
Akhirnya pukul 16.00 soer, Luna dan bunga memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, luna yang menempuh kurang lebih setengan jam menuju rumahnya, kali ini dia tidak membawa mobil sendiri, Luna naik taksi. Setelah setengah jam diperjalanan akhirnya Luna sampai di rumah dan tanpa berpikir panjang, Luna langsung membuka pintu dan menemui bundanya.
“Bunda kok jadi seperti ini sih?’’ ucap Luna yang langsung meneteskan air mata.
“ Luna kamu itu sudah besar dan umur kamu juga udah 21. Ini kan hanay perjodohan, sola nikah nanti bisa dijelaskan kalau kamu berumur 21 lebih.’’ Jelas Calista ibunya Luna sambil mengelus puncak kepala Luna yang masih meneteskan air mata.
“ Tapi kan bun, Luna kan bisa cari pasangan sendiri, nggak perlu dijodoh jodohin kaya gini,” jawab Luna.
“Bunda juga tahu sayang tapi ini adalah rencana Papa. Papa bilang kalau ini yang terbaik. Papa akan jodohkan kamu sama anaknya teman ayah.” Jelas Bunda.
“Siapa?,” tanya Luna.
“Bunda juga belum tahu. Nanti malam dia akan datang kesini sekalian makan malam.’’ Jawab Calista.
“Bun kok cepat banget sih dia mau kesini nanti malam. Luna nggak mau Bun pokoknya Luna ngakk mau!!! ,” ucap Luna sambil berlari ke kamarnya.
“Lunaaaaa.... tunggu Luna,” Panggil Calista namun tak ada balasan dari Luna.
Tanpa sepengetahuan Luna, ternyata Luna kan dijodohkan dengan anak temannya papa yang sama sekali Luna tidak tahu siapa anak yang akan dijodohkan dengan Luna. Yang Bunda tahu tahu, apa yang dilakukan papa adalah hal yang terbaik untuk Luna.
“ Pa tadi Bunda udah bilang ke Luna. Tapi Bunda rasa Luna nggak setuju deh kalau Luna akan dijodohkan, dia lebih memilih untuk mencari pasangannya sendiri.” Ucap Bunda terhadap papa.
“Luna udah pulang?’’ tanya papa dengan santai.
“Terus kalau Luna udah pulang, dari mana Bunda dapat jawaban kayak tadiPa,’’ ucap Bunda sedikit kesal.
“Owhhhhhh......,” balas Singkat Papa.
“Ihhhhhh papa santai banget sih udah tau anaknya nggak mau dijodohin. Bukannya kek gimana caranya ngebujuk anaknya biar mau. Udahlah Bunda mau pergi,” Ucap Bunda.
“Kalau mau pergi ya pergi saja,” balas Papa.
“Ihhhh papa,,,, ya kalau gitu bunda pergi,” ucap bunda lalu pergi meninggalkan papa sendiri.
Kelakuan Papa dan Bunda Luna memang masih wajar seperti remaja pasalnya mereka hanya mempunyai anak satu yaitu Luna.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1
Drt........ drt...... drt.......
Tiba – tiba ponsel Luna berbunyi. Setelah Luna lirik ternyata ia mendapat telepon dari Bunga. Lalu tanpa pikir panjang Luna langsung mengangkatnya.
“Halo Luna tadi kamu kenapa buru-buru banget sih minta pulang, biasanya juga sampai sore di kampus,” ucap Bunga yang tidak memberi celah kepada Luna untuk berbicara.
“Bunga tadi aku mendapat telepon dari Bunda ku, terus dia suruh aku cepat- cepat untuk pulang, dan aku pun pulang, alasan aku harus pulang itu karena ternyata aku harus dijodohkan,’’ Luna Menekan kata kata terakhir.
“Apaaaaa!!! Kok bisa?,’’ Ucap Bunga yang kaget mendengar alasan Luna.
“Iya Bunga, ini semua itu rencana Papa aku dan bunda juga nggak tahu siapa anak yang mau dijodohkan sama aku,” ucap Luna yang menangis menceritakan itu kepada Bunga.
“Udah Luna jangan nangis,” ucap Bunga.
“Nggak nagis gimana coba , kalau kamu dijodohin terus harus hidup selamanya dengan orang itu padahal kamu gak cinta,” jawabLuna.
