
Seharian penuh aktivitas membuat aku merasa sangat lelah, dan benar ternyata sampai di hotel aku merasa ngantuk banget, dan semua anggota ship malam tidak ada yang tidak hadir, semua selelu datang dengan tepat waktu aku melihat disudut ruang ganti hotel Siti sedang menguyah kuaci, katanya biar matanya bisa melek.
Supri malah berkutat di pantry sambil menyesap kopi panas.
“Hey si bos gak datang kan?,’’ tanya Supri dengan santainya.
Suara pak satpam yang tengah asyik berbicara dengan seseorang membuat Clara dan Siti terdiam dan perlahan melihat ke depan, mereka penasaran dengan siapa pak asep berbicara, mereka berdua tiba di dekat jendela depan lalu membuka tirai jendela dengan sangat hati-hati. Ternyata yang mereka lihat adalah pak Rayhan si pemilik hotel itu, dengan refleks mereka berdua berlari ke arah Supri.
‘’ Hey supri cepat kesini si bos datang tuhhhh,’’ ucap Clara terhadap Supri.
Dengan kaget Supri langsung melompat dari tempat duduknya.
“Tadi pagi banget,,, nget,,,, pas nganterin anak aku ke sekolah, di depan sebuah super market. Aku melihat si bos dengan pakaian yang rapi, kirain tadi si bos mau ke luar kota, lahhh ternyata salah prediksi,” jawab Supri dengan nada suara pelan.
Sampainya bos ke dalam hotel.
“ Supri tolong ambilkan dokumen di mobil saya, kuncinya ada sama pak Asep minta saja dan jangan lupa kembalikan ke pak Asep ya,” titah si bos.
“Si,,,, siap bosss dilaksanakan,” jawab Supri dengan lantang.
Kini Clara dengan Siti malah sedang asik saling memberi kode antara satu sama lain, entah apa yang sedang mereka bicarakan dari kode ke kode.
“Eh mbak tau gak tadi pagi aku lihat si Tono boncengan sama cewek,” bisik Siti terhadap Clara.
“Adiknya kali,” jawab Clara.
“Emaknya mbak,” ucap Siti agak jengkel atas jawaban Clara.
“Gak mungkin lah mbak yang aku lihat itu adiknya, soalnya mereka itu mesra banget, terus Tono tebar senyum terus. Makanya aku bingung, Tono yang polos seperti itu masa ya bisa se mesra itu. Aku kira kan mbak aku salah lihat, tapi aku perhatikan dari dekat ternyata aku gak salah orang mbak itu memang Tono,’’ ucap Siti dengan cermat menjelaskan ceritanya kepada Clara.
“ Mmmmm kalau begitu nanti kalau ada kesempatan biar aku saja yang kepoin Tono, soalnya kan dia kalau sudah diajak ngomong lama-lama bisa keceplosan juga kan,” jawab Clara dengan penuh rasa percaya diri kalau di akan berhasil mendapatkan informasi dari orangnya langsung.
Clara dengan Siti sedang asik mengobrol sambil berbisik-bisik aku langsung mencubit lengan mbak Clara dan membuat ia seketika terkejut dan melompat dari tempat duduknya.
“Awwwwwwwwww,,,,,,” teriak Clara dengan suara kencangnya.
__ADS_1
“Husstttt mbak jangan teriak gitu dong,” Ucap Bunga.
“Jangan teriak,,, jangan teriak,,, kamu sihhh buat aku kaget, jadi jangan salahkan aku kalau aku teriak ini semua salah kamu,” jawab Clara dengan sedikit volume yang bertambah lagi.
“Ihhhhh mbak Clara yaaa,,,, jangan marah-marah terus nanti cepat keriput hilang dehhh kecantikannya,” sindir Siti.
“Naaaahhhh benar tuh mbak, cepat tua nanti ,, mbak mau kelihatan tua dengan usia mbak yang sekarang???,” lanjut Bunga yang memberi sindiran.
“Yaaa gakkk lah, siapa juga yang mau kelihatan tua, aku kan gini – gini juga cantiknya masih alami, bukan buatan, kecantikan aku itu dari dalam, iner beauty gituuuu,” Jawab Clara sambil memuji dirinya sendiri.
“Haaaaa nah gitu dong mbak, jangan marah lagi yaaa?,” ucap Bunga.
