunga saja.
"Ternyata kamu tohh,,, dikira tadi pak Bos yang datang," ucap Clara.
"Hehehe iya mbak, tadi ketemu mas Bimu di jalan motor ku rusak tadi mbak," jawab Bunga.
__ADS_1
"Begitu ceritanya, kirain kamu ada hubungan dengan mas Bimu," sindir Clara.
"Mana mungkin mbak, seorang mas Bimu mau sama saya yang hanya karyawan biasa di hotel milik keluarganya," jawab Bunga.
"Yaaa kan mana tau kalian jadian," ucap Clara.
"Udah akhh mbak,,, mbak ada-ada aja dehhh," jawab Bunga dan berlalu meninggalkan Clara menuju ruang ganti.
Bunga mengganti pakaian sementara yang lainnya masih penasaran dengan apa yang mereka lihat, mereka masih tidak percaya seorang Bimu mengantar Bunga yang hanya karyawan hotel biasa.
"Ehhhh Bunga ," panggil Siti.
"Iya Ti ada apa?," tanya Bunga.
"Kamu benaran tadi diantar mas Bimu?," tanya Siti.
"Iyaaa Siti, tapi kan motor aku itu tadi rusak di jalan, kebetulan mas Bimu lewat dia menawarkan untuk mengantarkan aku, jadi dari pada telat aku iya kan saja tadi," jawab Bunga.
"Hmmm udah beredar nih gosip kalau kamu sama mas Bimu pacaran," ucap Siti.
"Biarin aja orang - orang itu salah paham, yang penting itu semua btidak ada satupun yang benar," jawab Bunga.
"Ya udah yokk kita kerja," ajak Siti.
"Iya ayokkk," ucap Bunga.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Drttt.......
Drtttt.......
Drtttt.....
"Halo fif ada apa?," jawab Very.
" kamu di mana sekarang?," tanya Afif.
"Aku di rumah, emang kenapa?," jawab Very.
"Ok kamu tunggu di sana , jangan kemana-mana aku berangkat sekarang," ucap Afif.
Afif pun bergegas menuju rumah Very karena sudah tidak sabar lagi ingin menceritakan, denga. kejadian ketika Iya mengantarkan Bunga pulang, yang ternyata Bunga yang sudah tinggal dengan keluarga Rayhan.
Lima belas menit kemudian Afif sampai di rumah Very.
Tok....
Tok....
Tok....
"Permisi,,,,, Very..... very...," teriak Afif di teras rumah Very sambil memanggil Very.
"Iya sebentar aku datang," teriak Very dari dalam.
__ADS_1
Very pun perlahan membuka pintu rumahnya karena Afif sudah tiba disana.
"Kamu kemana aja sih kok lama banget bukain pintu doang," ucap Afif.
"Aku dari kamar sambil game makanya agak lama, bawel banget sih," jawab Very.
"Ya udah kita ngobrol di luar atau di dalam?," tanya Afif.
"Kita di kamar aja, yukkk," ajal Very.
Lalu mereka berdua berjalan menuju kamar Very.
"Ada apa sih fif kok sepertinya penting banget ya," tanya Very.
"Iya ada info terbaru ni," ucap Afif.
"Iyaaaa.. info apa an?," tanya Very.
"Kamu tau nggak, Bunga itu sekarang gak kos lagi, dia sekarang tinggal bersama keluarga Bimu," ucap Afif.
"Apaaaa?? Bunga di rumah Bimu," jawab Very dengan merasa heran.
"Iya Ver aku juga tadi pertamanya nggak nyangka, arah yang dituju oleh Bunga adalah alamat rumah Bumi, terus sampai di sana mamanya Bimu menjelaskannya kepada aku, kalau Bunga sekarang tinggal di sana dan sudah dianggap anak oleh keluarga pak Rayhan," ucap Afif sambil menjelaskan.
"Wowwww semakin sulit dong untuk mendapatkan Bunga kalau dia dirumahnya Bimu," jawab Very.
"Itu lah, tadi Bimu juga bilang kalau dia disuruh buat nge jagain Bunga yang sekarang sudah saudaranya," ucap Afif.
"Yaaaaa... aku juga gak bisa berkata-kata lagi lah, soalnya Bimu adalah sahabat kita, gak mungkin dong pacaran dengan adiknya sahabat sendiri," sahut Very.
"Makanya itu, aku juga bingung sekarang bagaimana caranya untuk mendekati Bunga," jawab Afif.
"Yupsss sering aja berkunjung ke rumah Bimu," ucap Very.
"Berkunjung gimana, pagi sampai sore Bunga kuliah, malam dia juga bekerja di hotel keluarga Bimu, dimana lagi waktu untuk ketemu dengan Bunga?," jawab Afif.
"Lahhh berarti itu gak rezeki namanya, udah kamu cari yang lain saja," ucap Very.
"Cari yang lain sudah lah bos, hatiku udah tertancap nama Bunga di dalamnya," jawab Afif.
"Kalau seperti itu kamu harus banyak berjuang dan bersabar lah menghadapi ini semua," ucap Very.
"Iya juga sih,,, harus ekstra berjuang demi calon kekasih hati," jawab Afif.
Mereka berbincang hingga larut malam, sementara besoknya Afif dan Very masih harus kuliah, padahal sangat susah bagi mereka berdua untuk bangun pagi, biasanya sekuat apapun alarm yang dihidupkan gak bakal bisa membangunkan mereka.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
Like dan Vote kakak Pembaca adalah semangat Author
😇😇😇😇