“Asal kamu tau ya Luna, Miko juga mau dijodohin, nanti malam katanya mau diajak ke rumah si ceweknya,” ucap Bunga menceritakan Bimu.
“Laahhh kok bisa sih, kebetulan banget aku sama Miko dijodohin dalam waktu yang sama, nanti juga cowok itu datang ke rumah aku,” ucap Luna kaget.
“Apa itu Bunga jangan buat aku penasaran ya?,’’ Tanya Luna.
“Eh Luna, sebenarnya Si Miko itu suka sama kamu, tapi dia takut aku nggak nerima dia karena dia juga ngak nyangka kalau perasaan itu tumbuh dihatinya,” jawab Bunga dengan jelas.
“Miko suka sama aku?????,’’ Tanya Luna terkejut.
“Iyaaaaa Lunaaaaaa,” jawab Bunga.
“Ngak papa aku juga yakin kok nanti cowok yang dijodohin sama aku mesti juga suka sama aku,” ucap Luna.
Mereke berdua berbicara selama berjam jam tanpa mengingat waktu sekarang sudah pukul 18.30. tanpa sadar mereka sudah berbicara selama 2 jam lebih. Tiba –tiba pintu kamar Luna diketuk Bundanya.
Tukkk,,,, tuk,,,, tuk,,,,
“Masuk aja nggak dikunci,” Ucap Luna.
“Luna cepat siap- siap ini udah sore banget lo,” Pinta bundanya.
__ADS_1
“Siap- siap apaan sih Bun, aku nggak mau dijodohin,” jawab Luna.
“Ya sudah setidaknya temui dulu cowoknya,” ucap Bunda.
“Iya iya iya, aku siap- siap , nanti selesai aku akan keluar kok Bun,” jawab Luna yang membuat bundanya juga keluar dari kamar meninggalkan Luna sendirian.
Setelah 30 menit Luna bersiap, Keluarga dari pihak cowok pun datang, mereka memang memutuskan untuk sholat maghrib sekalian dirumah Luna. Setelah Bunda menemui keluarga cowok, bunda pun menuju kamar Luna untuk memanggilnya keluar.
“Luna,” Panggil bunda dengan muka terkejut.
“Iya bunda, kenapa bunda kukanya kaya gitu. Lihat aku cantik banget malam ini ya,” ucap Luna memuji dirinya sendiri.
“Lebih baik kamu turun dulu mesti kamu juga terkejut nanti,” jawab bundanya.
“Kenapa sih bund?,’’ tanya Luna kebingungan.
Namun, bunda tidak menjawab yang membuat Luna semakin bingung. Lalu Luna pun turun ke lantai bawah dengan perlahan . sampai dibawah, benar saja di sana telah duduk seorang cowok dan kedua orang tuanya. Namun Luna tidak bisa melihat pasti wajah dari cowok tersebut tapi dari gaya dan tekstur tubuhnya telah Luna kenali.
“Bun itu kok-“ ucap Luna terkejut yang dibalas anggukan oleh bundanya.
Langkah- demi langkah telah Luna ambil dengan rasa penasaran, deg – deg kan dan tidak percaya. Saat tatapan mata mereka bertemu meeka pun saling terkejut.
“Lohhhhh kamu,’’ mereka berdua saling berteriak karena terkejut.
Ternyata apa yang dibayangkan oleh Bunga terjadi, yang dijodohkan itu adah Luna dengan Miko, soalnya Bunga memprediksi dari cerita Luna dan Bimu kepadanya, mana ada perjodohan sepasang sahabat dalam waktu bersamaan, kecuali yang dijodohkan itu adalah mereka berdua.
Kalau saja Bunga tahu yang sebenarnya mungkin ia juga kan terkejut, pasalnya diantara mereka berdua selama ini jalan- jalan barengan, selalu bersama kema aja, dan kini mereka dijodohkan oleh orang tua masing- masing, padahal sebelumnya mereka sama sekali tidak pernah ketemu dengan orang tua si cowok ataupun si cewek.
Kali ini Luna agak sedikit malu terhadap Miko tidak seperti biasanya, sebab pas teleponan dengan Bunga, Bunga sudah memberi tahu Luna kalau sebenarnya Miko mempunyai perasaan terhadap dirinya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa di Like, Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
__ADS_1