
Tut........
Bunga menghembuskan napasnya dia harus sendiri lagi. Walaupun dia bilang baik-baik saja tapi bagaimana pun dia ingin selalu ada bersama orang tuanya.
Ya walaupun dia bekerja demi dirinya dan orang tuanya di desa, serta untuk uang kuliah dia.
Sejenak bunga terdiam karena masih sangat rindu dengan orang tuanya.
Tok..... tok..... tok....
Suara ketukan pintu lagi di kost Bunga membuat dia tersadar dari lamunannya.
“Iya sebentar,” teriak Bunga dari dalam kost.
Segera Bunga membuka pintunya dan alhasil yang datang itu adalah Luna sahabatnya, tapi Bunga terherah melihat Luna dengan dress hitam – hitam.
“Ada apa Lun, ko tumben berpakaian seperti itu,” Tanya Bunga.
“Iya Bunga aku sengaja berpakaian seperti ini, aku ingin kamu temani aku untuk ke pemakaman nenek ku,” jawab Luna dengan meminta agar Bunga mau menamani dirinya.
“Sekarang kah?.’’ Tanya Bunga.
“Gak ,,,, tahun depan.... ya sekarang lah Bunga ini kan aku udah siap begini,” ucap Luna.
“Okkkkk baiklah bos,, jangan pake emosi,’’ jawab Bunga dengan santai.
Luna ingin berziarah ke makan neneknya sebab sudah sekian lama ia tak pernah ke sana, Luna sangat sayang terhadap neneknya ketika masih hidup bahkan setelah meninggal pun ia adalah cucu paling rajin mengunjungi makan neneknya itu.
Sesampainya di pemakaman.
“Hallo nenek apa kabar, maaf kalau Luna jarang kesini,” ucapnya dengan mengelus nisan neneknya.
“Nenek tau kan Luna sibuk kuliah, maafin Luna karena jarang kesini,” ujarnya sambil mencabut rumput liar yang ada disekitar makam neneknya.
“Semua masih sama nek, orang tua Luna masih sibuk kerja tapi Luna tau itu semua untuk Luna,’’ dia mencoba tersenyum getir mencoba menahan air matanya.
“Di kampus juga masih sama nek, aku selalu bersama dengan Bunga, kami senang kok kemana –mana berdua,’’ Luna menghela napasnya.
“Mmmmm ada juga senior kami yang agak bersikap aneh terhadap kami berdua, doa in ya nek semoga mereka tidak ada niat jahat terhadap kami,” ucapnya sambil tersenyum.
Mendengar Luna berbicara didepan makam neneknya membuat Bunga juga ikut terharu tanpa disadarinya air mata Bunga juga jatuh satu per satu di pipinya, ia juga teringat dengan almahum neneknya di desa.
Seperti biasanya Luna selalu menceritakan apa pun kepada neneknya.
Dia segera menghapus airmatanya.
__ADS_1
“Kalau begitu kami pulang dulu ya nek, Luna janji akan kesini lagi” Pamit Luna.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hari sudah beranjak malam Luna sedang duduk di dekat jendela kamarnya.
Memandangi binang-bintang itu adalah salah satu hal yang ia sukai.
Dulu ada seseorang yang menjadi bintang di hidupnya. Seseorang yang menyinari hidupnya yang gelap. Tapi waktu itu dia lupa kalau bintang akan menghilang ketika fajar datang.
Bahkan kadang bintang tidak ada saat malam tiba karena tertutup awan.
Mulai saat itu dia sadar bahwa sendiri jauh lebih baik. Cukup dirinya saja dan sahabatnya yang menjadi bintang di kehidupannya.
Dia tersenyum miris dia benci akan hal ini. Dia sangat tidak suka jikalau mengasihani dirinya sendiri.
Sudah lah yang lalu biarkan berlalu.
Tapi walaupun begitu luna tetap berterimakasih atas semua kebahagiaan yang pernah ia asakan, semua pengalaman hidupnya ia jadikan untuk pembejaran dalam menjalani kehidupannya ke depannya.