“Hmmmm iya iya,,, emang ya kalian berdua paling pinter buat kau jadi kesal,” jawab Clara.
“ Iya tapi kan,,, bisa buat mbak tenang lagi, semuanya bisa kami kontrol,” sahut Siti dengan memberi tangannya sebelah kanan ke arah Bunga lalu Bunga pun membalas dengan tangan kanannya, mereka berdua tos di depan Clara.
‘’ Dasar kaliannnn yaaaaaaa,” geram Clara dengan Siti serta Bunga yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri, lalu Clara memeluk Bunga dan Siti.
Tanpa mereka sadari, tingkah mereka dilihat oleh Supri dan langsung mendekat ke arah mereka bertiga.
“Teletubbis apaan sih,, emang kamu siapa mau ikutan pelukan dengan kita, haaaaa,” Jawab Clara dengan memasang ekspresi sangarnya.
“ Aku kan calon imam kamu, masa kamu lupa sihhh,” ucap Supri sambil menggoda Clara.
“Calon imam dari akhirat?????? Sana kamu sebelum aku remukkan tulang- tulang mu,” ancam Clara tambah emosi.
“Busseeetttt bidadariku berubah menjadi galak, sekarang terlihat bagaikan malaikat pencabut nyawa,” jawab Supri dengan nada agak cepat.
“Apaaaa???? Kamu ngomong apa tadi??? Tanya Clara,” dengan suara kencangnya.
“Gaaaa,,,, gak ada kok, kaburrrrrr......,’’ jawab Supri yang terus berlari meningglkan mereka bertiga.
“Aduhhh mbak , baru aja kita berdua ingatin, jangan marah- marah, lihat tuhhh keriputnya mulai kelihatan,” ucap Bunga yang ingin mengerjai Clara.
“Apaaaa ???? keriput ???? kaca manaaaa.... kaca mana...,” jawab Clara yang terus berjalan meninggalkan siti dan Bunga karena ia merasa panik atas ucapan Bunga yang mengatakan bahwa di wajahnya timbul keriput.
__ADS_1
Setelah Clara pergi mencari kaca ke ruang ganti, Bunga dan Siti asik tertawa bahagia, karena baru pertama kalinya mereka mengerjai mbak Clara dan itu sangat sukses. Mbak Clara yang merasa dirinya super cantik bak ratu mereka bilang tumbuh keriput diwajahnya, jelas Clara panik seketika itu.
“Hey Bunga, Siti... ke sini kalian,” Ucap suara seorang lelaki.
Suara itu membuat Bunga dan Siti langsung terdiam dan menoleh ke arah suara itu, seketika mereka menundukkan wajahnya, karena yang memanggil mereka itu adalah pak Rayhan pemilik hotel.
“ I ... iya pak, ada apa ya?,” Jawab Siti yang merasa agak gemetar, soalnya dia takut kalau pak Rayhan tau dengan pekerjaan mereka yang sedang menggosip.
“Itu ada dokumen yang harus kalian tanda tangan, segera datang ke ruangan saya sekarang,” titah pak bos mereka.
“Huhhhhh lega deh,” ucap Siti menghela nafas sambil mengelus dada.
“ Kenapa sih, kok segitunya Sit ???,” tanya Bunga kebingungan.
“ Aku kira tadi pak bos mendengar kita sedang menggosip, ehhh rupanya nyuruh tanda tangan,” jawab Siti.
“Ohhhh pantesan saja ekspresinya seperti itu,” ucap Bunga dengan polos tanpa salah.
“kamu sih lola banget,” sindir Siti.
“Bukan lola Sitiiiiii,,,,, Cuma perasaanku kita gak ada salah makanya aku tenang- tenang aja,” jawab Bunga.
“Ya sudah akhhh,, gak perlu dibahas lagi, yuk kita ke ruangan pak bos,” ajak Siti.
“Tapi mbak Clara kan masih di ruang ganti,” jawab Bunga.
“Ohhh iya,, yaudah kita panggil sekrang aja, biar barengan kita ke sana.” Ucap Siti.
Mereka berdua pun akhirnya menyusul Clara ke ruang ganti untuk segera memenuhi panggilan pak bos mereka.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun
__ADS_1
...Terimakasih...