Luna menghembuskan bafasnya. Ngakk ada gunanya megingat itu semua, lebih baik dia tidur agar tidak telat ke kampus besok.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Luna yang sudah memejamkan matanya sementara di hotel galaxy sahabatnya Bunga masih berjuang denga pekerjaannya demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan ingin membantu perekonomian keluarganya di desa.
“Hey Bunga, kamu segera ke Ruangan saya ya,” ucap pria paruh baya itu.
“Baiklah pak, aku segera ke sana,” jawab Bunga yang yakin kalau dirinya dipanggil untuk memberikan jawaban atas petanyaan pak bos semalam.
Ia pun berjalan menuju ruangan bosnya itu, dan langsung masuk atas perintah dari pemilik hotel galaxy itu.
“Apa kabar Bunga, bagaimana denga jawaban kamu atas pertanyaan saya semalam,” tanya pak Rayhan.
“Ooooooo saya..... setelah saya pikir-pikir, saya mau pak,” jawab Bunga denga jawaban yang masih ia ragukan sebelumnya.
“Alhamdulillah,,,,, terimakasih Bunga,,,,,” ucap pak Rayhan yang merasa kegirangan.
“Saya yang harusnya berterimakasih pak, kok ini malah kebalik sih,’’ jawab Bunga.
“Istri saya pasti sangat senang mendengar kabar ini,” ucap pak Rayhan.
“Oh iya pak, “ jawab Bunga.
“Kapan kamu akan pindah ke rumah saya?,” tanya pak bosnya.
__ADS_1
“Kalau gak ada halangannya besok pak,” ucap Bunga.
“Bagus- bagus kalau begitu, istri saya sudah tidak sabar ingin bersama kamu di rumah,” jawab pak Rayhan.
“Tapi saya tidak tau alamat rumah bapak dimana,” ucap Bunga.
“Ahhh itu gampang, kamu besok di jemput Bimu aja ke kost,” jawab pak Rayhan.
“Aaaaaaa ... tidak usah pak, saya datang sendiri saja gak perlu repot-repot,” ucap Bunga.
“Gak kok,,, gak ngerepotin,” jawab pak Rayhan.
“Alamatnya saja pak sama saya, biar nanti saya yang datang sendiri ke rumah bapak, nanti gak enak tema-teman kost salah paham kalau mas Bimu yang datang menjemut saya,’’ ucap Bunga.
“Baiklah kalau itu menjadi keputusan kamu, ini kartu nama saya disitu sudah tertera alamat rumah saya,” jawab pak Rayhan.
Drtttttt...... drtttttt......
Pak Rayhan megambil ponsel miliknya yang berering diatas mejanya, ia senang sekali melihat siapa yang menelpon dilayar ponsel miliknya.
“Hallo ma,,,, papa ada kabar bagus ini,” ucapnya.
“Ada apa pa, kok senang banget,” tanya mama Bimu.
“Bunga setuju tinggal dengan kita maaaa..,’’ ucap pak Rayhan.
“Alhamdulillah,,,,, mama senang banget mendengarnya pa, kapan Bunga akan datang kerumah mama sudah tidak sabar lagi ini,’’ jawab mama Bimu.
“Sabar dulu ma, Bunga besok akan segera ke rumah kita kok, mama tenang ja,” ucap pak Rayhan.
“Baiklah kalau begitu mama sama Bimu besok yang menjemput Bunga ya Pa,” pinta mama Bimu.
“Gak ma,,, keputusan Bunga katanya dia datang sendiri aja besok, gak perlu dijemput, dia takut nangti banyak omongan-omongan miring tentang dia,” ucap Papa Bimu menjelaskan keputusan Bunga.
“Ok baiklah kalau begitu pa,,, titip salam aja buat Bunga,” jawab mama Bimu sambil memutuskan teleponnya.
Mendengar percakapan antara Pak Rayhan dengan istrinya sudah selesai Bunga pun pamit untuk melanjutkan pekerjaannya, yang sudah ia tinggal sedari tadi.
Ia belum bisa membayangkan nanti apa yang terjadi setelah dirinya dirumah keluarga pak Rayhan
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...